0

4 Kekurangan Bubut Pulley CVT Motor Matic yang Perlu Dipertimbangkan

Penulis: eno tjb
4 Kekurangan Bubut Pulley CVT Motor Matic yang Perlu Dipertimbangkan

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Bubut pulley CVT menjadi salah satu modifikasi yang cukup populer di kalangan pengguna motor matic.

Tujuannya sederhana, yaitu meningkatkan akselerasi agar tarikan awal terasa lebih ringan dan responsif, terutama saat digunakan di jalanan perkotaan yang padat.

Namun di balik peningkatan akselerasi tersebut, bubut pulley CVT juga memiliki sejumlah kekurangan yang sering kali kurang diperhatikan.

Jika dilakukan tanpa pertimbangan matang, modifikasi ini justru bisa menimbulkan dampak negatif terhadap kenyamanan, keawetan komponen, hingga efisiensi bahan bakar.

Berikut beberapa kekurangan bubut pulley CVT motor matic yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan melakukannya:

Baca Juga : Gir Rasio CVT Motor Matic Rusak? Bisa Jadi Ini 3 Penyebab Sepelenya

1. Mempercepat Keausan Komponen CVT

Pulley CVT yang dibubut akan mengalami perubahan bentuk dan sudut kemiringan dibandingkan standar pabrikan.

Sepeda Motor Bekas
 
 
Motor Yamaha Mio GT tahun 2014 Bekas - Jakarta Timur
Rp 5,300,000.00
dki-jakarta

Perubahan ini membuat sistem CVT bekerja di luar setelan awal yang sudah dirancang untuk keseimbangan antara performa, efisiensi, dan daya tahan.

Akibatnya, komponen CVT seperti v-belt, roller, sliding sheave, hingga rumah roller bisa mengalami gesekan yang lebih besar.

Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi mempercepat keausan komponen.

Pengguna pun harus lebih sering melakukan servis CVT atau mengganti part yang aus, sehingga biaya perawatan menjadi lebih tinggi.

2. Konsumsi Bahan Bakar Cenderung Lebih Boros

Konsumsi Bahan Bakar Cenderung Lebih Boros

Salah satu keluhan yang cukup sering dirasakan setelah bubut pulley CVT adalah konsumsi bahan bakar yang menjadi lebih boros.

Hal ini disebabkan oleh perubahan rasio kerja CVT yang membuat putaran mesin lebih cepat naik, terutama saat akselerasi awal.

Pada kondisi lalu lintas padat dengan stop and go, mesin akan bekerja pada putaran yang lebih tinggi dibandingkan kondisi standar.

Jika digunakan untuk mobilitas harian jarak jauh, dampak boros bahan bakar ini akan semakin terasa dan bisa mengurangi efisiensi yang sebelumnya menjadi keunggulan motor matic.

Baca Juga : Motor Matic Bisa Jebol, Ini 5 Akibat Mengabaikan Kerusakan CVT

3. Top Speed Berpotensi Menurun

Modifikasi bubut pulley CVT umumnya difokuskan untuk meningkatkan akselerasi, bukan kecepatan puncak.

Sepeda Motor Bekas
 
 
Motor Honda Beat tahun 2011 Bekas - Jakarta Timur
Rp 5,400,000.00
dki-jakarta

Karena itu, beberapa pengguna justru merasakan top speed motor menurun atau terasa habis lebih cepat saat dipacu di kecepatan tinggi.

Hal ini terjadi karena jalur pergerakan v-belt menjadi lebih pendek atau tidak maksimal di putaran atas.

Bagi pengguna yang sering melintasi jalanan luar kota atau membutuhkan performa kecepatan tinggi, kondisi ini bisa menjadi kekurangan yang cukup mengganggu.

4. Risiko Getaran dan Suara Kasar pada CVT

Risiko Getaran dan Suara Kasar pada CVT

Kekurangan lain yang perlu diperhatikan adalah munculnya getaran dan suara kasar dari area CVT.

Risiko ini biasanya terjadi jika proses bubut tidak dilakukan dengan presisi, atau tidak diimbangi dengan setelan roller, per CVT, dan v-belt yang sesuai.

Getaran yang terus dibiarkan tidak hanya mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi juga bisa menjadi indikasi adanya ketidakseimbangan pada sistem CVT.

Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini berpotensi merusak komponen lain dan menimbulkan masalah baru pada motor.

Bagi pengguna motor matic harian, sebaiknya mempertimbangkan dengan matang kebutuhan dan kondisi pemakaian sebelum melakukan bubut pulley CVT.

Jika tetap ingin melakukan modifikasi, pastikan dikerjakan oleh bengkel berpengalaman dan diimbangi dengan setelan CVT yang tepat agar dampak negatifnya bisa diminimalkan.

(Eno/TribunJualBeli.com)