BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Mendapatkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga rendah merupakan langkah penting untuk memastikan cicilan tetap terkendali sepanjang masa pinjaman.
Dalam jangka waktu belasan hingga puluhan tahun, selisih bunga yang tampak kecil di awal bisa berubah menjadi perbedaan biaya yang sangat besar.
Karena itu, dibutuhkan persiapan matang, perencanaan finansial yang sehat, serta pemilihan program KPR yang paling sesuai.
Lima strategi berikut dapat diterapkan untuk meningkatkan peluang memperoleh KPR dengan bunga yang jauh lebih bersahabat:
Baca Juga : 5 Risiko Membeli Rumah dengan Skema KPR yang Sering Terlewat
1. Memperbaiki dan Memperkuat Riwayat Kredit
Riwayat kredit memiliki peran besar dalam menentukan jenis bunga yang diberikan oleh bank.
Rekam keuangan yang rapi, tanpa keterlambatan pembayaran, serta tanpa tunggakan aktif akan memberikan kesan positif bagi pihak bank.
Semakin lancar riwayat pembayaran kartu kredit, cicilan elektronik, maupun pinjaman lainnya, semakin besar kemungkinan bank menganggap pemohon sebagai debitur yang aman.
Untuk memperkuat profil kredit, seluruh kewajiban finansial sebaiknya diselesaikan tepat waktu, rasio utang dijaga tetap rendah, dan limit kartu kredit tidak dipakai berlebihan.
Skor kredit yang sehat membuat bank lebih yakin untuk menawarkan bunga rendah.
2. Menyediakan Uang Muka (DP) dengan Persentase Lebih Besar
Besarnya uang muka sering menjadi faktor penentu dalam penilaian risiko.
Dengan DP lebih besar, nilai pinjaman otomatis lebih kecil sehingga risiko gagal bayar menurun.
Kondisi ini membuat bank lebih fleksibel dalam memberikan bunga kompetitif.
Uang muka yang tinggi juga mengurangi nilai cicilan bulanan, sehingga beban keuangan menjadi lebih ringan dan stabil untuk jangka panjang.
Selain itu, DP besar membantu mempercepat persetujuan karena bank melihat komitmen yang kuat dari pemohon.
3. Membandingkan Penawaran dari Banyak Bank secara Menyeluruh
Baca Juga : Melunasi KPR Dipercepat, Pemilik Rumah Bisa Rugi? Ini 4 Penjelasannya
Setiap bank menawarkan skema dan kebijakan berbeda, baik dari sisi bunga tetap, bunga mengambang, tenor, maupun biaya tambahan seperti administrasi dan provisi.
Perbandingan menyeluruh sangat penting agar tidak terjebak pada bunga rendah di awal tetapi tinggi setelah masa fixed berakhir.
Sebaiknya lakukan riset mendalam, kunjungi beberapa bank, tanyakan detail simulasi cicilan, serta perhatikan perubahan bunga setelah periode promo.
Dengan memahami perbedaan tersebut, pilihan KPR akan lebih tepat, stabil, dan aman untuk jangka panjang.
4. Memanfaatkan Program Promo dan Subsidi yang Tersedia
Banyak developer bekerja sama dengan bank untuk menyediakan program KPR dengan bunga rendah, cicilan ringan, atau pembebasan biaya tertentu.
Promo semacam ini biasanya muncul pada momen-momen tertentu seperti pameran properti, festival perumahan, atau kerja sama khusus antara bank dan pengembang.
Selain promo, program subsidi pemerintah seperti FLPP, BP2BT, atau Tapera dapat menjadi pilihan menarik bagi yang memenuhi kriteria.
Program subsidi biasanya menawarkan bunga tetap yang jauh lebih rendah dan stabil sepanjang tenor, sehingga total biaya kepemilikan rumah menjadi lebih terjangkau.
5. Menjaga Kondisi Keuangan Tetap Stabil dan Terkendali
Kondisi keuangan yang sehat menjadi pertimbangan utama bagi bank dalam menentukan tingkat bunga.
Penghasilan stabil, arus keuangan tertib, dan kepemilikan tabungan cadangan menunjukkan kemampuan finansial yang kuat.
Bank biasanya menilai laporan rekening beberapa bulan terakhir untuk melihat konsistensi pemasukan dan pengeluaran.
Rasio cicilan juga dianjurkan tetap berada di bawah batas aman, yakni sekitar 30–35% dari total penghasilan.
Semakin stabil keuangan seseorang, semakin besar peluang mendapatkan bunga rendah serta persetujuan yang cepat.
Dengan persiapan matang dan perencanaan finansial yang terukur, beban cicilan jangka panjang dapat ditekan, sehingga kepemilikan rumah menjadi lebih aman, stabil, dan terjangkau.
(Eno/TribunJualBeli.com)