BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Throttle body merupakan salah satu komponen vital dalam sistem injeksi bahan bakar pada motor modern.
Fungsinya sangat penting, yaitu mengatur jumlah udara yang masuk ke dalam ruang bakar.
Udara yang masuk ini kemudian dicampur dengan bahan bakar untuk menghasilkan pembakaran yang efisien.
Jika throttle body mengalami kerusakan atau gangguan, maka performa motor bisa terganggu secara signifikan.
Oleh karena itu, mengenali gejala awal kerusakan throttle body sangat penting agar motor tetap dalam kondisi prima dan tidak mengalami kerusakan lanjutan yang lebih serius.
Berikut ini lima indikasi umum yang menandakan bahwa throttle body mulai mengalami kerusakan:
Baca Juga : 5 Tips Membersihkan Throttle Body Motor dengan Mudah, Aman, dan Bebas Error
1. Putaran Mesin Tidak Stabil
Salah satu gejala awal yang paling mudah dikenali adalah putaran mesin yang tidak stabil ketika motor dalam posisi idle atau diam.
Mesin bisa tiba-tiba bergetar, rpm naik turun tanpa sebab yang jelas, bahkan bisa mati mendadak saat berhenti di lampu merah atau dalam kemacetan.
Gejala ini sering kali disebabkan oleh penumpukan karbon atau kotoran pada bagian dalam throttle body, sehingga menghambat aliran udara yang seharusnya mengalir lancar ke ruang bakar.
Ketika volume udara terganggu, campuran udara dan bahan bakar menjadi tidak seimbang dan menyebabkan mesin bekerja tidak optimal.
2. Respon Gas Menjadi Tersendat atau Tidak Responsif
Throttle body yang bermasalah juga dapat menyebabkan respon gas menjadi tidak akurat.
Saat tuas gas diputar, kendaraan terasa lambat merespons atau bahkan tersendat.
Akselerasi menjadi tidak mulus dan bisa menimbulkan sensasi tersentak saat motor mulai bergerak.
Hal ini bisa terjadi karena sensor posisi throttle (TPS) tidak bekerja dengan baik, atau karena throttle valve tersangkut dan tidak dapat membuka dan menutup sebagaimana mestinya.
Ketika komponen ini tidak bekerja secara optimal, maka pengaturan udara ke ruang bakar terganggu dan berdampak langsung pada performa mesin.
3. Lampu Check Engine Menyala
Baca Juga : Jangan Sepelekan! Ini 5 Fungsi Filter Udara untuk Performa Motor
Lampu indikator check engine yang menyala di panel instrumen spedometer juga bisa menjadi pertanda bahwa throttle body mengalami gangguan.
Ketika ECU (Electronic Control Unit) mendeteksi adanya ketidaksesuaian data antara throttle position sensor dan jumlah udara yang masuk, sistem akan memberikan peringatan dalam bentuk nyala lampu indikator.
Meskipun lampu ini bisa menyala karena banyak hal, throttle body adalah salah satu komponen yang paling sering menjadi penyebabnya.
Pemeriksaan menggunakan alat scanner OBD diperlukan untuk membaca kode kesalahan dan memastikan sumber masalah secara tepat.
4. Konsumsi Bahan Bakar Menjadi Lebih Boros
Throttle body motor yang tidak bekerja dengan baik dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam rasio campuran udara dan bahan bakar.
Jika udara yang masuk terlalu sedikit karena adanya penyumbatan atau sensor yang rusak, maka sistem injeksi akan menambahkan lebih banyak bahan bakar untuk menyesuaikan pembakaran.
Akibatnya, konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dari biasanya.
Jika pengisian bahan bakar terasa lebih sering meskipun rute dan gaya berkendara tidak berubah, maka besar kemungkinan throttle body motor mulai mengalami gangguan.
5. Penurunan Tenaga Mesin
Gejala lain yang juga cukup sering ditemui adalah menurunnya tenaga mesin.
Motor akan terasa lebih berat saat digunakan untuk menanjak, menyalip, atau saat pedal gas diinjak lebih dalam.
Hal ini menunjukkan bahwa suplai udara ke dalam ruang bakar tidak mencukupi karena throttle body tidak membuka dengan optimal.
Akibatnya, proses pembakaran di dalam mesin tidak berlangsung dengan efisien dan tenaga yang dihasilkan menjadi berkurang.
Mengenali tanda-tanda tersebut sejak dini sangat penting agar kerusakan tidak berlanjut dan biaya perbaikan bisa ditekan.
Melakukan pemeriksaan dan pembersihan throttle body secara berkala menjadi langkah pencegahan terbaik untuk menjaga kondisi motor tetap prima.
(Eno/TribunJualBeli.com)