BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Mengerem motor tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena setiap teknik yang salah dapat memengaruhi keseimbangan, jarak henti, hingga keselamatan berkendara.
Banyak kecelakaan terjadi karena pengendara kurang memahami cara kerja rem motor dan bagaimana tubuh harus beradaptasi ketika menurunkan kecepatan.
Oleh karena itu, menguasai teknik pengereman yang tepat sangat penting, baik bagi pengendara baru maupun yang sudah berpengalaman.
Dengan memahami panduan berikut, kamu bisa berkendara lebih aman, percaya diri, dan siap menghadapi berbagai kondisi jalan:
Baca Juga : Hati-Hati di Jalan! Kenali 6 Penyebab Rem Motor Blong Sebelum Terlambat
1. Gunakan Rem Depan dan Belakang Secara Seimbang
Rem depan memiliki daya henti lebih besar karena saat motor mengerem, beban otomatis berpindah ke bagian depan.
Meski begitu, bukan berarti rem belakang tidak diperlukan.
Kombinasikan keduanya untuk mendapatkan pengereman yang kuat sekaligus stabil.
Rem depan membantu memperlambat motor secara efektif, sementara rem belakang menjaga agar motor tidak goyang atau kehilangan arah.
Tekan kedua rem secara bertahap, jangan langsung menarik rem depan terlalu keras agar ban tidak terkunci, terutama jika motor belum dilengkapi ABS.
Teknik ini penting dikuasai agar motor berhenti lebih cepat namun tetap aman.
2. Hindari Mengerem Mendadak Tanpa Persiapan
Mengerem tiba-tiba adalah salah satu penyebab utama motor tergelincir atau oleng, terutama di jalan basah atau berpasir.
Pengendara wajib memperkirakan situasi di depan dan menjaga jarak aman agar tidak terpaksa menekan rem secara mendadak.
Ketika menghadapi situasi yang mengharuskan mengurangi kecepatan, lakukan pengereman secara bertahap: mulai dari menutup gas, mengurangi kecepatan perlahan, baru menekan rem lebih kuat.
Kebiasaan ini membantu ban tetap mendapat traksi yang cukup dan mengurangi risiko tergelincir.
Selain itu, pengereman bertahap membuat pengendara lain di belakang punya cukup waktu untuk bereaksi.
3. Posisikan Badan Tetap Stabil Saat Mengerem
Baca Juga : 7 Teknik Mengerem Motor Matik yang Benar saat Jalan Turun
Saat menekan rem, tubuh otomatis terdorong ke depan karena efek gaya inersia.
Jika tubuh tidak siap, pengendara bisa kehilangan keseimbangan, bahkan terpeleset dari jok.
Karena itu, kunci utamanya adalah menjaga postur tetap stabil.
Rilekskan bahu, genggam stang dengan mantap namun tidak kaku, dan tahan beban tubuh menggunakan lengan.
Posisikan kaki tetap menapak dengan baik ke footstep agar motor lebih terkontrol.
Dengan tubuh yang stabil, distribusi beban tetap seimbang sehingga motor bisa mengerem dengan halus tanpa goyangan berlebihan.
4. Kurangi Kecepatan Sebelum Masuk Tikungan
Kesalahan yang sering dilakukan pengendara adalah mengerem ketika sudah berada di dalam tikungan.
Hal ini membuat motor sulit mempertahankan traksi karena ban harus bekerja ekstra untuk menikung dan mengurangi kecepatan sekaligus.
Cara yang benar adalah mengurangi kecepatan terlebih dahulu sebelum masuk tikungan, lalu pertahankan gas secara lembut saat berada di dalam tikungan.
Dengan teknik ini, ban punya traksi penuh untuk mengikuti jalur, dan motor tidak mudah tergelincir
Jika terpaksa mengerem di dalam tikungan, lakukan dengan tekanan sangat ringan agar motor tidak kehilangan grip.
5. Kenali Karakter Rem Motor yang Kamu Gunakan
Setiap motor memiliki sistem rem dengan karakteristik berbeda.
Motor dengan ABS memberi bantuan agar ban tidak terkunci meski rem ditekan keras, sedangkan motor dengan CBS secara otomatis membagi pengereman depan dan belakang.
Ada pula motor yang masih menggunakan rem tromol yang cenderung lebih halus namun butuh tekanan lebih kuat. Mengenali karakteristik ini sangat penting agar kamu bisa menyesuaikan gaya pengereman.
Uji respons rem di area aman untuk mengetahui seberapa sensitifnya.
Dengan memahami karakter rem motor, kamu bisa mengatur tekanan rem dengan lebih tepat di setiap kondisi.
(Eno/TribunJualBeli.com)