BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM – Renovasi rumah kerap menjadi solusi untuk meningkatkan kenyamanan hunian, baik karena kebutuhan ruang tambahan, perbaikan bangunan, maupun sekadar menyegarkan tampilan.
Namun di balik manfaatnya, renovasi rumah juga dikenal rawan membuat anggaran membengkak jika tidak direncanakan dengan matang sejak awal.
Banyak pemilik rumah yang awalnya sudah menyiapkan dana tertentu, tetapi di tengah proses renovasi justru harus menambah biaya karena perhitungan yang kurang tepat.
Agar renovasi rumah berjalan lancar tanpa over budget, ada beberapa cara perhitungan biaya yang perlu diperhatikan sejak awal.
Berikut empat cara menghitung biaya renovasi rumah agar anggaran tetap terkendali:
Baca Juga : 6 Cara Efektif Mengatur Anggaran Renovasi Rumah Tanpa Boros
1. Tentukan Lingkup Renovasi Secara Detail
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah menentukan bagian rumah mana saja yang akan direnovasi.
Apakah renovasi hanya sebatas pengecatan ulang, penggantian lantai, penambahan ruang, atau perombakan total struktur bangunan.
Semakin detail lingkup pekerjaan yang ditentukan, semakin mudah pula menghitung estimasi biaya yang dibutuhkan.
Dengan mengetahui secara pasti area yang direnovasi, pemilik rumah bisa menghindari biaya tambahan akibat perubahan rencana di tengah pengerjaan.
2. Hitung Biaya Berdasarkan Luas Bangunan
Salah satu cara paling umum menghitung biaya renovasi rumah adalah berdasarkan luas bangunan yang dikerjakan.
Biaya renovasi biasanya dihitung per meter persegi, tergantung jenis pekerjaan dan kualitas material yang digunakan.
Sebagai gambaran, renovasi ringan tentu membutuhkan biaya lebih rendah dibanding renovasi berat yang melibatkan struktur bangunan.
Dengan metode ini, pemilik rumah bisa mendapatkan gambaran kasar total biaya sejak awal sebelum memutuskan melanjutkan renovasi.
Baca Juga : 7 Kesalahan Umum Saat Renovasi Rumah yang Bisa Bikin Rugi Besar
3. Rinci Biaya Material dan Upah Tukang
Selain menghitung berdasarkan luas bangunan, penting juga untuk merinci biaya material dan upah tenaga kerja.
Harga material seperti semen, pasir, keramik, cat, hingga plafon dapat berbeda-beda tergantung merek dan kualitasnya.
Begitu pula dengan upah tukang yang biasanya disesuaikan dengan tingkat kesulitan pekerjaan dan durasi pengerjaan.
Perincian ini membantu pemilik rumah mengetahui pos biaya terbesar dan menyesuaikannya dengan anggaran yang tersedia.
4. Siapkan Dana Cadangan
Meski perhitungan sudah dilakukan dengan matang, biaya tak terduga tetap bisa muncul saat proses renovasi berjalan.
Misalnya adanya kerusakan tersembunyi pada struktur bangunan atau kebutuhan tambahan material.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebaiknya siapkan dana cadangan sekitar 10–20 persen dari total anggaran renovasi.
Dana cadangan ini berfungsi sebagai pengaman agar renovasi tetap berjalan tanpa harus mengorbankan kualitas pekerjaan.
Dengan menerapkan empat cara perhitungan di atas, renovasi rumah diharapkan bisa berjalan lebih terkontrol, efisien, dan sesuai dengan budget yang telah disiapkan.
(Eno/TribunJualBeli.com)