0

4 Teknik Menaikkan Lantai Rumah yang Sudah Jadi, Cocok untuk Daerah Rawan Banjir

Penulis: eno tjb
4 Teknik Menaikkan Lantai Rumah yang Sudah Jadi, Cocok untuk Daerah Rawan Banjir

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Masalah banjir masih menjadi persoalan umum di banyak wilayah, terutama saat musim hujan tiba.

Air yang masuk ke dalam rumah tidak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga bisa merusak lantai, perabot, hingga struktur bangunan jika terjadi berulang kali.

Salah satu solusi jangka panjang yang cukup efektif adalah meninggikan lantai rumah yang sudah ada.

Namun, memilih cara meninggikan lantai rumah tidak bisa dilakukan sembarangan.

Setiap metode memiliki karakteristik, tingkat kekuatan, serta kecocokan yang berbeda, tergantung pada kondisi bangunan dan seberapa sering rumah terdampak banjir.

Perencanaan yang matang sangat dibutuhkan agar hasilnya aman, tahan lama, dan tidak menimbulkan masalah baru.

Berikut beberapa metode yang paling umum digunakan untuk menaikkan lantai rumah yang sudah jadi:

Baca Juga : 5 Rekomendasi Lantai Rumah Selain Keramik yang Awet dan Indah Dipandang

1. Urugan Material

Urugan Material

Metode ini termasuk yang paling sering digunakan karena relatif ekonomis dan mudah diterapkan.

Prosesnya dilakukan dengan mengisi permukaan lantai lama menggunakan material urugan seperti tanah, pasir, atau pasir batu.

Setelah itu, material dipadatkan secara bertahap agar tidak mudah turun atau ambles di kemudian hari.

Urugan berfungsi sebagai lapisan dasar yang menopang lantai baru.

Pemadatan menjadi tahap krusial karena menentukan kekuatan dan kestabilan lantai.

Jika pemadatan kurang maksimal, lantai berisiko retak atau bergelombang.

Setelah proses urugan selesai, permukaan akan ditutup dengan lapisan beton tipis atau screed untuk menciptakan lantai yang rata dan siap dipasang keramik.

Metode ini umumnya digunakan untuk peninggian lantai sekitar 10–30 cm, sehingga cocok untuk mengatasi genangan air ringan atau banjir dengan ketinggian rendah.

2. Screed Semen sebagai Lapisan Peninggi

ricky property
 
 
Jual Rumah Tipe 45 Siap Huni Full Furnished Di Wirokerten Banguntapan - Bantul
Rp 485,000,000.00
di-yogyakarta

Screed merupakan campuran semen dan pasir yang diaplikasikan di atas lantai lama sebagai lapisan tambahan.

Metode ini biasanya dipilih jika kebutuhan peninggian lantai tidak terlalu signifikan, misalnya hanya beberapa sentimeter.

Selain berfungsi menaikkan permukaan lantai, screed juga berguna untuk meratakan lantai yang tidak presisi atau bergelombang.

Metode ini sering digunakan sebagai tahap finishing sebelum pemasangan keramik, granit, atau vinyl.

Keunggulan screed terletak pada proses pengerjaan yang relatif cepat dan biaya yang lebih terjangkau.

Namun, metode ini tidak cocok untuk mengatasi banjir dengan ketinggian besar karena daya angkatnya terbatas.

Screed lebih ideal sebagai solusi untuk pencegahan genangan ringan atau rembesan air.

Baca Juga : 7 Hal Penting yang Harus Dicek Sebelum Menambah Lantai Rumah

3. Panel Beton Ringan 

Panel Beton Ringan 

Metode modern yang kini mulai banyak digunakan adalah pemasangan panel beton ringan atau hebel floor panel.

Material ini berupa panel pracetak yang memiliki bobot lebih ringan dibandingkan beton konvensional, sehingga tidak terlalu membebani struktur bangunan lama.

Panel ini biasanya dipasang di atas rangka atau struktur penopang tambahan, kemudian disusun hingga membentuk lantai baru dengan ketinggian tertentu.

Proses pemasangannya cenderung lebih cepat karena minim pekerjaan basah seperti pengecoran.

Keunggulan lainnya adalah waktu pengerjaan yang lebih singkat dan kondisi rumah yang tidak perlu dikosongkan terlalu lama.

Metode ini sangat cocok untuk renovasi rumah lama yang ingin ditingkatkan lantainya tanpa risiko beban berlebih pada struktur.

4. Pengecoran Lantai Beton Baru

Martha Igawati
 
 
Dijual Lelang Rumah Murah 2 Lantai 4KT 2KM SHM Cash Only di Kav Meruya Meruya Utara - Jakarta Barat
Rp 6,450,000,000.00
dki-jakarta

Untuk kondisi banjir yang cukup parah dan sering terjadi, metode paling kuat adalah membuat lantai beton baru di atas lantai lama.

Dalam metode ini, lantai lama dijadikan dasar, kemudian ditambahkan tulangan besi sebelum dilakukan pengecoran beton.

Hasilnya adalah lantai baru yang jauh lebih kokoh dan tahan terhadap tekanan air maupun beban berat.

Metode ini sering diterapkan pada rumah yang berada di kawasan rawan banjir tahunan dengan ketinggian air yang cukup signifikan.

Namun, karena menambah beban bangunan secara keseluruhan, metode ini memerlukan perhitungan struktur yang matang.

Dalam beberapa kasus, perlu dilakukan evaluasi atau penguatan pondasi agar bangunan tetap aman dan tidak mengalami kerusakan di kemudian hari.

(eno/TribunJualBeli.com)