TRIBUNJUALBELI.COM - Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, ikan lele bisa menjadi hidangan favorit yang menggoda selera.
Berbagai olahan lele pun sangat mudah ditemukan di sejumlah daerah di Tanah Air.
Namun sayangnya, konsumsi berlebihan ikan air tawar ini ternyata bisa berefek negatif bagi kesehatan.
Picu penyakit jantung
Praktisi medis, Dr Arikawe Adeolu, mengatakan konsumsi lele berlebihan dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit kardiovaskular.
BACA JUGA : Anda Suka Makan Lele? Berhati-hatilah, Dokter Ingatkan Bahayanya
BACA JUGA : Meski Menu Favorit, 5 Risiko Ini Dapat Mengintai Orang-Orang yang Doyan Ikan Lele
Menurut dia, lele mengandung asam lemak omega 6 yang dapat meningkatkan tingkat peradangan dalam tubuh.
"Peradangan adalah penyebab utama penyakit kardiovaskular, kanker jenis tertentu, dan diabetes," kata Adeolu melansir dari Vanguard.
Di sisi lain, lele juga mengandung asam lemak omega 3 yang memiliki banyak manfaat kesehatan.
Omega 3 membantu mengurangi kadar kolesterol jahat serta meningkatkan kolsterol baik dalam darah.
Kandungan omega 3 juga bisa membantu melindungi jantung dan sistem kardiovaskular dari segala bentuk penyakit.
Selain itu, lemak esensial ini dapat membantu mengurangi kuantitas atau konsentrasi zat peradangan dalam tubuh.
Tapi berdasarkan studi, rasio omega 6 pada lele jauh lebih besar daripada asam lemak omega 3.
"Perbandingan antara omega 6 dan omega 3 pada lele sekitar 4:1," jelas Adeolu.
Menurut dia, konsumsi lele dari hasil budi daya lebih berisiko menyebabkan penyakit jantung.
Apalagi mengonsumsi sehari lebih dari 5-6 kali bisa lebih berisiko.
BACA JUGA : Tinggi Kandungan Merkuri, Jenis Ikan Ini Justru Berbahaya Jika Dikonsumsi
BACA JUGA : Turunkan Risiko Jantung dan Stroke dengan Makan Ikan yang Miliki Kandungan Omega 3 Tinggi
Pasalnya, kandungan omega 6 pada lele yang diberi makanan sintetis lebih tinggi ketimbang lele dari sungai.
"Rasio perbandingan kandungan omega 6 dan omega 3 pada lele yang dibudidayakan dan diberi makanan sintetis berubah menjadi sekitar 10:1," terang dia.
Risiko Lain
1. Hipertiroid
Banyaknya peternak lele yang memanfaatkan kotoran baik hewan maupun manusia sebagai makan lele menjadi salah satu penyebab bahaya dalam mengonsumsi ikan lele.
Bahaya yang akan dialami oleh seseorang yang mengonsumsinya yaitu munculnya gangguan pada kelenjar tiroid yang berada di sekitar leher.
Gejala yang akan dialami yaitu leher terasa nyeri, timbulnya peradangan, serta infeksi.
2. Mengandung berbagai macam bakteri aktif
Kebanyakan ikan lele dipelihara dengan cara yang tidak baik seperti kolam yang dibuat di bawah jamban pembuangan kotoran manusia.
Hal tersebut dikarenakan adanya anggapan yang mengatakan bahwa ikan lele merupakan jenis ikan yang mampu bertahan hidup di dalam air kotor dan memakan kotoran manusia.
Namun, nyatanya hal tersebut menyebabkan kualitas gizi pada ikan lele menjadi hilang dan mengandung banyak bakteri termasuk bakteri e-coli yang menyebabkan sakit perut dan diare.
3. Ada yang mengandung logam
Ikan lele yang dipelihara di dalam kolam yang tercemar partikel limbah beracun dengan kandungan logam juga berisiko pada kesehatan orang yang menyantapnya.
Bakteri dan pengendapan logam atau merkuri menyebabkan kanker dan tumbuhnya tumor.
4. Pertumbuhan sel abnormal
Selanjutnya, ikan lele yang dimasak dengan menggunakan minyak bekas pakai secara berulang-ulang berdampak pada terpaparnya radikal bebas yang mengandung asam lemak jenuh yang dapat memicu munculnya sel abnormal dalam DNA tubuh.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ahli Sebut Makan Ikan Lele Bisa Picu Penyakit Jantung",
Penulis : Ariska Puspita Anggraini
Editor : Irawan Sapto Adhi
Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!