BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Berkendara motor merupakan aktivitas harian bagi banyak orang di Indonesia, baik untuk bekerja, kuliah, hingga perjalanan jarak jauh.
Bagi pengendara yang menggunakan kacamata, memilih helm yang tepat menjadi hal yang tidak boleh dianggap remeh.
Helm yang tidak kompatibel dengan kacamata dapat menyebabkan ketidaknyamanan, menurunkan konsentrasi, bahkan berpotensi membahayakan keselamatan.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui berbagai faktor yang perlu diperhatikan saat memilih helm.
Berikut ini adalah panduan lengkap untuk menemukan helm yang aman, nyaman, dan sesuai bagi pengguna kacamata:
Baca Juga : Kenali 3 Jenis Tali Pengunci Helm untuk Keamanan Maksimal Saat Berkendara
1. Pilih Helm dengan Desain Ramah Kacamata
Seiring perkembangan teknologi dan desain, banyak produsen helm kini menyediakan model dengan fitur glasses friendly atau eyewear compatible.
Ciri khas helm ini adalah adanya alur khusus di bagian dalam busa, yang memudahkan gagang kacamata masuk tanpa menekan pelipis.
Fitur ini sangat membantu dalam mengurangi tekanan yang dapat menimbulkan rasa sakit atau pegal setelah berkendara dalam waktu lama.
Selain itu, desain khusus ini menjaga posisi kacamata tetap stabil saat digunakan bersama helm.
Sebelum membeli, sebaiknya tanyakan kepada penjual mengenai keberadaan fitur ini, atau coba langsung memasukkan kacamata ke dalam helm untuk mengecek kecocokannya.
2. Tentukan Jenis Helm yang Sesuai
Jenis helm memengaruhi kenyamanan dan keamanan ketika digunakan bersama kacamata.
Jenis helm full face memberikan perlindungan maksimal karena menutupi seluruh kepala, termasuk dagu.
Namun, jenis ini bisa menyulitkan pemasangan dan pelepasan kacamata, terutama jika ruang di bagian dalam sempit.
Lalu ada helm modular (Flip-Up) yang sangat cocok bagi pengguna kacamata.
Bagian dagu dapat dibuka, mempermudah pemasangan kacamata setelah helm dikenakan.
Perlindungan yang diberikan hampir setara dengan helm full face.
Yang terakhir yaitu helm open face atau half face.
Helm ini paling mudah digunakan bersama kacamata karena bagian wajah terbuka.
Namun, perlindungan terhadap dagu dan wajah cukup terbatas.
Cocok untuk berkendara santai dalam kota.
3. Coba Helm Bersama Kacamata Sebelum Membeli
Baca Juga : 7 Tips Anti Pusing Saat Pakai Helm
Kesalahan umum dalam memilih helm adalah tidak mencobanya bersamaan dengan kacamata.
Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam penggunaan sehari-hari.
Saat mencoba helm, pastikan kacamata dapat dipasang dan dilepas dengan mudah.
Tidak ada tekanan berlebih di area pelipis.
Posisi kacamata tetap stabil setelah helm dikenakan.
Jika menggunakan lebih dari satu jenis kacamata, misalnya kacamata baca dan kacamata hitam, sebaiknya semua jenis kacamata dibawa saat mencoba helm di toko.
4. Pilih Ukuran Helm yang Tepat
Ukuran helm yang tidak sesuai dapat menyebabkan tekanan pada bingkai kacamata atau membuat kacamata mudah bergeser.
Helm yang terlalu sempit dapat menyebabkan sakit kepala, sedangkan helm yang terlalu longgar akan membuat stabilitas berkurang saat berkendara.
Gunakan panduan ukuran dari produsen dan pilih helm yang memberikan tekanan merata tanpa membuat kepala terasa terjepit.
Bantalan helm juga harus cukup lentur untuk menyesuaikan bentuk kepala.
5. Perhatikan Sistem Ventilasi dan Visor
Lensa kacamata sering kali berembun, terutama dalam kondisi hujan atau cuaca dingin.
Oleh karena itu, pilih helm yang memiliki sistem ventilasi udara yang baik.
Ventilasi membantu mengalirkan udara dan mengurangi kelembapan di dalam helm.
Visor anti fog atau yang mendukung pemasangan pinlock lens juga sangat direkomendasikan.
Teknologi ini mencegah pengembunan yang dapat mengganggu pandangan saat berkendara.
6. Gunakan Kacamata yang Sesuai untuk Berkendara
Kenyamanan berkendara tidak hanya ditentukan oleh helm, tetapi juga oleh jenis kacamata yang digunakan.
Kacamata dengan gagang tipis dan fleksibel lebih cocok digunakan bersama helm, karena tidak menekan pelipis dan lebih mudah dipasang.
Pertimbangkan juga penggunaan lensa khusus seperti lensa photochromic, yang berubah warna saat terkena cahaya matahari.
Lensa polarized, untuk mengurangi silau dari cahaya lampu atau pantulan jalan.
Lensa anti fog, untuk mengurangi pengembunan saat cuaca lembap.
Keselamatan di jalan berawal dari perlengkapan yang sesuai, termasuk helm yang kompatibel dengan kebutuhan khusus seperti penggunaan kacamata.
(Eno/TribunJualBeli.com)