BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Menjaga kondisi rumah tetap prima bukan hanya soal estetika, tetapi juga memastikan keamanan dan kenyamanan penghuni.
Tanpa pemeriksaan rutin, kerusakan kecil yang awalnya tidak terlihat bisa berkembang menjadi masalah serius seperti kebocoran besar, kerusakan struktur, korsleting listrik, hingga biaya perbaikan yang membengkak.
Karena itu, sangat penting untuk mengetahui langkah-langkah sederhana dalam menilai kondisi rumah secara mandiri.
Dengan empat langkah berikut, kamu bisa lebih mudah memantau kesehatan rumah dan melakukan tindakan cepat sebelum kerusakan menjadi semakin parah:
Baca Juga : Tak Nyaman dan Berbahaya, Begini 4 Dampak Rumah Tidak Layak Huni terhadap Penghuninya
1. Periksa Struktur Bangunan Secara Menyeluruh
Struktur bangunan adalah fondasi utama yang menentukan apakah sebuah rumah masih aman dihuni.
Mulailah dengan mengecek dinding, apakah terdapat retakan, tonjolan, atau bagian yang terasa kopong ketika diketuk.
Retakan halus biasanya disebabkan oleh perubahan suhu dan masih tergolong wajar, tetapi retakan besar, terutama yang berbentuk diagonal atau mengikuti kusen pintu, dapat menjadi tanda adanya pergeseran tanah atau masalah pada pondasi.
Selain dinding, perhatikan juga lantai apakah ada bagian yang turun, terasa tidak rata, atau muncul celah antara keramik.
Cek juga kusen pintu dan jendela, jika tiba-tiba sulit ditutup, bisa jadi struktur bangunan mengalami perubahan.
Pemeriksaan rutin pada bagian ini membantu mencegah kerusakan lebih besar yang berisiko mengganggu stabilitas rumah.
2. Cek Atap dan Plafon dari Kebocoran atau Kerusakan
Atap adalah pelindung utama rumah dari cuaca luar, sehingga kondisinya harus benar-benar terjaga.
Kebocoran kecil yang dibiarkan dapat merembet dan merusak plafon, rangka kayu, bahkan instalasi listrik di dalam rumah.
Periksa secara visual bagian atap, terutama genteng yang terlihat bergeser, pecah, atau talang air yang tersumbat daun dan kotoran.
Dari bagian dalam rumah, perhatikan apakah plafon menunjukkan tanda-tanda seperti bercak kecokelatan, cat yang mulai menggelembung, atau bau lembap yang tidak biasa.
Jika plafon berbahan gypsum, area yang terkena rembesan biasanya akan melengkung atau rapuh saat disentuh.
Semakin cepat kerusakan ditemukan, semakin kecil risiko kerusakan lanjutan seperti jamur atau keropos yang sulit diperbaiki.
Baca Juga : 6 Ciri Utama Rumah Tidak Layak Huni, dari Struktur Rapuh hingga Ventilasi Buruk
3. Evaluasi Sistem Kelistrikan dan Pipa Air
Sistem kelistrikan dan perpipaan sering menjadi sumber masalah yang tidak mudah terlihat, karena sebagian besar berada di balik dinding dan plafon.
Untuk instalasi listrik, perhatikan apakah ada stop kontak yang panas, sakelar yang mengeluarkan percikan kecil, atau lampu yang sering mati meski sudah diganti.
Kondisi tersebut dapat menandakan kabel yang longgar atau instalasi yang mulai menua dan berpotensi menyebabkan korsleting.
Pada sistem air, periksa tanda-tanda kebocoran di sekitar wastafel, bawah bak cuci piring, belakang kloset, atau pipa yang menempel pada dinding.
Biasanya kebocoran kecil menunjukkan noda lembap, tumbuhnya jamur kecil, atau munculnya bau pengap.
Jika dibiarkan, kerusakan ini dapat menyebabkan dinding rapuh, cat mengelupas, hingga melemahkan struktur bangunan.
Pemeriksaan berkala bisa mencegah perbaikan besar yang biayanya jauh lebih tinggi.
4. Amati Kondisi Pintu, Jendela, dan Ventilasi Rumah
Bagian pintu dan jendela juga tidak boleh diabaikan karena berpengaruh pada keamanan serta kenyamanan sirkulasi udara.
Cek apakah engsel berkarat, kusen berubah bentuk akibat kelembapan, atau ada celah yang memungkinkan air ataupun serangga masuk.
Pintu dan jendela yang tiba-tiba macet bisa menandakan adanya pergeseran struktur ringan atau kerusakan pada kusen.
Selain itu, perhatikan ventilasi di setiap ruangan.
Ventilasi yang tertutup debu, kotoran, atau jamur akan mengurangi perputaran udara, mengakibatkan ruangan menjadi lembap dan tidak sehat.
Untuk memastikan kualitas udara tetap baik, bersihkan ventilasi secara berkala dan pastikan tidak ada hambatan yang memblokir aliran udara.
Langkah sederhana ini menjaga rumah tetap segar dan mencegah berbagai kerusakan akibat lembap berlebih.
(Eno/TribunJualBeli.com)