BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Tensioner motor sering dianggap sebagai komponen kecil yang tidak terlalu penting.
Padahal, perannya sangat vital dalam menjaga ketegangan rantai keteng agar tetap stabil saat mesin bekerja.
Jika tensioner mengalami kerusakan, efeknya tidak hanya menimbulkan suara berisik, tetapi juga bisa merusak berbagai komponen mesin.
Kerusakan tensioner umumnya terjadi karena usia pakai, kualitas oli yang buruk, atau jarang dilakukan perawatan.
Jika dibiarkan terlalu lama, dampaknya bisa semakin parah hingga menyebabkan mesin jebol.
Berikut ini lima dampak fatal tensioner motor rusak yang perlu diketahui:
Baca Juga : 4 Hal yang Sering Jadi Biang Kerok Tensioner Motor Melemah
1. Rantai Keteng Menjadi Kendor dan Tidak Stabil
Tensioner yang sudah aus tidak mampu lagi memberikan tekanan yang optimal pada rantai keteng.
Akibatnya, rantai menjadi kendor dan tidak stabil saat mesin berputar.
Kondisi ini membuat kerja komponen dalam mesin tidak lagi presisi.
Jika dibiarkan, rantai keteng yang kendor bisa mempercepat keausan pada bagian lain seperti gear dan noken as.
2. Muncul Suara Kasar dari Mesin
Salah satu tanda sekaligus dampak paling umum adalah suara berisik dari dalam mesin.
Bunyi kletek-kletek biasanya terdengar saat mesin dinyalakan atau ketika langsam.
Suara ini berasal dari rantai keteng yang bergesekan dan bergetar karena tidak ditekan dengan baik oleh tensioner.
Jika tidak segera ditangani, suara akan semakin keras dan mengganggu kenyamanan berkendara.
3. Timing Mesin Menjadi Tidak Sinkron
Baca Juga : Motor Berisik dan Tenaga Loyo? Mungkin Tensionernya Bermasalah! Ini 3 Cirinya
Rantai keteng yang tidak stabil akan mengganggu sinkronisasi antara kruk as dan noken as.
Akibatnya, waktu buka-tutup katup menjadi tidak tepat.
Dampaknya, proses pembakaran di ruang mesin tidak berjalan sempurna.
Motor bisa kehilangan tenaga, tarikan terasa berat, bahkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
4. Risiko Rantai Keteng Loncat Gigi
Ini adalah dampak yang sangat berbahaya. Ketika rantai keteng terlalu kendor, ada kemungkinan rantai tersebut loncat dari posisi semestinya.
Jika sudah loncat gigi, mesin akan kehilangan sinkronisasi secara total.
Dalam kondisi ini, motor bisa tiba-tiba mati atau mengalami kerusakan berat dalam waktu singkat.
5. Mesin Jebol dan Harus Turun Mesin
Dampak paling parah dari tensioner rusak adalah kerusakan mesin secara menyeluruh.
Rantai keteng yang loncat bisa menyebabkan piston bertabrakan dengan klep.
Benturan ini dapat merusak berbagai komponen penting seperti klep bengkok, piston lecet, hingga kepala silinder rusak.
Jika sudah seperti ini, solusi yang harus dilakukan biasanya adalah turun mesin, yang tentu membutuhkan biaya besar.
Oleh karena itu, penting untuk selalu memperhatikan kondisi tensioner dan melakukan perawatan secara rutin agar motor tetap aman, nyaman, dan awet digunakan dalam jangka panjang.
(eno/TribunJualBeli.com)