0

Jangan Disepelekan! Ini 4 Efek Buruk V-Belt Kendor pada Motor Matik

Penulis: eno tjb
Jangan Disepelekan! Ini 4 Efek Buruk V-Belt Kendor pada Motor Matik

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Motor matik memang dikenal praktis dan nyaman dikendarai, terutama untuk kebutuhan harian di perkotaan.

Namun, di balik kemudahannya, terdapat sistem transmisi yang cukup kompleks, salah satunya adalah CVT (Continuously Variable Transmission).

Salah satu komponen utama dalam sistem CVT adalah V-belt, sabuk penghubung yang menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang secara otomatis.

Meski letaknya tersembunyi, kondisi V-belt sangat menentukan performa motor matik.

Sayangnya, banyak pemilik motor kurang menyadari pentingnya V-belt dan cenderung mengabaikannya hingga timbul masalah.

Salah satu kondisi yang kerap terjadi adalah V-belt kendor atau aus, yang bisa menimbulkan berbagai gangguan saat berkendara.

Berikut ini adalah penjelasan lengkap tentang 4 dampak buruk yang bisa terjadi jika V-belt motor matik dibiarkan kendor, serta mengapa kamu harus segera mengambil tindakan sebelum kerusakan makin parah:

Baca Juga : 8 Tips Merawat V-belt Motor Matik Agar Tetap Awet

1. Akselerasi Motor Jadi Lemah dan Tersendat

Akselerasi Motor Jadi Lemah dan Tersendat

Salah satu gejala paling umum ketika V-belt kendor adalah motor terasa berat saat ditarik gas.

Akselerasi jadi tidak responsif, terutama saat memulai dari posisi diam atau saat menanjak.

Hal ini terjadi karena daya putar dari mesin tidak tersalurkan dengan optimal ke roda belakang akibat gesekan V-belt yang tidak maksimal.

Jika dibiarkan, performa motor matik akan terus menurun dan kamu akan merasa tidak nyaman, terutama saat digunakan dalam lalu lintas padat atau perjalanan jarak jauh.

2. Muncul Suara Berdecit atau Berisik dari CVT

V-belt yang kendor dapat menyebabkan gesekan yang tidak normal di dalam rumah CVT.

Deni
 
 
Dijual Motor Bekas, Yamaha Mio Z 125, Tahun 2016, Plat Ab Sleman, Pajak On, Plat baru sampai 2027 - Yogyakarta
Rp 6,500,000.00
di-yogyakarta

Akibatnya, kamu bisa mendengar suara decitan, gesekan kasar, atau bunyi berisik lainnya saat motor dijalankan.

Suara ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga merupakan sinyal bahwa komponen dalam CVT mulai bekerja tidak seimbang.

Jika suara ini diabaikan, bisa terjadi kerusakan lanjutan pada komponen lain seperti pulley atau roller.

Baca Juga : 5 Tips Ampuh Agar V-Belt Motor Matic Tidak Mudah Selip

3. Konsumsi BBM Menjadi Lebih Boros

Konsumsi BBM Menjadi Lebih Boros

Ketika V-belt tidak bekerja optimal, mesin harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga yang sama.

Artinya, bahan bakar yang digunakan juga akan lebih banyak.

Dengan kata lain, V-belt yang kendor bisa membuat efisiensi konsumsi bahan bakar turun drastis.

Jadi, jika motor matik kamu terasa makin boros padahal tidak ada perubahan gaya berkendara, bisa jadi ini disebabkan oleh kondisi V-belt yang sudah aus atau kendur.

4. Potensi Kerusakan Komponen Lain di Area CVT

V-belt yang tidak kencang bisa menyebabkan distribusi tenaga yang tidak stabil di dalam sistem transmisi.

Deni
 
 
Dijual Motor Bekas, Yamaha Nmax Old, Tahun 2019, KM 46 Ribuan, Pajak On - Yogyakarta
Rp 12,700,000.00
di-yogyakarta

Akibatnya, komponen lain seperti pulley, roller, bahkan kampas kopling bisa ikut terdampak dan rusak lebih cepat dari seharusnya.

Selain itu, jika dibiarkan terlalu lama, V-belt bisa putus tiba-tiba di tengah jalan, yang tentu saja sangat berbahaya dan merepotkan.

Penggantian mendadak di bengkel bisa menghabiskan waktu dan biaya tambahan, apalagi jika kerusakan sudah merembet ke komponen lainnya.

Dengan melakukan perawatan rutin dan mengenali tanda-tanda V-belt bermasalah sejak dini, kamu bisa menjaga performa motor matik tetap prima setiap hari.

(Eno/TribunJualBeli.com)