BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - CVT (Continuously Variable Transmission) merupakan jantung sistem penggerak pada motor matic.
Komponen ini bertugas menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang secara halus dan efisien tanpa perpindahan gigi manual.
Karena perannya yang sangat penting, kondisi CVT sangat menentukan performa, kenyamanan, dan usia pakai motor matic.
Namun dalam praktiknya, tidak sedikit pengguna motor matic yang menyepelekan kondisi CVT.
Selama motor masih bisa berjalan, kerusakan kerap diabaikan.
Padahal, kebiasaan tersebut bisa berujung pada kerusakan parah hingga membuat motor jebol dan membutuhkan biaya perbaikan besar.
Berikut 5 akibat serius jika kerusakan CVT pada motor matic terus diabaikan:
Baca Juga : CVT Motor Matic Terasa Bergetar? Periksa 3 Komponen Penting Ini
1. Akselerasi Menurun dan Tarikan Terasa Berat
Salah satu dampak paling awal dari CVT bermasalah adalah penurunan akselerasi.
Tarikan motor terasa lebih berat, terutama saat awal jalan atau ketika melewati tanjakan.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh roller CVT yang sudah aus, v-belt yang mulai menipis, atau rumah CVT yang kotor oleh debu dan sisa kampas.
Jika dibiarkan, performa motor akan semakin menurun dan pengalaman berkendara menjadi tidak nyaman.
2. Konsumsi Bahan Bakar Semakin Boros
CVT yang tidak bekerja optimal membuat penyaluran tenaga dari mesin menjadi tidak efisien.
Akibatnya, mesin harus berputar lebih tinggi untuk menghasilkan tenaga yang sama.
Hal ini berdampak langsung pada konsumsi bahan bakar yang menjadi lebih boros.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga mempercepat keausan mesin dan meningkatkan biaya operasional harian.
3. Timbul Bunyi Kasar, Getaran, dan Sentakan
Baca Juga : Awas 5 Kebiasaan Ini Bisa Bikin CVT Motor Matic Cepat Rusak
Kerusakan CVT sering ditandai dengan munculnya bunyi kasar dari area transmisi, terutama saat motor mulai berjalan atau ketika kecepatan rendah.
Selain bunyi, getaran berlebih dan sentakan juga bisa dirasakan oleh pengendara.
Masalah ini umumnya berasal dari kampas ganda yang tidak rata, roller yang tidak presisi, atau komponen CVT yang sudah melewati usia pakai.
Jika terus dibiarkan, kerusakan dapat merembet ke komponen lain dan membuat kondisi CVT semakin parah.
4. Kerusakan Menjalar ke Banyak Komponen
Kerusakan ringan pada CVT seharusnya bisa diatasi dengan perawatan atau penggantian komponen kecil.
Namun jika diabaikan, masalah tersebut dapat menjalar ke berbagai bagian lain.
V-belt berisiko putus, rumah CVT bisa aus, hingga pulley mengalami kerusakan.
Pada tahap ini, biaya perbaikan tidak lagi murah dan waktu pengerjaan pun lebih lama.
5. Risiko Motor Mogok hingga Jebol
Akibat paling fatal dari mengabaikan kerusakan CVT adalah motor mogok secara tiba-tiba di tengah perjalanan.
Ketika v-belt putus atau kampas ganda rusak total, tenaga mesin tidak dapat diteruskan ke roda belakang.
Jika motor tetap dipaksa digunakan dalam kondisi CVT rusak, risiko kerusakan menyeluruh atau jebol semakin besar.
Tak hanya CVT, komponen mesin lain juga bisa ikut terdampak.
Oleh karena itu, lakukan servis CVT secara rutin sesuai anjuran pabrikan dan segera periksa motor jika muncul gejala tidak normal.
Dengan perawatan yang tepat, motor matic akan tetap nyaman digunakan, awet, dan terhindar dari risiko kerusakan berat.
(Eno/TribunJualBeli.com)