BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Menjelang waktu berbuka puasa, kondisi lalu lintas biasanya meningkat drastis.
Banyak pengendara masih berada di jalan saat adzan Magrib berkumandang, baik karena perjalanan pulang kerja, terjebak macet, maupun sedang menempuh perjalanan jarak jauh.
Situasi ini membuat sebagian orang terpaksa berbuka puasa di dalam mobil.
Meski diperbolehkan untuk berbuka dengan yang sederhana terlebih dahulu, faktor keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama.
Jangan sampai momen berbuka justru mengurangi fokus dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Berikut tujuh tips yang bisa diterapkan agar tetap aman dan nyaman saat berbuka puasa di dalam mobil:
Baca Juga : 6 Tips Cek Kondisi Mobil Agar Tetap Aman Berkendara Saat Ramadhan
1. Persiapkan Menu Berbuka Sebelum Perjalanan
Perencanaan adalah kunci utama.
Sebelum berangkat, siapkan makanan dan minuman yang praktis serta mudah dikonsumsi.
Pilih menu sederhana seperti air mineral, kurma, biskuit, atau roti kecil.
Hindari makanan berkuah, nasi kotak, atau menu yang membutuhkan sendok dan waktu lama untuk membukanya.
Dengan persiapan yang matang, tidak perlu repot mencari makanan atau membuka kemasan yang rumit saat sedang mengemudi.
2. Simpan Makanan di Tempat yang Mudah Dijangkau
Letakkan makanan dan minuman di tempat yang aman dan mudah diraih, seperti cup holder atau konsol tengah.
Jangan menyimpannya di kursi belakang atau di dalam tas tertutup yang sulit dijangkau karena bisa membuat kehilangan fokus saat mencoba mengambilnya.
Penataan yang rapi membantu meminimalkan gerakan berlebihan yang bisa mengganggu konsentrasi saat berkendara.
3. Utamakan Menepi di Tempat Aman
Jika memungkinkan, cari tempat aman untuk berhenti sejenak, seperti rest area, SPBU, atau area parkir.
Menepi selama beberapa menit untuk membatalkan puasa jauh lebih aman dibandingkan melakukannya saat mobil masih berjalan.
Selain lebih aman, bisa menikmati momen berbuka dengan lebih tenang tanpa tekanan kondisi lalu lintas.
4. Hindari Berbuka Saat Mobil Melaju
Jangan membuka botol atau makanan ketika mobil melaju dalam kecepatan tinggi.
Jika tidak bisa menepi, tunggu hingga kendaraan benar-benar berhenti, misalnya saat lampu merah atau kemacetan total.
Pastikan satu tangan tetap siap mengendalikan setir dan mata tetap fokus pada kondisi sekitar.
Keselamatan harus selalu menjadi prioritas dibandingkan kenyamanan sesaat.
5. Awali dengan yang Ringan dan Tidak Berlebihan
Baca Juga : 6 Cara Ampuh Mengatasi Kantuk Saat Berkendara di Bulan Puasa
Berbuka puasa tidak harus langsung makan dalam porsi besar.
Cukup awali dengan air putih dan satu atau dua butir kurma untuk mengembalikan energi.
Cara ini juga lebih aman karena tidak membuat Anda sibuk mengunyah atau menyiapkan makanan saat masih berada di perjalanan.
Makan besar sebaiknya dilakukan setelah sampai di rumah atau tempat tujuan dengan kondisi yang lebih santai.
6. Gunakan Wadah Anti Tumpah
Pastikan minuman disimpan dalam botol atau tumbler yang memiliki penutup rapat.
Tumpahan air atau minuman manis bisa mengganggu konsentrasi dan berisiko merusak interior mobil.
Selain itu, hindari membuka kemasan plastik besar yang berpotensi terjatuh dan mengganggu pedal.
Detail kecil seperti ini sering kali luput dari perhatian, padahal sangat berpengaruh terhadap keamanan berkendara.
7. Tetap Jaga Konsentrasi dan Kendalikan Emosi
Menjelang waktu berbuka, banyak pengendara cenderung terburu-buru.
Rasa lapar dan haus bisa memengaruhi emosi dan fokus. Usahakan tetap tenang, jaga jarak aman dengan kendaraan lain, dan hindari manuver mendadak.
Berbuka puasa seharusnya menjadi momen penuh ketenangan, bukan justru memicu risiko di jalan.
Ingat, tujuan utama bukan hanya berbuka tepat waktu, tetapi juga sampai di tempat tujuan dengan selamat.
(eno/TribunJualBeli.com)