BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Membeli apartemen baru sering kali menjadi langkah besar bagi banyak orang, baik untuk tempat tinggal maupun investasi jangka panjang.
Namun, di balik kemewahan dan kenyamanan yang ditawarkan, pembelian apartemen juga bisa membawa risiko jika tidak dilakukan dengan cermat.
Bagi pembeli pertama, keputusan membeli apartemen tidak hanya soal selera atau lokasi strategis, tetapi juga menyangkut aspek legalitas, reputasi pengembang, hingga kemampuan finansial jangka panjang.
Kesalahan kecil di awal bisa berujung pada penyesalan besar di kemudian hari.
Agar terhindar dari masalah dan bisa mendapatkan hunian yang benar-benar sesuai kebutuhan, berikut 6 tips penting yang wajib diperhatikan pembeli apartemen baru untuk pertama kali:
Baca Juga : 4 Rahasia Sukses Mengelola Bisnis Apartemen di Era Modern
1. Cek Legalitas dan Status Tanah Apartemen
Langkah pertama yang paling penting adalah memastikan legalitas proyek dan status lahan tempat apartemen dibangun.
Pastikan pengembang memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB), serta izin peruntukan lahan yang jelas.
Tanah apartemen biasanya berstatus HGB, bukan hak milik pribadi, sehingga penting untuk mengetahui jangka waktu izinnya.
Jangan ragu meminta dokumen resmi atau menanyakan langsung kepada notaris atau agen properti yang berkompeten.
Dengan memeriksa legalitas sejak awal, kamu bisa menghindari risiko proyek mangkrak atau sengketa lahan yang sering terjadi pada apartemen baru.
2. Pilih Pengembang yang Kredibel dan Berpengalaman
Reputasi pengembang menjadi faktor penentu keberhasilan proyek apartemen.
Sebelum memutuskan membeli, lakukan riset sederhana tentang track record pengembang, seperti proyek apa saja yang pernah mereka bangun, bagaimana kualitas bangunannya, serta ketepatan waktu serah terima unit.
Pengembang besar dan berpengalaman biasanya memiliki manajemen proyek yang solid dan komitmen kuat terhadap konsumen.
Sebaliknya, pengembang baru tanpa rekam jejak jelas lebih berisiko mengalami keterlambatan pembangunan atau masalah keuangan di tengah jalan.
Kamu bisa mencari ulasan di internet, forum properti, atau media sosial untuk memastikan kredibilitas pengembang yang kamu incar.
3. Sesuaikan dengan Kondisi Keuangan dan Gaya Hidup
Baca Juga : Agar Tidak Salah Langkah, Hindari 8 Kesalahan Saat Membeli Apartemen
Apartemen bukan sekadar tempat tinggal, tapi juga komitmen finansial jangka panjang.
Karena itu, penting untuk menghitung kemampuan keuangan dengan realistis.
Pertimbangkan harga unit, uang muka (DP), cicilan KPA (Kredit Pemilikan Apartemen), serta biaya tambahan seperti service charge, parkir, dan perawatan fasilitas.
Idealnya, total cicilan bulanan tidak melebihi 30–35% dari penghasilan tetap.
Selain itu, pastikan lokasi dan fasilitas apartemen sesuai dengan gaya hidupmu.
Jika kamu bekerja di pusat kota, memilih apartemen yang dekat dengan transportasi umum bisa jadi pilihan cerdas untuk efisiensi waktu dan biaya.
4. Tinjau Langsung Lokasi dan Kualitas Bangunan
Jangan tergiur hanya dengan brosur atau gambar promosi.
Selalu kunjungi langsung lokasi proyek untuk melihat progres pembangunan dan kualitas bahan yang digunakan.
Perhatikan detail seperti kualitas dinding, sistem kelistrikan, tata letak unit, ventilasi udara, serta pencahayaan alami.
Lokasi yang strategis juga harus diimbangi dengan akses jalan yang baik, keamanan lingkungan, dan fasilitas umum di sekitarnya seperti sekolah, rumah sakit, serta pusat perbelanjaan.
Langkah ini penting agar kamu tahu kondisi nyata di lapangan dan tidak merasa kecewa saat unit selesai dibangun.
5. Pahami Isi Perjanjian dan Proses Serah Terima
Sebelum menandatangani surat pemesanan unit (SPU) atau perjanjian jual beli (PPJB), baca setiap klausul dengan teliti.
Pastikan tidak ada poin yang merugikan, terutama soal jadwal serah terima, spesifikasi bangunan, serta hak dan kewajiban masing-masing pihak.
Jika perlu, konsultasikan isi perjanjian dengan ahli hukum atau notaris untuk memastikan semua berjalan sesuai aturan.
Hindari terburu-buru membayar uang muka sebelum dokumen dan jadwal pembangunan jelas.
Selain itu, pastikan juga prosedur serah terima unit dilakukan secara resmi, lengkap dengan berita acara dan pengecekan kondisi fisik apartemen.
6. Jangan Abaikan Potensi Nilai Investasi
Bagi sebagian orang, membeli apartemen juga merupakan bentuk investasi jangka panjang.
Karena itu, pertimbangkan potensi kenaikan nilai properti di masa depan.
Apartemen yang berlokasi di kawasan berkembang, dekat transportasi umum seperti MRT atau LRT, serta memiliki fasilitas lengkap biasanya memiliki prospek kenaikan harga yang lebih tinggi.
Selain itu, unit di lantai menengah dengan pemandangan baik dan arah hadap yang ideal juga cenderung lebih diminati di pasar sekunder.
Ingat, apartemen yang baik bukan hanya tentang tampilan, tapi juga soal keamanan hukum, kredibilitas pengembang, dan perencanaan finansial yang matang.
(Eno/TribunJualBeli.com)