BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Ketika berbicara soal keamanan berkendara, sistem pengereman selalu menempati posisi paling krusial.
Sayangnya, banyak pengendara hanya fokus pada kampas rem dan minyak rem, tanpa memperhatikan salah satu komponen penting yang perannya tak kalah vital yaitu selang rem.
Selang rem merupakan jalur utama yang menghubungkan tuas rem dengan kaliper, berfungsi menyalurkan tekanan hidrolik agar kampas dapat mencengkeram cakram.
Komponen ini memang terlihat sederhana, namun kondisinya sangat menentukan apakah rem bekerja optimal atau justru gagal total.
Masalahnya, kerusakan pada selang rem sering kali tidak terlihat secara kasat mata.
Padahal, ketika selang mulai bocor, retak, atau melemah, efeknya bisa langsung terasa pada performa pengereman.
Dalam kondisi ekstrem, kerusakan kecil ini dapat berujung pada rem blong dan menyebabkan kecelakaan serius.
Agar bisa lebih waspada, berikut enam ciri selang rem motor yang sudah waktunya diganti sebelum membahayakan di jalan:
Baca Juga : Mengenal 4 Fungsi Penting Selang Rem pada Sistem Pengereman Motor
1. Rem Terasa Lembek dan Tidak Seimbang
Tanda paling umum selang rem mulai bermasalah adalah ketika tuas rem terasa lebih lembek dari biasanya.
Saat ditekan, rem terasa tidak seimbang atau perlu ditekan lebih dalam baru bisa bereaksi.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kebocoran kecil di selang atau adanya udara yang masuk ke dalam sistem hidrolik.
Akibatnya, tekanan yang seharusnya dikirim ke kaliper berkurang dan daya cengkeram rem menurun drastis.
Jika dibiarkan, gejala ini bisa berkembang menjadi rem blong terutama saat motor digunakan di jalan menurun atau dalam kecepatan tinggi.
2. Permukaan Selang Retak, Getas, atau Menggelembung
Secara visual, selang rem yang sudah rusak sering menunjukkan tanda-tanda seperti retakan kecil, tekstur mengeras, atau bahkan menggelembung ketika tuas rem ditekan.
Gelembung ini merupakan sinyal bahwa lapisan dalam selang sudah melemah dan tidak mampu menahan tekanan minyak rem dengan baik.
Jika tekanan terlalu besar, selang bisa pecah sewaktu-waktu, kondisi yang jelas sangat berbahaya ketika sedang berkendara.
Pemeriksaan rutin sangat disarankan, terutama bagi motor yang sering dipakai harian di bawah panas matahari atau melewati jalur berdebu.
3. Ada Rembesan Minyak Rem di Sekitar Selang
Kebocoran minyak rem, sekecil apa pun, tidak boleh diabaikan.
Biasanya kebocoran muncul di sekitar sambungan selang ke kaliper atau master rem.
Rembesan ini bisa menyebabkan tekanan hidrolik berkurang dan membuat minyak rem cepat habis.
Selain itu, minyak rem bersifat korosif dan dapat merusak cat motor jika dibiarkan menetes tanpa dibersihkan.
Begitu menemukan bekas minyak di sekitar area rem, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Mengganti selang jauh lebih murah daripada menanggung risiko rem gagal total.
4. Umur Pemakaian Sudah Melebihi Batas Aman
Baca Juga : 7 Tips Merawat Selang Rem Cakram Motor untuk Performa Pengereman Maksimal
Selang rem tidak bisa dipakai selamanya.
Material karet atau sintetis di dalamnya memiliki masa pakai terbatas.
Umumnya, produsen merekomendasikan penggantian selang setiap 3 hingga 5 tahun, tergantung frekuensi dan kondisi penggunaan motor.
Bagi motor yang sering digunakan dalam cuaca panas, jalan menanjak, atau perjalanan jauh, usia selang bisa lebih pendek.
Panas dan tekanan berulang membuat material mudah rapuh.
Mengganti selang secara berkala bukan hanya soal performa, tapi juga soal keselamatan jangka panjang.
5. Tuas Rem Harus Ditekan Dalam Baru Bereaksi
Jika tuas rem terasa seperti kosong di awal dan baru bekerja setelah ditekan dalam, bisa jadi tekanan minyak rem tidak sampai sepenuhnya ke kaliper.
Hal ini sering disebabkan oleh udara yang masuk ke dalam sistem atau selang yang sudah melemah sehingga menahan sebagian tekanan di dalamnya.
Selain berbahaya, gejala ini juga mengurangi kenyamanan berkendara, terutama saat harus melakukan pengereman cepat di kondisi darurat.
6. Warna Selang Kusam dan Struktur Mengeras
Seiring waktu, selang rem akan mengalami perubahan warna menjadi kusam atau kekuningan.
Permukaannya pun bisa terasa kaku saat disentuh.
Tanda ini menunjukkan bahwa lapisan karet di dalam selang mulai mengeras akibat paparan panas mesin dan sinar matahari.
Selang yang mengeras tidak lagi fleksibel dalam menahan tekanan, sehingga berpotensi pecah kapan saja.
Penggantian selang dengan bahan berkualitas tinggi seperti braided stainless steel bisa menjadi solusi jangka panjang karena lebih tahan panas dan tekanan tinggi.
Ingat, keselamatan selalu lebih berharga daripada biaya perbaikan.
Pastikan selang rem tetap dalam kondisi terbaik sebelum menyalakan mesin dan melaju ke jalan raya.
(Eno/TribunJualBeli.com)