BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Kopling merupakan salah satu komponen penting dalam sistem transmisi motor manual.
Perannya sangat vital, yaitu menghubungkan dan memutus putaran mesin ke transmisi, sehingga pengendara bisa mengatur kecepatan dan tenaga secara optimal.
Namun, meskipun sangat penting, banyak pengendara motor manual yang kurang memahami cara penggunaan kopling yang benar.
Akibatnya, usia pakai kopling bisa jauh lebih pendek dari yang seharusnya.
Padahal, jika digunakan dengan benar, kopling bisa bertahan bertahun-tahun tanpa perlu penggantian.
Yang perlu diketahui, kerusakan pada kopling seringkali bukan karena kualitas barang yang buruk, melainkan karena kebiasaan berkendara yang salah dan dilakukan terus-menerus tanpa disadari.
Beberapa kebiasaan ini bahkan dianggap wajar oleh sebagian orang, padahal justru bisa mempercepat keausan dan merusak komponen kopling secara permanen.
Berikut adalah lima perilaku umum pengendara yang tanpa sadar bisa merusak kopling motor manual:
Baca Juga : 6 Tanda Kampas Kopling Motor Mulai Aus, Waspadai Sebelum Terlambat!
1. Menahan Tuas Kopling Terus-Menerus Saat Berhenti atau Jalan Pelan
Kebiasaan ini paling sering dilakukan oleh pengendara yang sering menghadapi lalu lintas padat atau macet.
Saat berhenti di lampu merah atau saat melaju pelan dalam kemacetan, banyak pengendara menahan tuas kopling dalam posisi setengah ditekan sambil menarik gas.
Meski terlihat praktis untuk menjaga motor tetap bergerak pelan, setengah kopling menyebabkan kampas kopling terus-menerus bergesekan dengan plat.
Gesekan ini menghasilkan panas berlebih dan mempercepat keausan kampas.
Jika terus dilakukan, kampas kopling akan menjadi tipis dan akhirnya kehilangan daya cengkeram.
Gejalanya bisa berupa kopling selip, perpindahan gigi menjadi kasar, atau motor kehilangan tenaga saat akselerasi.
Saat berhenti total, lepaskan tuas kopling dan posisikan gigi netral.
Saat berjalan pelan, usahakan tetap menggunakan gigi yang sesuai dan tidak menahan kopling terlalu lama.
2. Sering Menggunakan Setengah Kopling Saat Menanjak
Saat menghadapi tanjakan, terutama di jalanan padat atau saat parkir, sebagian pengendara menggunakan setengah kopling sambil menarik gas agar motor tidak mundur.
Teknik ini memang membantu menjaga motor tetap melaju pelan saat tanjakan, tapi sangat merusak kopling jika dilakukan terus-menerus.
Setengah kopling di tanjakan membuat kampas dan plat kopling bekerja ekstra keras dalam kondisi beban berat.
Akibatnya, panas berlebih pun timbul dan mempercepat kerusakan.
Selain membuat kampas aus, hal ini juga bisa menyebabkan bau hangus khas kampas terbakar, dan dalam jangka panjang mempengaruhi komponen transmisi lainnya.
Gunakan rem belakang untuk menahan motor saat berhenti di tanjakan, dan segera lepaskan kopling secara penuh begitu motor mulai bergerak.
3. Menarik Tuas Kopling Saat Tidak Diperlukan
Ada juga kebiasaan menarik atau menahan tuas kopling saat motor sedang melaju, bahkan ketika tidak sedang berpindah gigi.
Hal ini sering dilakukan secara tidak sadar, terutama oleh pemula yang merasa lebih aman jika selalu siaga di tuas kopling.
Padahal, menarik tuas kopling saat tidak perlu berarti memutus putaran mesin ke roda belakang, sehingga membuat motor kehilangan torsi dan tenaga.
Selain membahayakan saat berkendara, hal ini juga mempercepat keausan pada bagian mekanis kopling, seperti pegas kopling dan plat tekan.
Gunakan kopling hanya saat ingin melakukan perpindahan gigi.
Biarkan tuas kopling bebas saat motor sedang melaju di satu gigi yang sesuai.
Baca Juga : 5 Cara Rawat Kopling Motor agar Awet dan Tak Mudah Rusak
4. Salah Teknik Saat Ganti Gigi
Perpindahan gigi yang tidak halus atau terlalu cepat, terutama tanpa menyesuaikan putaran mesin, bisa menyebabkan tekanan berlebih pada kopling.
Begitu juga saat menurunkan gigi secara tiba-tiba di kecepatan tinggi tanpa menyesuaikan putaran roda, bisa membuat kopling menanggung beban yang tidak seimbang.
Jika dilakukan secara terus-menerus, kebiasaan ini akan menyebabkan kopling cepat aus dan perpindahan gigi terasa kasar atau tersendat.
Bahkan dalam beberapa kasus ekstrem, bisa menyebabkan kerusakan pada gear ratio dan sistem transmisi secara keseluruhan.
Selalu sesuaikan perpindahan gigi dengan kecepatan dan putaran mesin.
Tarik kopling sepenuhnya saat mengganti gigi, lalu lepas perlahan setelah gigi masuk.
5. Jarang Servis Berkala dan Mengganti Oli Mesin
Khusus pada motor dengan kopling basah, kampas kopling direndam dalam oli mesin agar tetap terlumasi dan tidak cepat aus.
Jika oli mesin jarang diganti, maka pelumasan tidak optimal, dan kampas kopling akan bekerja dalam kondisi gesekan kering.
Hal ini memicu peningkatan suhu, keausan cepat, dan turunnya performa kopling.
Tak hanya itu, partikel logam dari kampas kopling yang aus juga bisa mencemari oli dan merusak komponen mesin lainnya.
Lakukan penggantian oli mesin secara rutin sesuai jadwal servis, dan gunakan oli berkualitas yang sesuai spesifikasi motor.
Padahal jika digunakan dengan bijak dan dirawat secara berkala, kopling bisa bertahan hingga puluhan ribu kilometer tanpa masalah.
Selain lebih irit biaya perawatan, kopling yang sehat juga membuat motor lebih nyaman, responsif, dan aman saat dikendarai.
(Eno/TribunJualBeli.com)