0

4 Tips Merawat Injeksi Motor Matik Supaya Tetap Irit dan Bertenaga

Penulis: eno tjb
4 Tips Merawat Injeksi Motor Matik Supaya Tetap Irit dan Bertenaga

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Motor matik kini menjadi kendaraan pilihan utama banyak orang, terutama di perkotaan.

Praktis, mudah dikendarai, dan hemat bahan bakar adalah beberapa alasan mengapa motor jenis ini begitu digemari.

Apalagi dengan sistem injeksi yang lebih modern dibandingkan karburator, motor matik bisa memberikan efisiensi bahan bakar yang lebih baik sekaligus performa yang responsif.

Namun, seiring waktu, banyak pengguna motor matik yang mengeluhkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros atau tenaga motor terasa menurun.

Masalah ini bisa disebabkan oleh kurangnya perawatan pada sistem injeksi.

Padahal, merawat sistem injeksi tidak sulit dan bisa dilakukan secara berkala agar motor tetap irit, bertenaga, dan awet digunakan dalam jangka panjang.

Berikut adalah empat tips penting yang bisa diterapkan untuk merawat sistem injeksi motor matik agar performanya tetap optimal:

Baca Juga : Jangan Sampai Telat Tahu! Ini 5 Indikasi Throttle Body Motor Mulai Rusak

1. Gunakan Bahan Bakar dengan Oktan yang Sesuai

Gunakan Bahan Bakar dengan Oktan yang Sesuai

Salah satu cara paling dasar namun penting dalam merawat sistem injeksi adalah memilih bahan bakar dengan nilai oktan yang sesuai.

Setiap motor matik memiliki standar oktan tersendiri, biasanya tercantum dalam buku manual.

Rata-rata motor matik injeksi membutuhkan bensin dengan RON minimal 90.

Menggunakan bahan bakar beroktan rendah di bawah rekomendasi pabrikan bisa menyebabkan pembakaran tidak sempurna.

Akibatnya, ruang bakar akan cepat kotor oleh karbon sisa pembakaran, yang kemudian membuat tenaga mesin menurun dan konsumsi BBM meningkat.

Lebih buruknya lagi, endapan tersebut bisa merusak komponen injeksi dalam jangka panjang.

Sebaliknya, bahan bakar dengan oktan sesuai atau lebih tinggi akan membantu sistem injeksi bekerja optimal.

Pembakaran lebih sempurna, tenaga motor terjaga, dan konsumsi bensin pun tetap irit.

2. Bersihkan Injektor Secara Berkala

Injektor merupakan komponen vital dalam sistem bahan bakar injeksi.

Deni
 
 
Dijual Motor Bekas, Yamaha Mio Z 125, Tahun 2016, Plat Ab Sleman, Pajak On, Plat baru sampai 2027 - Yogyakarta
Rp 6,500,000.00
di-yogyakarta

Fungsinya adalah menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar dengan tekanan tinggi dan takaran yang sangat presisi.

Jika injektor kotor, mampet, atau semprotan tidak merata, maka pembakaran pun menjadi tidak efisien.

Gejala injektor yang sudah kotor bisa dirasakan saat motor terasa brebet, susah hidup, tenaga menurun, atau boros bahan bakar.

Oleh karena itu, penting untuk membersihkan injektor secara berkala, umumnya setiap 10.000 hingga 15.000 km, tergantung kondisi penggunaan.

Pembersihan injektor sebaiknya dilakukan di bengkel yang memiliki alat khusus seperti injector cleaner atau ultrasonic cleaner.

Pembersihan ini akan menghilangkan kerak atau sumbatan yang mengganggu kerja injektor, sehingga aliran bahan bakar kembali normal dan performa motor meningkat.

3. Rutin Membersihkan dan Mengganti Filter Udara

Rutin Membersihkan dan Mengganti Filter Udara

Baca Juga : 5 Tips Membersihkan Throttle Body Motor dengan Mudah, Aman, dan Bebas Error

Sistem injeksi bekerja berdasarkan campuran udara dan bahan bakar yang seimbang.

Untuk itu, suplai udara bersih sangatlah penting. Di sinilah peran filter udara menjadi krusial.

Filter ini berfungsi menyaring udara dari kotoran dan debu sebelum masuk ke ruang bakar.

Jika filter udara kotor atau mampet, maka aliran udara akan terhambat.

Ini akan menyebabkan ECU (Electronic Control Unit) membaca kondisi udara yang salah, sehingga jumlah bahan bakar yang disemprotkan menjadi tidak pas.

Akibatnya, konsumsi BBM menjadi boros dan tenaga motor pun melemah.

Disarankan untuk membersihkan filter udara setiap 5.000 km.

Namun, jika motor sering dipakai di jalan berdebu atau macet, pembersihan perlu dilakukan lebih sering.

Jika filter sudah rusak atau terlalu kotor, sebaiknya langsung diganti dengan yang baru.

4. Lakukan Tune-Up Berkala

Tune-up adalah proses perawatan menyeluruh terhadap mesin dan sistem injeksi motor.

Deni
 
 
Dijual Motor Bekas, Yamaha Nmax Old, Tahun 2019, KM 46 Ribuan, Pajak On - Yogyakarta
Rp 12,700,000.00
di-yogyakarta

Prosedur ini mencakup pengecekan berbagai sensor injeksi, throttle body, kondisi busi, tegangan baterai, hingga reset ECU jika diperlukan.

Semua komponen ini saling terhubung dalam sistem injeksi, sehingga jika ada yang tidak berfungsi optimal, maka performa keseluruhan motor akan terpengaruh.

Tune-up secara rutin membantu menjaga kerja injeksi tetap presisi, pembakaran tetap sempurna, dan konsumsi BBM tetap irit.

Selain itu, tune-up juga bisa mendeteksi masalah sejak dini sebelum komponen rusak lebih parah dan menyebabkan biaya servis yang lebih mahal.

Idealnya, motor matik dengan sistem injeksi sebaiknya menjalani tune-up setiap 6 bulan sekali atau mengikuti jadwal servis berkala dari pabrikan.

Pastikan tune-up dilakukan di bengkel tepercaya yang memiliki peralatan lengkap dan teknisi berpengalaman.

Jangan menunggu hingga motor terasa berat atau boros bahan bakar.

Lakukan perawatan sejak dini agar motor matik kamu selalu dalam kondisi prima, siap digunakan untuk aktivitas harian tanpa bikin kantong jebol karena sering isi bensin atau servis mendadak.

(Eno/TribunJualBeli.com)