BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Berkendara motor di malam hari memiliki tantangan tersendiri, salah satunya adalah silau akibat cahaya lampu kendaraan lain atau lampu jalan yang terlalu terang.
Silau ini dapat mengganggu penglihatan, menurunkan konsentrasi, dan berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, terutama jika kondisi jalan tidak terlalu terang atau saat hujan.
Untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan berkendara, berikut empat cara efektif yang bisa diterapkan untuk mengurangi efek silau saat mengendarai sepeda motor di jalan raya:
Baca Juga : 7 Trik Aman Berkendara Motor di Jalan Cor Beton yang Berbeda dari Aspal
1. Menggunakan Helm dengan Visor Anti-Silau atau Iridium
Helm merupakan perlengkapan utama saat berkendara motor, dan kualitas visornya sangat memengaruhi kenyamanan mata.
Visor dengan lapisan anti-glare (anti-silau) atau visor berlapis iridium mampu menyaring cahaya menyilaukan dari kendaraan lain atau lampu jalan.
Jenis visor ini dirancang untuk mengurangi pantulan cahaya secara signifikan, menjaga mata tetap fokus, dan membantu pengendara melihat lebih jelas dalam kondisi cahaya rendah atau berlebih.
Penggunaan visor ini sangat berguna saat berkendara malam hari atau melintasi jalan dengan banyak penerangan kontras.
Jika helm tidak memiliki fitur anti-silau, visor tambahan berwarna smoke atau film pelindung cahaya bisa menjadi alternatif.
2. Menghindari Menatap Langsung ke Arah Sumber Cahaya Terang
Silau paling sering terjadi ketika berpapasan dengan kendaraan lain, terutama yang menggunakan lampu depan terlalu terang atau bahkan tidak sesuai standar.
Tatapan langsung ke lampu tersebut dapat menyebabkan gangguan sesaat pada penglihatan yang membahayakan perjalanan.
Salah satu teknik sederhana namun efektif adalah dengan mengalihkan pandangan sedikit ke sisi kiri jalan atau mengikuti marka jalan saat berpapasan.
Tindakan ini dapat membantu menjaga fokus pandangan dan meminimalkan paparan cahaya langsung ke mata.
Kebiasaan ini juga dapat membantu menghindari stres visual yang terjadi saat mata terus-menerus terpapar cahaya tinggi secara tiba-tiba.
Baca Juga : 8 Tips Aman Berkendara Motor Agar Tidak Kehabisan Bensin di Tengah Perjalanan
3. Memakai Kacamata Anti Reflektif untuk Berkendara Malam
Bagi pengendara yang menggunakan helm terbuka atau tidak memiliki pelindung wajah penuh, kacamata khusus untuk malam hari sangat disarankan.
Kacamata ini umumnya menggunakan lensa berwarna kuning atau amber yang dirancang untuk meningkatkan kontras visual dan mengurangi intensitas cahaya dari lampu kendaraan atau lampu jalan.
Lensa anti reflektif (AR) juga mampu mengurangi pantulan cahaya yang biasanya membuat penglihatan terganggu.
Jenis kacamata ini sangat bermanfaat terutama di jalanan perkotaan dengan pencahayaan yang tidak merata atau saat berkendara dalam kondisi hujan gerimis.
Pemilihan kacamata berkualitas juga mendukung visibilitas lebih baik, serta mengurangi kelelahan mata dalam perjalanan jarak jauh.
4. Menjaga Visor dan Kaca Helm Tetap Bersih dan Jernih
Kondisi visor atau kaca helm yang kotor, buram, atau penuh goresan dapat memperparah efek silau.
Kotoran atau goresan kecil bisa menyebabkan penyebaran cahaya secara tidak merata, membuat cahaya menyebar dan mengganggu pandangan.
Membersihkan visor secara rutin menggunakan kain lembut dan cairan khusus sangat disarankan.
Hindari menggunakan tisu kasar, sabun biasa, atau bahan kimia keras yang dapat merusak lapisan pelindung visor.
Disarankan juga untuk menyimpan helm di tempat tertutup atau memakai sarung helm agar terhindar dari debu dan goresan kecil.
Visor yang bersih dan bening memberikan pandangan lebih jelas dan nyaman, terutama saat melewati area dengan cahaya intensitas tinggi.
Langkah-langkah pencegahan ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga berkontribusi pada keselamatan berkendara di jalan raya.
Menghadapi silau bukan lagi hal yang sulit jika dilakukan dengan persiapan dan perhatian yang tepat.
(Eno/TribunJualBeli.com)