TRIBUNJUALBELI.COM - Di zaman sekarang pesan makanan sangat di mudahkan, apalagi dengan adanya fitur-fitur aplikasi ojek online.
Meski begitu masih ada banyak orang hobi memasak sendiri di rumah.
Selain lebih hemat dan sehat, masak juga memiliki manfaat untuk kesehatan mental loh.
BACA JUGA : Jangan Lagi Lakukan Kebiasaan Mencuci Daging Ayam Mentah dan Telur Sebelum Dimasak
BACA JUGA : Jangan Khawatir, Ini 5 Jenis Makanan yang Bisa Dikonsumsi untuk Meredakan Rasa Pedas
Mengutip BBC manfaat masak bagi kesehatan mental sebagai berikut:
1. Merasakan emosi positif
Mengumpulkan dan memotong bahan-bahan, menjadi kreatif dengan resep yang menantang, serta menguleni adonan, ternyata dapat membuat perasaan lebih baik.
Penelitian menunjukkan, menyelesaikan tugas-tugas kecil dan kreatif dapat membuat seseorang merasa lebih bahagia.
Bahkan walau hanya sekadar menyalakan mixer.
Dalam suatu penelitian, para peneliti menemukan orang dewasa memiliki lebih banyak emosi positif ketika melakukan kegiatan yang lebih kreatif.
Contohnya menciptakan karya seni, membuat lagu, mengaransemen musik, menulis, dan memasak.
“Melakukan hal-hal yang segera membangkitkan emosi positif dapat membantu menenangkan jalur stres,” kata Nicole Farmer dari pusat klinis National Institutes of Health.
Dirinya mempelajari cara makanan memengaruhi biologi, perilaku, dan kesehatan mental.
Dalam penelitiannya, Farmer melihat manfaat psikologis dan sosial dari kebiasaan memasak selama pandemi.
"Memasak mewakili pengalaman manusia yang sama tentang makanan, dan memeliharanya melalui makanan," kata dia.
"Jadi menurut saya memasak merupakan peluang untuk emosi positif secara langsung," ujar Farmer.
BACA JUGA : Berikut Kebiasaan dan Makanan yang Berisiko Tingkatkan Risiko Kanker
BACA JUGA : Hati-Hati, Ternyata 4 Jenis Makanan Ini Bisa Membuat Mudah Tersedak
2. Meredakan stres
Teknik memasak, walau sederhana, dapat membuat prosesnya terlihat menarik dan mengaktifkan pusat otak yang penting.
Para peneliti di Tel Aviv menunjukkan, perilaku dan ritual yang berulang dapat meredakan stres dan kecemasan.
Sementara, menurut Farmer, gerakan fisik selama memasak seperti memotong atau menguleni dapat memberikan manfaat tersebut.
“Aktivitas ketika menggerakkan tangan pasti memiliki kaitan dengan emosi positif dan stres,” katanya.
"Kami percaya ketika orang memasak, ada aktivasi sistem sensorik. Aktivasi itu membawa memori kerja,” ungkap Farmer.
Memori kerja memungkinkan manusia melakukan tugas tanpa kehilangan jejak atau merasa bingung.
Misalnya saat meletakkan bahan-bahan di meja dapur, maka ingat akan ingat sudah mengambil tepung dan tidak mencarinya lagi.
Tindakan kecil tesebut juga dapat mengaktifkan regulasi emosional.
Meskipun bukti penelitian belum cukup kuat.
Di sisi lain, kreativitas dan emosi positif yang timbul saat kita memasak dapat memberikan perasaan interaksi dan hubungan sosial.
Terlebih ketika memberikan masakannya kepada orang lain dan mendapat pujian, tentu ada kebahagiaan tersendiri.
3. Mendatangkan kepuasan
Meskipun penelitian tentang hal ini masih berkembang, beberapa ahli kesehatan mental telah mengaitkan memasak dan kegiatan memanggang dengan hasil positif.
Julie Ohana, seorang terapis seni kuliner di Michigan telah meneliti hubungan antara memasak dengan terapi sejak 20 tahun lalu.
Ohana menemukan, ketika meminta kliennya memasak, mereka benar-benar dapat hadir, menjadi positif, menggembirakan, dan memberdayakan diri.
"Ada pengulangan dan keheningan saat membaca, fokus pada resep, serta menyusun hidangan dengan menggunakan indra," kata Ohana.
"Ketika seseorang bisa mengendalikan hal yang sedang dilakukan, itu terasa sangat memuaskan," tambahnya.
Suatu penelitian mengungkapkan, kemampuan memasak secara positif terkait dengan koneksi keluarga yang lebih baik, kesejahteraan mental yang lebih baik, dan tingkat depresi lebih rendah.
(Kompas.com/Maria Adeline Tiara Putri)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "3 Alasan Orang yang Hobi Masak Lebih Jarang Stres."

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!