BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Pesatnya perkembangan belanja online dan bisnis berbasis pengiriman membuat jasa ekspedisi menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.
Mulai dari kebutuhan pribadi hingga aktivitas jual beli UMKM, hampir semua bergantung pada layanan pengiriman barang.
Namun, di tengah tingginya kebutuhan tersebut, konsumen juga dihadapkan pada risiko maraknya jasa ekspedisi tidak resmi. Biasanya layanan ini menawarkan tarif jauh lebih murah, proses cepat, atau klaim pengiriman tanpa ribet.
Sayangnya, kemudahan tersebut kerap berujung pada kerugian.
Berikut empat akibat yang perlu diwaspadai jika menggunakan jasa ekspedisi tidak resmi:
Baca Juga : Agar Tak Kalah Saing, Ini 6 Strategi Jitu agar Usaha Jasa Ekspedisi Tetap Lancar dan Stabil
1. Risiko Barang Hilang, Rusak, atau Tidak Sampai Tujuan
Akibat paling umum dari penggunaan jasa ekspedisi tidak resmi adalah barang tidak sampai ke penerima.
Hal ini terjadi karena layanan tersebut umumnya tidak memiliki sistem distribusi dan pengawasan yang jelas.
Proses pencatatan barang sering kali dilakukan secara manual atau bahkan tanpa resi resmi, sehingga keberadaan barang sulit dilacak.
Selain hilang, risiko barang rusak juga lebih besar karena tidak adanya standar penanganan dan pengemasan selama proses pengiriman.
Bagi konsumen maupun pelaku usaha, kondisi ini tentu sangat merugikan, terlebih jika barang yang dikirim bernilai tinggi atau bersifat penting.
2. Tidak Ada Perlindungan Konsumen dan Ganti Rugi
Berbeda dengan jasa ekspedisi resmi yang memiliki aturan klaim dan asuransi pengiriman, jasa ekspedisi tidak resmi umumnya tidak memberikan perlindungan kepada konsumen.
Jika terjadi kerusakan, keterlambatan, atau kehilangan barang, konsumen sulit menuntut pertanggungjawaban.
Bahkan, tidak jarang pihak penyedia jasa menghindar atau tidak dapat dihubungi ketika terjadi masalah.
Kondisi ini tentu berisiko besar, terutama bagi pelaku UMKM yang mengandalkan kepercayaan pelanggan dalam setiap pengiriman barang.
Baca Juga : 6 Langkah Membangun Bisnis Jasa Ekspedisi yang Profesional dan Efisien
3. Keamanan Barang dan Data Pribadi Tidak Terjamin
Menggunakan jasa ekspedisi tidak resmi juga membuka risiko terhadap keamanan barang dan data pribadi.
Informasi pengirim dan penerima seperti alamat lengkap, nomor telepon, hingga jenis barang kiriman berpotensi disalahgunakan.
Selain itu, tidak adanya prosedur kerja yang jelas membuat barang rentan tertukar, disalahgunakan, atau dibuka tanpa izin.
Hal ini bisa berdampak pada kerugian materiil maupun menurunnya kepercayaan pelanggan, terutama bagi penjual online.
4. Berpotensi Menimbulkan Masalah Hukum di Kemudian Hari
Akibat lain yang sering luput dari perhatian adalah potensi masalah hukum.
Jasa ekspedisi tidak resmi umumnya tidak memiliki izin usaha, tidak terdaftar, atau tidak memenuhi ketentuan operasional yang berlaku.
Jika terjadi sengketa, penipuan, atau pengiriman barang yang bermasalah, konsumen akan kesulitan mendapatkan perlindungan hukum.
Bahkan dalam kasus tertentu, pengguna jasa juga bisa ikut terseret masalah karena menggunakan layanan yang tidak memiliki legalitas jelas.
Untuk menghindari kerugian, masyarakat disarankan memilih jasa ekspedisi resmi, terdaftar, dan memiliki reputasi baik.
Dengan begitu, keamanan barang lebih terjamin, hak konsumen terlindungi, dan proses pengiriman dapat berjalan dengan lebih aman dan nyaman.
(Eno/TribunJualBeli.com)