TRIBUNJUALBELI.COM - Apakah kamu termasuk sering konsumsi sarden sebagai lauk?
Makanan ini banyak digemari karena memiliki rasa yang gurih dan praktis.
Oleh sebab itu, makanan kaleng ini cocok dijadikan makanan yang siap sedia ketika bulan ramadhan.
Namun, kekurangan dari makanan kaleng adalah kandungan pengawet yang mungkin tak bisa dihindari.
Bukan hanya terancam mengonsumsi makanan berpengawet, makanan kaleng juga lebih berisiko saat kalengnya penyok.
BACA JUGA : Jangan Makan Mie Instan saat Sahur, Sederet Bahaya Ini Mengancam Tubuh
BACA JUGA : Jaga Kesehatan Jantung Wajib Hindari 6 Makanan Ini, Salah Satunya Mi Instan
Kemasan kaleng sebenarnya digunakan untuk menghalau makanan dari bakteri dan jamur berbahaya.
Namun, tidak sedikit kaleng yang jadi penyok saat proses distribusi atau setelah dijual di pasar.
Apakah bahaya dari membeli sarden dengan kaleng yang penyok?
Tanggapan Ahli
Menurut Suki Hertz, seorang profesor nutrisi dan kemanan makanan untuk Culinary Institute of America, tingkat keparahan kaleng yang penyok akan memengaruhi kualitas produk.
"Jika itu hanya penyok kecil di bagian lain pada kaleng. Itu tidak akan mempengaruhi makanan di dalamnya," ujar Hertz.
Hertz juga mengungkapkan bahwa jika bagian yang penyok terdapat lapisan logam, maka makanan ini akan lebih mudah terpapar udara yang membuat patogen masuk.
Pada keadaan ini, makanan tak lagi layak dikonsumsi.
Meski demikian, ada beberapa kaleng yang penyok namun sukar terlihat dengan mata telanjang.
Menurut Departemen Pertanian AS, makanan kaleng yang penyok bisa menyebabkan keracunan yang menyerang sistem saraf.
Gejala keracunan atau botulisme ini termasuk penglihatan ganda, kelopak sayu/lemas, sulit menelan dan sulit bernapas.
BACA JUGA : 4 Makanan yang Sebaiknya Dihindari saat Malam Hari, Bisa Membahayakan Kesehatan Loh
BACA JUGA : Jangan Langsung Tidur Setelah Sahur, Risiko Kesehatan Ini Bisa Terjadi
Pada taraf yang ekstrem, kaleng bocor atau menggembung bisa menjadi tanda kualitas makanan telah rusak.
Solusinya, kita perlu meneliti dulu keadaan kaleng sebelum membeli.
Pastikan keselamatan segel serta perhatikan apakah kaleng menggelembung.
Sarden Kaleng Ditambahkan Rempah
1. Tambahkan Banyak Rempah dan Bumbu
Saat masak sarden kaleng, ada baiknya kita menambahkan juga aneka rempah dan bumbu.
Yang wajib ada adalah bawang merah dan bawang putih iris.
Jumlahnya pun boleh banyak, lo.
Makin banyak, aromanya pun makin menutupi aroma amis ikan sarden.
Selain itu, tambhakan juga cabai dan tomat, supaya rasanya makin nikmat.
2. Tumis Bumbu Sampai Harus Betul
Jadi, pertama-tama tumis dulu bawang merah dan bawang putih iris di dalam minyak panas.
Tunggu sampai harum aromanya dan warnanya mencokelat, baru masukkan cabai.
Kalau ingin agak pedas, cabai boleh ditumis dulu sebenat sebelum dimasukkan sarden kaleng.
Dengan begini, aroma pedas cabai akan semakin terasa.
3. Beri Tambahan Rasa
Setelah sarden masuk, kita juga boleh menambahkan sedikit air karena biasanya kuah sarden agak kental.
Jangan lupa mencicipi sarden lagi, ya.
Biasanya sih, kita masih harus menambahkan garam dan gula lagi supaya rasanya makin ciamiikk.
4. Telur Ceplok Bisa Jadi Tambahan
Tahukah kamu kalau telur ceplok sangat cocok loh berpadu dengan kuah asam manis dan pedas sarden.
Jadi, pastikan saat masak sarden nanti, tambahkan telur ceplok ke dalamnya.
Tinggal masak telur ceplok selama beberapa saat di dalam kuah sarden sampai meresep.
Hasilnya dijamin enak banget.
Artikel ini telah tayang di SajianSedap.com dengan judul "Sering Beredar di Bulan Ramadhan! Makan Sarden Dari Kaleng yang Penyok Ternyata Bisa Membahayakan Kesehatan, Berikut Penjelasan Ahli"

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!