0

3 Risiko Downsize Shockbreaker Depan Motor, Terlihat Keren tapi Berbahaya

Penulis: eno tjb
3 Risiko Downsize Shockbreaker Depan Motor, Terlihat Keren tapi Berbahaya

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Modifikasi motor kerap dilakukan untuk meningkatkan tampilan agar terlihat lebih sporty atau bergaya ceper.

Salah satu modifikasi yang cukup sering dilakukan adalah downsize shockbreaker depan, yaitu mengganti atau memendekkan shockbreaker agar posisi motor terlihat lebih rendah dan agresif.

Meski secara visual tampak menarik, modifikasi ini menyimpan sejumlah risiko yang tidak boleh diabaikan.

Tanpa perhitungan teknis yang tepat, downsize shockbreaker depan justru dapat membahayakan pengendara.

Berikut tiga risiko yang perlu dipahami sebelum melakukan modifikasi tersebut:

Baca Juga : 3 Pedoman Umum Mengatur Jumlah Oli Shockbreaker Motor

1. Handling dan Stabilitas Motor Menurun

Shockbreaker depan memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan dan kendali motor.

Sepeda Motor Bekas
 
 
Dijual Motor Bekas, Honda Beat, Tahun 2015, Siap Pakai - Jakarta Timur
Rp 6,200,000.00
dki-jakarta

Saat ukuran shockbreaker diperkecil, geometri suspensi ikut berubah.

Hal ini dapat membuat sudut kemudi menjadi tidak ideal, sehingga handling motor terasa lebih berat atau justru terlalu ringan.

Akibatnya, motor menjadi kurang stabil saat bermanuver, terutama ketika melewati tikungan atau melaju pada kecepatan tinggi.

Kondisi ini tentu meningkatkan risiko kehilangan kendali dan kecelakaan.

2. Kenyamanan Berkendara Berkurang

Kenyamanan Berkendara Berkurang

Downsize shockbreaker depan membuat jarak main suspensi menjadi lebih pendek.

Dampaknya, kemampuan shockbreaker dalam meredam guncangan ikut berkurang.

Getaran dan benturan dari jalan berlubang atau tidak rata akan lebih terasa langsung ke setang dan tubuh pengendara.

Selain membuat berkendara terasa tidak nyaman, kondisi ini juga dapat mempercepat kelelahan pengendara, terutama saat digunakan untuk perjalanan jauh atau aktivitas harian di jalan yang kondisi aspalnya kurang baik.

Baca Juga : 4 Dampak Buruk Jika Oli Shockbreaker Motor Jarang Diganti Secara Rutin

3. Risiko Kerusakan Komponen dan Keselamatan

Ukuran shockbreaker yang lebih pendek berpotensi membuat komponen lain bekerja di luar batas normal.

Deni
 
 
Motor Honda Beat Fi 2013 Mesin Cvt Halus Bekas - Bekasi Kota
Rp 5,000,000.00
jawa-barat

Risiko seperti shockbreaker mentok, komstir cepat aus, hingga ban depan lebih mudah selip bisa terjadi.

Dalam kondisi ekstrem, suspensi yang terlalu pendek dapat menyebabkan ban kehilangan kontak optimal dengan permukaan jalan.

Jika dibiarkan, kerusakan pada komponen kaki-kaki akan semakin parah dan biaya perbaikan pun tidak sedikit. Lebih dari itu, risiko keselamatan pengendara menjadi taruhan utama.

Modifikasi yang aman dan sesuai fungsi akan jauh lebih baik daripada sekadar mengejar tampilan tanpa mempertimbangkan risiko jangka panjang.

(Eno/TribunJualBeli.com)