0

Mau Pakai Genteng Beton untuk Rumah Tinggal? Pertimbangkan Dulu 4 Kekurangannya Berikut Ini

Penulis: eno tjb
Mau Pakai Genteng Beton untuk Rumah Tinggal? Pertimbangkan Dulu 4 Kekurangannya Berikut Ini

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Genteng merupakan salah satu elemen penting dalam membangun rumah.

Fungsinya bukan hanya untuk melindungi dari panas dan hujan, tapi juga memengaruhi tampilan estetika hunian secara keseluruhan.

Dalam beberapa tahun terakhir, genteng beton mulai populer karena dianggap lebih kuat, tahan lama, dan modern dibandingkan genteng tanah liat tradisional.

Namun, sebelum kamu memutuskan untuk menggunakan genteng beton, penting untuk memahami bahwa setiap jenis bahan bangunan selalu punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Banyak orang terlanjur memilih hanya karena melihat tampilannya yang elegan tanpa mempertimbangkan konsekuensinya di kemudian hari.

Agar kamu tidak salah langkah, berikut ini empat kekurangan genteng beton yang perlu kamu pikirkan matang-matang sebelum memakainya untuk rumah tinggal:

Baca Juga : Lebih Kuat dan Tahan Lama, Ini 4 Alasan Genteng Beton Mulai Jadi Favorit Arsitek Modern

1. Bobotnya Lebih Berat dari Jenis Genteng Lain

SAFANA PROPERTY
 
 
Jual Rumah Minimalis Simple Tipe 140 Bekas Dekat Exit Tol - Malang
Rp 1,500,000,000.00
jawa-timur

Salah satu kekurangan utama genteng beton terletak pada bobotnya yang cukup berat.

Rata-rata, satu genteng beton memiliki berat sekitar 4–5 kilogram.

Bayangkan jika atap rumahmu membutuhkan ribuan lembar genteng, total bebannya bisa mencapai beberapa ton!

Bobot berat ini mengharuskan kamu menggunakan struktur atap yang ekstra kuat.

Rangka atap dari baja ringan atau kayu berkualitas tinggi menjadi pilihan yang wajib, bukan opsional.

Jika konstruksi tidak dihitung dengan cermat, bisa saja terjadi penurunan struktur, retakan pada plafon, atau bahkan kebocoran di titik-titik sambungan atap.

Selain itu, pemasangan genteng beton juga memerlukan tenaga ahli agar distribusi beban merata.

Prosesnya memakan waktu lebih lama dibandingkan pemasangan genteng metal atau aspal. Jadi, jangan heran jika biaya pengerjaannya pun jadi lebih tinggi.

2. Warna Mudah Pudar Akibat Cuaca Ekstrem

Warna Mudah Pudar Akibat Cuaca Ekstrem

Keunggulan genteng beton yang bisa dicat dengan berbagai warna sering menjadi daya tarik utama bagi pemilik rumah modern.

Namun, perlu diketahui bahwa warna cat pada genteng beton cenderung mudah pudar seiring waktu, terutama di daerah dengan intensitas sinar matahari tinggi dan curah hujan besar.

Suhu ekstrem siang-malam menyebabkan proses ekspansi dan kontraksi pada permukaan beton, sehingga lapisan cat perlahan-lahan mengelupas.

Dalam waktu 3–5 tahun, warna genteng bisa tampak kusam dan tidak lagi menarik seperti baru dipasang.

Untuk menjaga tampilan tetap segar, kamu perlu melakukan perawatan tambahan seperti pengecatan ulang atau pelapisan dengan coating pelindung UV.

Sayangnya, ini berarti ada biaya perawatan rutin yang harus disiapkan, sesuatu yang mungkin tidak disadari banyak orang saat pertama kali memilih genteng beton.

Baca Juga : 5 Tips Memilih Genteng Beton Terbaik untuk Hunian Nyaman

3. Daya Serap Air Masih Cukup Tinggi

Febi Wastu
 
 
Dijual Rumah Tipe 65 Baru Dekat Jalan Raya Borobudur Dan Candi Borobudur - Magelang
Rp 605,000,000.00
jawa-tengah

Meski terlihat padat dan kuat, genteng beton sebenarnya memiliki pori-pori kecil di permukaannya.

Jika tidak dilapisi bahan pelindung atau tidak melalui proses finishing yang sempurna, genteng jenis ini bisa menyerap air hujan.

Akibatnya, ketika curah hujan tinggi, air dapat meresap dan menyebabkan kelembapan di bagian bawah genteng.

Dalam jangka panjang, kelembapan ini dapat memicu pertumbuhan lumut dan jamur, bahkan bisa menimbulkan rembesan yang mengotori plafon rumah.

Produsen genteng beton berkualitas biasanya sudah melapisi produknya dengan lapisan anti-air (waterproof coating), tapi tetap saja, daya tahannya bisa berkurang seiring usia pakai.

Karena itu, penting untuk memilih produk dari merek terpercaya dan memeriksa ulang kondisi atap setiap beberapa tahun agar tidak terjadi kebocoran.

4. Harga dan Biaya Pemasangan Relatif Lebih Mahal

Harga dan Biaya Pemasangan Relatif Lebih Mahal

Banyak yang mengira genteng beton merupakan pilihan ekonomis karena awet dan tahan lama.

Namun, kalau dihitung secara keseluruhan, biaya penggunaan genteng beton bisa lebih tinggi dibandingkan genteng tanah liat atau metal.

Pertama, harga per lembarnya memang lebih mahal. Kedua, bobotnya yang berat membuat proses pengiriman dan pemasangan membutuhkan tenaga serta waktu lebih banyak.

Ketiga, struktur atap harus dibuat lebih kokoh, yang artinya kamu perlu rangka dengan material kuat dan jumlah batang baja ringan lebih banyak.

Selain itu, pemasangan genteng beton tidak bisa dilakukan sembarangan.

Diperlukan pekerja berpengalaman agar hasilnya presisi dan tidak ada celah yang bisa menyebabkan bocor di musim hujan.

Semua faktor ini menambah total biaya konstruksi rumahmu.

Walaupun setelah terpasang genteng beton bisa bertahan puluhan tahun, kamu tetap perlu memperhitungkan investasi awal yang cukup besar agar tidak kaget di tengah proyek pembangunan.

Intinya, pilihlah jenis genteng sesuai dengan kebutuhan, desain rumah, dan kemampuan anggaran agar hunianmu tidak hanya indah, tapi juga fungsional dan tahan lama.

(Eno/TribunJualBeli.com)