BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM – Investasi properti masih menjadi salah satu pilihan favorit bagi masyarakat yang ingin mengamankan aset sekaligus memperoleh keuntungan jangka panjang.
Tak hanya diminati investor berpengalaman, investasi properti juga mulai banyak dilirik oleh pemula karena dinilai relatif stabil dan memiliki potensi nilai yang terus meningkat.
Meski begitu, bagi pemula penting untuk memilih jenis investasi properti yang tepat agar risiko bisa ditekan dan keuntungan tetap optimal.
Mulai dari rumah tinggal hingga ruko, berikut sembilan jenis investasi properti yang paling banyak dipilih dan dianggap menguntungkan bagi pemula:
Baca Juga : Hindari Salah Langkah, Kenali 5 Pentingnya Riset Pasar untuk Investasi Properti
1. Rumah Tinggal
Rumah tinggal merupakan jenis investasi properti yang paling umum dan mudah dipahami.
Permintaannya cenderung stabil karena kebutuhan hunian selalu ada, baik untuk dibeli maupun disewa.
Investor pemula bisa mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga rumah sekaligus pemasukan rutin dari biaya sewa.
2. Rumah Kontrakan
Berbeda dengan rumah tinggal yang disewakan per unit, rumah kontrakan biasanya terdiri dari beberapa pintu dalam satu lahan.
Jenis properti ini cocok untuk pemula yang menginginkan pemasukan bulanan lebih konsisten.
Lokasi yang dekat kawasan industri, kampus, atau perkantoran biasanya memiliki tingkat hunian yang tinggi.
3. Kos-kosan
Kos-kosan menjadi investasi favorit di daerah yang dekat dengan kampus, rumah sakit, atau pusat bisnis.
Modal awal memang cukup besar, namun potensi pendapatan bulanannya relatif stabil.
Bagi pemula, kos-kosan dengan konsep sederhana bisa menjadi langkah awal sebelum mengembangkan properti skala besar.
4. Apartemen
Baca Juga : 7 Strategi Cerdas Mengurangi Risiko Investasi Properti di Tengah Krisis Ekonomi Global
Apartemen banyak diminati di kawasan perkotaan dengan tingkat mobilitas tinggi.
Selain disewakan jangka panjang, apartemen juga bisa disewakan harian atau mingguan.
Bagi pemula, memilih apartemen dengan lokasi strategis dan fasilitas lengkap menjadi kunci agar unit mudah disewakan.
5. Ruko (Rumah Toko)
Ruko merupakan properti multifungsi yang bisa digunakan sebagai tempat usaha sekaligus hunian.
Permintaannya cukup tinggi di kawasan komersial dan pinggir jalan utama.
Nilai sewa ruko cenderung lebih mahal dibanding rumah tinggal, sehingga potensi keuntungannya juga lebih besar.
6. Kios atau Lapak Usaha
Kios atau lapak usaha memiliki harga lebih terjangkau dibanding ruko.
Jenis properti ini cocok untuk pemula dengan modal terbatas yang ingin merasakan investasi properti komersial.
Jika berada di lokasi ramai, kios bisa memberikan pendapatan sewa yang stabil.
7. Tanah Kavling
Tanah kavling menjadi pilihan investasi jangka panjang yang relatif minim perawatan.
Nilai tanah umumnya terus naik seiring perkembangan wilayah.
Pemula bisa membeli tanah di kawasan berkembang dan menjualnya kembali saat harga sudah meningkat.
8. Properti Syariah
Properti berbasis syariah semakin diminati karena menawarkan sistem transaksi tanpa riba.
Jenis investasi ini cocok bagi pemula yang ingin berinvestasi sesuai prinsip syariah.
Selain rumah tinggal, properti syariah juga tersedia dalam bentuk kavling dan kontrakan.
9. Gudang atau Lahan Industri
Gudang dan lahan industri kini mulai dilirik karena pertumbuhan bisnis logistik dan e-commerce.
Properti jenis ini cocok untuk pemula yang ingin diversifikasi investasi di luar hunian.
Meski pasarnya lebih spesifik, potensi sewanya cukup menjanjikan.
Dengan memahami sembilan jenis investasi properti di atas, pemula diharapkan dapat memilih investasi yang sesuai dengan tujuan dan kemampuan, sekaligus membuka peluang keuntungan di masa depan.
(Eno/TribunJualBeli.com)