BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Rumah kayu dikenal memiliki nilai estetika tinggi serta mampu menghadirkan suasana hangat dan alami.
Tak heran jika hingga kini, rumah berbahan kayu masih menjadi pilihan banyak orang, baik untuk hunian utama maupun rumah peristirahatan.
Namun di balik keindahannya, rumah kayu membutuhkan perawatan khusus agar tidak cepat lapuk dan rusak.
Paparan cuaca, kelembapan, serangan rayap, hingga jamur menjadi tantangan utama dalam merawat rumah kayu.
Tanpa perawatan yang tepat, struktur kayu bisa melemah dan usia bangunan menjadi lebih pendek.
Agar rumah kayu tetap kokoh dan awet dalam jangka panjang, berikut tujuh tips perawatan yang perlu diperhatikan:
Baca Juga : Hangat dan Natural, Begini 4 Cara Membangun Rumah Kayu Minimalis yang Menawan
1. Gunakan Jenis Kayu yang Berkualitas
Perawatan rumah kayu sebaiknya dimulai sejak tahap pemilihan material.
Gunakan kayu berkualitas dengan tingkat ketahanan tinggi, seperti jati, ulin, merbau, atau bengkirai.
Jenis kayu ini dikenal lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan serangan hama.
Kayu yang sudah melalui proses pengeringan atau oven juga lebih disarankan karena memiliki kadar air rendah sehingga tidak mudah melengkung atau retak.
2. Lindungi Kayu dengan Lapisan Finishing
Finishing menjadi lapisan pelindung utama pada permukaan kayu.
Gunakan cat, pelitur, atau coating khusus kayu yang mampu melindungi dari air, sinar matahari, dan jamur.
Lapisan ini membantu menjaga warna kayu sekaligus memperpanjang usia pakainya.
Finishing sebaiknya diperbarui secara berkala, terutama pada bagian luar rumah yang langsung terpapar hujan dan panas.
3. Jaga Sirkulasi Udara Tetap Baik
Kelembapan berlebih merupakan musuh utama rumah kayu.
Oleh karena itu, pastikan rumah memiliki sirkulasi udara yang baik agar udara lembap tidak terjebak di dalam ruangan.
Ventilasi yang cukup akan membantu kayu tetap kering dan terhindar dari jamur.
Gunakan jendela yang dapat dibuka lebar atau ventilasi tambahan pada area tertentu, terutama di ruang dengan tingkat kelembapan tinggi.
4. Lakukan Pemeriksaan Secara Berkala
Baca Juga : 4 Kekurangan Rumah Tumbuh, Antara Fleksibilitas dan Tantangan Biaya
Pemeriksaan rutin sangat penting untuk mendeteksi kerusakan sejak dini.
Perhatikan apakah ada tanda-tanda kayu lapuk, retak, atau berubah warna.
Jangan abaikan suara berderak atau serbuk kayu halus yang bisa menjadi indikasi serangan rayap.
Dengan pemeriksaan berkala, perbaikan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kerusakan semakin parah.
5. Cegah dan Kendalikan Serangan Rayap
Cegah dan Kendalikan Serangan Rayap
Rayap menjadi ancaman serius bagi rumah kayu.
Untuk mencegahnya, lakukan treatment anti-rayap sejak awal pembangunan.
Selain itu, hindari menumpuk kayu atau barang lembap di sekitar rumah.
Jika ditemukan tanda serangan rayap, segera lakukan penanganan dengan bahan anti-rayap atau menggunakan jasa profesional agar masalah tidak menyebar ke seluruh struktur bangunan.
6. Hindari Kontak Langsung dengan Air dan Tanah
Kayu yang bersentuhan langsung dengan air atau tanah akan lebih cepat mengalami pelapukan.
Pastikan bagian bawah rumah, tiang, atau dinding kayu memiliki jarak aman dari permukaan tanah.
Gunakan pondasi yang baik dan sistem drainase yang lancar agar air tidak menggenang di sekitar rumah, terutama saat musim hujan.
7. Bersihkan Rumah Kayu Secara Rutin
Membersihkan rumah kayu secara rutin juga termasuk bagian penting dari perawatan.
Gunakan kain kering atau sedikit lembap untuk membersihkan debu dan kotoran.
Hindari penggunaan air berlebihan karena dapat meningkatkan kelembapan pada kayu.
Pembersihan rutin membantu menjaga tampilan rumah tetap bersih sekaligus memudahkan Anda mendeteksi masalah sejak dini.
Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, rumah kayu dapat bertahan lama, tetap kokoh, dan tidak mudah lapuk meski dimakan usia.
(Eno/TribunJualBeli.com)