BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Atap rumah adalah elemen penting dalam membentuk kenyamanan hunian.
Selain berfungsi melindungi dari panas dan hujan, atap juga mempengaruhi tampilan estetika rumah secara keseluruhan.
Oleh karena itu, pemilihan jenis genteng tak bisa dianggap sepele.
Masing-masing jenis genteng memiliki karakteristik, kekuatan, dan tampilan visual yang berbeda, yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, lokasi rumah, serta desain arsitektur bangunan.
Berikut ini adalah 5 jenis genteng yang paling umum digunakan di Indonesia, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya dalam satu ulasan padat namun komprehensif:
Baca Juga : 5 Tips Memilih Genteng Beton Terbaik untuk Hunian Nyaman
1. Genteng Tanah Liat
Genteng tanah liat merupakan jenis genteng tradisional yang sudah digunakan sejak lama dan masih banyak diminati hingga sekarang.
Kelebihan utama genteng ini terletak pada kemampuannya dalam menyerap dan meredam panas, sehingga ruangan di bawahnya terasa lebih sejuk.
Selain itu, tampilannya yang natural dan klasik sangat cocok untuk rumah-rumah dengan gaya tropis, etnik, atau tradisional Jawa.
Dari segi ketahanan, genteng ini bisa bertahan sangat lama jika dirawat dengan baik, karena bahan tanah liat cenderung kuat terhadap cuaca ekstrem.
Namun, genteng ini cukup berat dan membutuhkan struktur atap yang kokoh.
Proses pemasangannya pun harus teliti agar tidak menimbulkan celah yang menyebabkan kebocoran.
Jika dipasang dengan asal, daya tahannya bisa berkurang secara signifikan.
2. Genteng Beton
Genteng beton adalah pilihan populer di kalangan pemilik rumah modern karena ketahanannya terhadap berbagai cuaca dan tampilannya yang kokoh.
Genteng ini terbuat dari campuran semen, pasir, dan bahan aditif, sehingga memiliki kekuatan struktural yang sangat baik.
Selain itu, tersedia dalam berbagai pilihan bentuk dan warna, yang memungkinkan penyesuaian dengan berbagai desain rumah.
Dari sisi ketahanan, genteng ini tidak mudah pecah dan mampu bertahan hingga puluhan tahun.
Namun, bobotnya jauh lebih berat dibanding genteng tanah liat, sehingga membutuhkan struktur atap yang sangat kuat dan pemasangan yang cermat.
Harganya pun relatif lebih mahal, baik dari segi material maupun biaya pemasangan.
3. Genteng Metal
Genteng metal atau genteng berbahan logam menjadi alternatif modern yang sangat praktis dan efisien.
Keunggulan utama genteng ini terletak pada bobotnya yang ringan, menjadikannya sangat cocok dipadukan dengan rangka atap baja ringan.
Selain itu, genteng metal tahan karat, tahan lama, dan tidak mudah pecah, sehingga cocok digunakan di daerah rawan angin atau gempa.
Proses pemasangannya juga lebih cepat dan praktis karena hadir dalam bentuk lembaran panjang.
Namun, genteng metal kurang maksimal dalam meredam suara, terutama saat hujan deras yang menimbulkan bunyi berisik.
Estetika genteng metal juga terbilang sederhana dan mungkin tidak cocok untuk semua gaya rumah, terutama yang mengedepankan tampilan klasik atau alami.
Baca Juga : 5 Keuntungan Menggunakan Baja Ringan sebagai Struktur Atap Rumah
4. Genteng Keramik
Genteng keramik adalah versi premium dari genteng tanah liat yang melalui proses pembakaran dengan suhu sangat tinggi dan dilapisi lapisan pelindung mengilap.
Hasilnya adalah genteng yang tahan lama, tidak mudah menyerap air, dan tampil sangat elegan dengan permukaan yang mengilap.
Cocok digunakan untuk rumah-rumah berdesain mewah, modern, atau mediterania.
Selain daya tahan yang tinggi terhadap cuaca ekstrem, genteng keramik juga sangat minim perawatan karena tidak mudah berlumut atau berubah warna.
Meski demikian, genteng jenis ini tergolong mahal, baik dari sisi material maupun pemasangan.
Proses instalasinya juga harus rapi dan tepat, karena kesalahan kecil bisa menimbulkan kebocoran.
Selain itu, genteng ini berat dan memerlukan rangka atap yang kokoh.
5. Genteng Aspal
Genteng aspal atau dikenal juga sebagai bitumen shingles, merupakan genteng modern yang terbuat dari serat organik atau fiberglass yang dilapisi aspal dan granule warna.
Keunggulan genteng ini terletak pada fleksibilitasnya yang tinggi, ringan, tahan api, serta mampu meredam suara dengan sangat baik.
Genteng ini juga sangat cocok digunakan pada atap dengan desain rumit atau berlekuk karena mudah dipotong dan dibentuk.
Dari segi estetika, genteng aspal memiliki variasi tekstur dan warna yang bisa menyerupai batu, kayu, atau material lain.
Namun, kekurangan utamanya adalah harganya yang cukup tinggi dibanding genteng tradisional.
Selain itu, di beberapa wilayah, masih sulit menemukan tukang berpengalaman dalam pemasangan genteng jenis ini, sehingga bisa menjadi kendala jika tidak direncanakan sejak awal.
Dengan memahami karakteristik tiap jenis genteng dan menyesuaikannya dengan kebutuhan rumah, keputusan yang diambil akan lebih tepat dan menguntungkan dalam jangka panjang.
(Eno/TribunJualBeli.com)