BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Dalam pembangunan rumah, banyak orang hanya fokus pada desain, material, dan tata ruang interior.
Padahal, ada satu aspek penting yang sering kali diabaikan, yaitu sistem drainase.
Drainase berfungsi sebagai jalur pembuangan air hujan maupun limbah rumah tangga agar tidak menggenang di sekitar rumah.
Genangan air yang dibiarkan dapat menimbulkan berbagai masalah, mulai dari kerusakan struktur bangunan, munculnya kelembapan berlebih, hingga risiko banjir kecil di halaman.
Drainase yang dirancang dengan baik bukan hanya menjaga kenyamanan, tetapi juga memperpanjang umur bangunan.
Berikut empat jenis sistem drainase yang umum digunakan dan bisa menjadi pilihan tepat untuk hunian:
Baca Juga : Agar Rumah Sehat dan Nyaman, Hindari 5 Kesalahan Penataan Ini
1. Drainase Permukaan
Drainase permukaan adalah sistem yang paling sederhana dan paling sering digunakan di kawasan perumahan.
Sistem ini berupa saluran terbuka atau parit kecil yang dibangun di sekitar rumah untuk mengalirkan air hujan menjauh dari bangunan.
Keunggulan drainase permukaan adalah biaya pembuatannya relatif murah dan perawatannya mudah.
Namun, sistem ini membutuhkan pembersihan rutin agar saluran tidak tersumbat oleh sampah, dedaunan, atau endapan tanah.
Jika tersumbat, air bisa kembali menggenang dan menyebabkan halaman becek.
2. Drainase Bawah Permukaan
Berbeda dengan drainase permukaan, sistem ini ditempatkan di bawah tanah dan biasanya menggunakan pipa khusus.
Drainase bawah permukaan berfungsi menyalurkan air dari tanah atau lapisan bawah menuju tempat pembuangan.
Jenis ini sangat bermanfaat pada lahan yang rawan becek, curah hujan tinggi, atau tanah dengan daya serap rendah.
Dengan adanya drainase bawah permukaan, kelembapan tanah di sekitar pondasi dapat berkurang sehingga pondasi lebih terjaga kekuatannya.
Namun, biaya pemasangan drainase ini cenderung lebih tinggi dan membutuhkan tenaga profesional agar sistem berjalan efektif.
Baca Juga : 10 Cara Praktis Mewujudkan Rumah Sehat untuk Seluruh Keluarga
3. Drainase Sumur Resapan
Sumur resapan adalah salah satu jenis drainase ramah lingkungan yang sekaligus berfungsi menjaga keseimbangan air tanah.
Sistem ini dibuat dengan menggali sumur yang dilengkapi material berpori agar air hujan dapat terserap kembali ke dalam tanah.
Selain mencegah banjir, sumur resapan juga membantu meningkatkan cadangan air tanah yang sangat penting di daerah perkotaan.
Keunggulan lain dari sumur resapan adalah mendukung konsep rumah hijau dan berkelanjutan.
Namun, sumur resapan perlu dibuat dengan perhitungan yang tepat, baik dari segi kedalaman maupun luas, agar mampu menampung volume air sesuai kebutuhan.
4. Drainase Kombinasi
Drainase kombinasi adalah sistem yang menggabungkan lebih dari satu jenis drainase, misalnya saluran permukaan yang terhubung dengan pipa bawah tanah, kemudian dialirkan ke sumur resapan.
Sistem ini dianggap paling efektif karena mampu menyalurkan air secara cepat sekaligus menjaga lingkungan tetap seimbang.
Drainase kombinasi biasanya diterapkan pada hunian modern atau perumahan yang ingin memberikan perlindungan maksimal terhadap bangunan.
Meski membutuhkan biaya lebih besar, hasil yang didapat sebanding karena sistem ini bisa meminimalisir risiko banjir sekaligus menjaga kelembapan tanah.
Dengan sistem drainase yang tepat, hunian akan lebih nyaman, sehat, dan terhindar dari berbagai risiko seperti banjir, kelembapan berlebih, hingga kerusakan pondasi.
(Eno/TribunJualBeli.com)