0

7 Kebiasaan Buruk Penyebab Tulang Cepat Keropos di Usia Muda

Penulis: Lilyana Siradj
7 Kebiasaan Buruk Penyebab Tulang Cepat Keropos di Usia Muda

TRIBUNJUALBELI.COM - Tujuh kebiasaan buruk penyebab tulang cepat keropos di usia muda.

Tulang keropos seiring bertambahnya usia mungkin adalah hal yang wajar.

Kerusakan pada tulang, umumnya akan terjadi karena tulang menanggung beban aktivitas harian selama berpuluh-puluh tahun.

Baca juga: Cara Mencegah Skoliosis, Kelainan Tulang yang Diderita Selebgram Fuji

Selain itu, semakin menua kepadatan tulang memang akan lebih rendah.

Kondisi ini dapat menyebabkan osteoporosis dan meningkatkan risiko patah tulang.

Sehingga, menurut National Council on Aging, menjaga kekuatan dan kesehatan tulang menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia.

Meskipun penelitian menunjukkan bahwa olahraga teratur dapat meningkatkan kesehatan tulang, rupanya ini saja tidak cukup.

Kebiasaan buruk yang dilakukan berulang setiap hari ternyata dapat merusak tulang dengan lebih cepat, bahkan di usia muda.

Melansir eatthis, inilah 7 kebiasaan buruk yang dapat melemahkan dan membuat tulang cepat keropos.

Minum alkohol secara berlebihan

Kalsium adalah mineral penting yang menyediakan fondasi struktural untuk tulang.

Minum alkohol berlebih menghalangi penyerapan kalsium, sehingga mencegah penyerapan mineral baik, dan akan melemahkan tulang.

Bagi wanita, Institut Nasional Penyalahgunaan Alkohol dan Alkoholisme merekomendasikan maksimal satu minuman per hari, dan untuk pria, maksimal dua minuman per hari.

Terlalu banyak mengonsumsi minuman bersoda

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingginya kadar asam fosfat dalam soda dapat meningkatkan ekskresi kalsium dari tubuh, yang berpotensi melemahkan tulang seiring waktu dan menyebabkan patah tulang.

Untuk mendukung kesehatan tulang, pertimbangkan untuk mengurangi asupan minuman manis dan bersoda.

Sebaliknya, pilihlah minuman yang lebih sehat seperti air putih, teh herbal, atau alternatif yang diperkaya kalsium seperti susu nabati yang diperkaya atau jus jeruk.

Pilihan ini memberikan hidrasi dan nutrisi penting seperti kalsium dan vitamin D, yang penting untuk kekuatan tulang dan kesehatan secara keseluruhan.

Merokok

Sebuah studi tahun 2021 mengungkapkan bahwa bahan kimia berbahaya dalam asap tembakau dapat mengganggu proses normal remodeling tulang, yang menyebabkan pengeroposan dan kerapuhan tulang.

Selain itu, merokok dikaitkan dengan berkurangnya aliran darah ke tulang, yang selanjutnya dapat menyebabkan melemahnya tulang.

Meskipun berhenti merokok merupakan sebuah tantangan, hal ini penting untuk melindungi kesehatan dan mengurangi risiko patah tulang.

Melupakan konsumsi sumber kalsium

Menurut National Institutes of Health (NIH), kalsium adalah bahan pembangun penting bagi tulang.

Kekurangan kalsium dapat melemahkan tulang seiring berjalannya waktu.

Memasukkan produk susu seperti yogurt, susu, dan keju dapat membantumu dalam memenuhi kebutuhan kalsium harian.

Kekurangan kalsium dapat menyebabkan kondisi seperti osteoporosis, membuat tulang rapuh dan rentan patah.

Namun, menurut Klinik Cleveland, menjaga keseimbangan sangatlah penting, karena asupan kalsium yang berlebihan melalui suplemen dapat berdampak buruk pada kesehatan.

Terlalu banyak mengonsumsi garam

Studi menunjukkan bahwa asupan natrium yang tinggi dapat menyebabkan hilangnya kalsium, sehingga dapat melemahkan tulang.

Perhatikan asupan garam dengan mengurangi makanan olahan dan membumbui makanan dengan bumbu dan rempah-rempah.

Selain itu, fokuslah untuk mengonsumsi makanan kaya kalium seperti pisang, jeruk, dan kentang, karena kalium membantu tubuhmu mengeluarkan kelebihan natrium, yang dapat meningkatkan kesehatan tulang.

Tidak berolahraga secara teratur

Aktivitas fisik, terutama olahraga menahan beban seperti berjalan kaki atau angkat beban, sangat penting dalam membangun dan menjaga kepadatan tulang.

Saat kamu melakukan aktivitas ini, penelitian menunjukkan bahwa tulang akan beradaptasi dengan menjadi lebih kuat dan padat.

Kondisi ini yang akan mengurangi risiko patah tulang dan osteoporosis.

Ahli menyarankan untuk melakukan olahraga mingguan dengan intensitas sedang setidaknya 150 menit, seperti jalan cepat, menari, atau bersepeda.

Terlalu banyak duduk

Gaya hidup yang tidak banyak bergerak dapat berdampak buruk pada kesehatan tulang, mengurangi kepadatan dan kekuatan tulang.

Duduk dalam waktu lama, seperti bekerja di kantor atau terlalu sering menatap layar, dapat meningkatkan risiko masalah terkait tulang, dan masalah kesehatan lainnya.

Untuk mengatasi hal ini, lakukan upaya sadar untuk menghentikan duduk dalam waktu lama dengan gerakan singkat sepanjang hari.

Aktivitas sederhana seperti berdiri, melakukan peregangan, atau berjalan kaki selama beberapa menit setiap jam dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi dampak negatif dari duduk terlalu lama. (*)