BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM – Rangka atap merupakan salah satu elemen penting dalam konstruksi rumah.
Fungsinya bukan hanya sebagai penopang penutup atap, tetapi juga berperan menjaga kekuatan dan kestabilan bangunan secara keseluruhan.
Pemilihan rangka atap yang tepat akan berpengaruh pada daya tahan rumah, biaya pembangunan, serta perawatan jangka panjang.
Saat ini, terdapat beberapa jenis rangka atap rumah yang umum digunakan, masing-masing dengan karakteristik dan keunggulan berbeda.
Berikut lima jenis rangka atap rumah yang paling banyak dipakai di Indonesia:
Baca Juga : Mengenal 4 Jenis Genteng Tanah Liat yang Populer untuk Atap Rumah
1. Rangka Atap Kayu
Rangka atap kayu menjadi pilihan klasik yang masih banyak digunakan, terutama pada rumah tinggal tradisional.
Material kayu mudah dibentuk dan relatif ringan, sehingga proses pemasangannya cukup fleksibel.
Namun, rangka atap kayu memerlukan perawatan ekstra karena rentan terhadap rayap, pelapukan, dan perubahan cuaca.
Penggunaan kayu berkualitas baik dan perlakuan anti-rayap menjadi kunci agar rangka atap tetap awet.
2. Rangka Atap Baja Ringan
Baja ringan saat ini menjadi jenis rangka atap yang paling populer.
Material ini memiliki bobot ringan, kuat, dan tahan terhadap rayap serta karat.
Selain itu, pemasangan rangka atap baja ringan cenderung lebih cepat dan presisi.
Meski biaya awalnya bisa lebih tinggi dibanding kayu, rangka atap baja ringan menawarkan keunggulan dari sisi keawetan dan minim perawatan.
3. Rangka Atap Baja Konvensional
Baca Juga : 4 Bahaya Membiarkan Atap Rumah Bocor, Jangan Anggap Sepele!
Rangka atap baja konvensional umumnya digunakan pada bangunan besar atau rumah dengan bentang atap lebar.
Material ini memiliki kekuatan tinggi dan mampu menopang beban berat.
Kekurangannya, rangka atap baja konvensional memiliki bobot yang lebih berat dan membutuhkan perhitungan struktur yang matang.
Biaya pemasangan juga relatif lebih mahal dibanding jenis rangka atap lainnya.
4. Rangka Atap Beton
Rangka atap beton biasanya diterapkan pada rumah bertingkat atau bangunan dengan desain atap datar.
Material beton dikenal sangat kuat dan tahan lama.
Selain kokoh, rangka atap beton juga memberikan ketahanan lebih terhadap angin kencang dan cuaca ekstrem.
Namun, proses pengerjaan rangka atap beton membutuhkan waktu lebih lama serta biaya konstruksi yang tidak sedikit.
5. Rangka Atap Bambu
Rangka atap bambu banyak digunakan pada rumah tradisional atau bangunan berkonsep ramah lingkungan.
Bambu memiliki bobot ringan, fleksibel, dan tampilan alami yang khas.
Meski demikian, bambu memerlukan perlakuan khusus agar tahan lama dan tidak mudah diserang hama.
Dengan pengolahan yang tepat, rangka atap bambu bisa menjadi pilihan ekonomis sekaligus estetis.
Pemilihan rangka atap sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan bangunan, anggaran, serta kondisi lingkungan.
(Eno/TribunJualBeli.com)