BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Bagi sebagian pengendara, mematikan motor menggunakan standar samping (side stand switch) memang terasa lebih praktis.
Fitur ini dirancang agar mesin langsung mati ketika standar samping diturunkan, sehingga motor tidak melaju tanpa sengaja saat parkir.
Fungsinya memang bagus untuk meningkatkan keamanan, terutama agar pengendara tidak lupa menaikkan standar sebelum berkendara.
Namun, tahukah kamu jika terlalu sering mematikan motor menggunakan standar samping justru bisa menimbulkan dampak negatif?
Banyak orang menganggap kebiasaan ini sepele, padahal berpotensi merusak komponen motor secara perlahan.
Misalnya saat standar samping diturunkan secara mendadak, tegangan aki akan tiba-tiba turun dan tidak stabil.
Berikut adalah dampak terlalu sering mematikan motor dengan standar samping.
1. Saklar Standar Cepat Rusak
Setiap kali standar samping diturunkan, saklar akan bekerja untuk memutus aliran listrik ke mesin.
Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, saklar akan cepat aus atau longgar.
Akibatnya, bisa muncul masalah seperti motor sulit menyala atau mesin mati mendadak walaupun standar sudah dinaikkan.
Penggantian saklar tentu membutuhkan biaya tambahan yang sebenarnya bisa dihindari dengan kebiasaan sederhana.
BACA JUGA: 5 Dampak Memakai Knalpot Racing untuk Motor Harian
2. Komponen Kelistrikan Jadi Lebih Cepat Aus
Mematikan motor dengan standar samping berarti kelistrikan motor langsung diputus secara mendadak.
Hal ini berbeda dengan mematikan motor lewat kunci kontak, di mana aliran listrik berhenti lebih teratur.
Kebiasaan ini bisa membuat komponen kelistrikan seperti relay, sekring, hingga ECU bekerja lebih keras.
Dalam jangka panjang, kerusakan kecil bisa menumpuk dan akhirnya mengganggu performa motor.
3. Aki Jadi Lebih Cepat Soak
Aki termasuk komponen yang terpengaruh akibat kebiasaan ini.
Memutus arus listrik secara mendadak membuat beban aki menjadi tidak stabil.
Akibatnya, aki berpotensi soak lebih cepat dari umur normalnya.
Jika sudah rusak, penggantian aki tentu cukup menguras kantong, terutama untuk motor injeksi yang sangat bergantung pada pasokan listrik dari aki.
4. Mesin dan Sistem Injeksi Bisa Terganggu
Pada motor injeksi, ECU (Electronic Control Unit) memiliki peran penting dalam mengatur suplai bahan bakar dan udara.
Jika mesin sering dimatikan dengan standar samping, ECU tidak sempat memutus sistem secara bertahap.
Kebiasaan ini bisa menimbulkan error kecil pada sistem injeksi.
Seperti mesin brebet, sulit dihidupkan, atau konsumsi bahan bakar jadi tidak stabil.
BACA JUGA: Inilah 5 Solusi Mengatasi Motor Injeksi yang Brebet tanpa Harus Bongkar Mesin
Mematikan motor dengan standar samping memang praktis, tapi sebaiknya jangan dijadikan kebiasaan utama.
Gunakanlah kunci kontak sebagai cara utama mematikan motor, sementara standar samping cukup dijadikan fitur tambahan untuk keamanan saat parkir. (*)
(Ilham/Tribunjualbeli.com)