TRIBUNJUALBELI.COM - Kokedama adalah satu cara berkebun unik yang mungkin belum banyak orang tahu.
Cara berkebun ini memiliki nilai tersendiri karena bersifat fleksibel yang bisa ditempatkan di lahan sempit bahkan mudah dipindah-pindah.
Secara umum, Kokedama adalah berkebun dengan cara digantung, namun sedikit berbeda dari tanaman gantung biasa.
Kokedama adalah seni menanam dengan tanaman yang menggantung indah tanpa pot, dengan bentuk bulat dan diselimuti lumut.
BACA JUGA: Sederet Tanaman Hias Ini Bisa Menyerap Debu dan Bebaskan Rumah dari Udara Kotor
BACA JUGA: 5 Kiat Memelihara Tanaman dalam Rumah, Dijamin Tumbuh Sehat dan Cantik
Sangat unik dan menggemaskan, kan?
Tanaman jenis ini dikenal dengan sebutan kokedama.
Apakah Kokedama itu?
Ide kokedama pertama kali dipopulerkan oleh masyarakat Jepang dengan memanfaatkan lumut sebagai media tanamnya.
Seni menanam ini merupakan turunan dari teknik menanam bonsai, yakni teknik menanam tanpa menggunakan pot.
Esmeraldi Paramaeswara, pengusaha tanaman dan kokedama mengungkapkan perawatan dan pembuatan bonsai yang mahal membuat masyarakat kecil di Jepang menggunakan teknik lain untuk berkebun.
“Kokedama adalah seni berkebun turunan bonsai. Tapi kalau bonsai untuk kalangan aristokrat, kokedama untuk masyarakat kecil di Jepang,” ujar Aldi, sapaan akrabnya.
Kokedama berasal dari dua suku kata, yakni koke yang berartl lumut dan dama yang berarti bola, sehingga tidak heran tanaman ini berbentuk bola dan berselimutkan lumut.
Periode tahun 1600-an dianggap sebagai masa kejayaan kokedama dan kini para pecinta tanaman mulal kembali menggaungkan namanya.
BACA JUGA: Bukannya Subur, Tanaman Bisa Mati Karena 4 Kesalahan dalam Memberi Pupuk Ini
BACA JUGA: Sederet Tanaman Ini Bisa Usir Nyamuk di Rumah, Tidak Perlu Pakai Bahan Kimia Lagi
Jenis Tanaman yang Cocok
Pada dasarnya semua jenis tanaman cocok dijadikan kokedama, kecuali tanaman air (yang hidup di air) seperti eceng gondok, teratai, dan lainnya.
“Tanaman air tidak bisa dijadikan kokedama, tapi tanaman seperti azalea dan mawar bisa dibuat kokedama," ujarnya menjelaskan.
Selain lumut yang digunakan sebagai pembungkus, kokedama biasanya menggunakan campuran tanah liat dan pupuk organik sebagai pembentuk bola.
Hal ini karena tekstur tanah liat yang mudah dibentuk.
Namun, ada beberapa tanaman yang tidak cocok ditanam dengan tanah fiat, contohnya jenis tanaman batang basah (bagian batang berair) seperti sukulen.
Sebaliknya, jenis tanaman batang keras seperti kacapiring, kembang sepatu, mawar, dan azalea, sangat cocok di media tanam ini.
Sementara itu, lumut yang digunakan sebagai pembungkus biasanya menggunakan jenis lumut yang melekat di pohon.
Saat dilepas, maka lumut itu akan berbentuk seperti lembaran.
Solusi Lahan Sempit
Tidak hanya digemari karena sisi efisiennya, kokedama juga disukai karena dapat menjadi salah satu pengisi zona hijau di rumah.
Bila kamu ingin menciptakan nuansa hijau dan asri di dalam rumah tapi terbentur lahan yang terbatas, kehadiran kokedama bisa menjadi solusinya.
BACA JUGA: 3 Cara Basmi Hama Kutu Putih yang Menempel pada Tanaman Hias
Umumnya, ukuran kokedama tidak lebih dari tempurung kelapa.
Kalaupun ada yang lebih besar hal itu biasanya disesuaikan dengan selera dan kebutuhan sang empunya rumah.
Selain hemat tempat, kokedama juga dapat dilétakkan di mana saja tanpa harus repot mencari pot sebagai wadahnya.
Mudah tapi Harus Ulet
Merawat Kokedama sama halnya merawat tanaman dalam pot, cukup mudah tapi perlu ketelatenan.
Asupan nutrisi, air, sinar matahari yang cukup, serta pemilihan jenis tanaman menjadi salah satu kuna sukses agar kokedama dapat tumbuh sehat dan subur.
“Cukup disiram atau disemprot atau direndam ke dalam air 1 kali sehari dan diberi pupuk, kokedama bisa bertahan lama,” ujar Aldi lagi.
Pemberian pupuk dapat dilakukan dua minggu hingga sebulan sekali tergantung jenis tanaman yang di-Kokedamakan.
Bila tumbuh subur, kokedama akan membuat hunian kamu tampil lebih sejuk dan asri.
(idea.grid/Johanna Erly Widyartanti)
Artikel ini telah tayang di idea.grid dengan judul Kokedama, Berkebun Murah dengan Media Lumut, Lahan Sempit jadi Asri