BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Cuaca hujan yang disertai angin kencang sering menjadi tantangan besar bagi pengendara motor.
Jalan yang licin, jarak pandang terbatas, serta tiupan angin yang datang tiba-tiba dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Tidak sedikit pengendara yang terpaksa menepi karena merasa tidak mampu melawan kondisi cuaca buruk.
Meski begitu, ada kalanya perjalanan memang tidak bisa ditunda. Untuk itu, penting mengetahui cara berkendara yang benar agar tetap aman.
Berikut empat cara yang dapat diterapkan:
Baca Juga : 5 Cara Cerdas dan Aman Melewati Genangan Air Saat Berkendara Motor
1. Gunakan Perlengkapan Berkendara yang Tepat
Perlengkapan berkendara bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan.
Saat hujan berangin, jas hujan model setelan lebih aman dipakai daripada ponco yang mudah berkibar terkena angin.
Helm full face atau helm dengan visor bening sangat disarankan agar pandangan tidak terganggu oleh air hujan maupun embun.
Sarung tangan juga berguna menjaga pegangan tetap kuat meski setang basah, sedangkan sepatu anti-slip mencegah kaki terpeleset ketika menapak di jalan.
Dengan perlengkapan yang lengkap, pengendara bisa lebih percaya diri menghadapi kondisi cuaca yang buruk.
2. Kendalikan Kecepatan Motor
Salah satu kunci berkendara aman di tengah hujan dan angin adalah menjaga kecepatan tetap stabil.
Jangan memaksakan diri melaju terlalu cepat, karena jalan basah sangat rawan menyebabkan ban kehilangan cengkeraman.
Angin kencang juga bisa membuat motor tiba-tiba oleng, terutama jika melewati jalan terbuka tanpa penghalang.
Menjaga kecepatan rendah memberi waktu lebih banyak untuk bereaksi, sekaligus mengurangi risiko terjatuh.
Selain itu, hindari melakukan pengereman mendadak.
Gunakan rem secara perlahan dan bertahap agar ban tidak tergelincir di permukaan jalan yang licin.
Baca Juga : 5 Trik Aman Berkendara Motor di Jalan Licin
3. Hindari Genangan Air dan Waspadai Jalan Licin
Genangan air sering kali menutupi lubang jalan atau permukaan yang rusak. Jika nekat melintasinya, motor bisa kehilangan keseimbangan.
Lebih berbahaya lagi, genangan dalam bisa menyebabkan mesin motor kemasukan air dan mati mendadak.
Selain itu, ada risiko aquaplaning, yaitu kondisi di mana ban motor kehilangan daya cengkeram karena melaju di atas lapisan air.
Oleh karena itu, selalu waspada saat melewati genangan.
Jika memungkinkan, pilih jalur yang lebih aman, kurangi kecepatan, dan hindari mengerem mendadak di area licin.
4. Jaga Jarak Aman dengan Kendaraan Lain
Hujan dan angin membuat situasi jalan menjadi lebih sulit diprediksi.
Air hujan dapat mengurangi jarak pandang, sementara angin bisa menggeser posisi motor secara tiba-tiba.
Karena itu, menjaga jarak lebih lebar dengan kendaraan di depan sangatlah penting. Jarak aman memberi ruang cukup jika kendaraan lain melakukan pengereman mendadak.
Selain itu, dengan menjaga jarak, pengendara bisa terhindar dari cipratan air yang mengganggu visibilitas.
Ingat, dalam kondisi jalan basah, jarak pengereman motor menjadi lebih panjang dibanding saat jalan kering.
Namun, perlu diingat bahwa keselamatan adalah prioritas utama.
Jika kondisi cuaca terlalu ekstrem, menepi sejenak atau menunda perjalanan adalah pilihan terbaik.
Bagaimanapun juga, lebih baik tiba terlambat daripada tidak pernah sampai tujuan.
(Eno/TribunJualBeli.com)