0

Anjuran Penggunaan Bumbu saat Memasak agar Kualitas Makanan Terjaga

Penulis: Zahrina Oktaviana
Anjuran Penggunaan Bumbu saat Memasak agar Kualitas Makanan Terjaga

TRIBUNJUALBELI.COM - Memasak bisa menjadi pilihan untuk menemani waktumu.

Tak hanya itu memasak di rumah saat bulan Ramadan juga mengantisipasi adanya kuman dan virus dari luar.

Kesehatan keluarga bisa dimulai dengan menu harian yang dikonsumsi sehari-hari.

Nah, sering kali dibuat bingung menu masakan apa yang tidak hanya enak tapi juga menyehatkan.

Sudah pasti, bahan masakan yang terjamin kebersihannya menjadi prioritas.

Begitu juga dengan peralatan dapur yang akan digunakan.

BACA JUGA : Siapa Sangka Minyak Sayur yang Sering Dipakai untuk Memasak Ternyata Ada Bahayanya 

BACA JUGA : Ini Perbedaan Memasak Nasi Menggunakan Air Mendidih dan Biasa

Sebaiknya, rutin mencuci atau mendisinfeksi perabot dapur yang rutin dipakai.

Selain itu, jangan hanya pusing soal masakan apa yang akan disajikan di meja makan.

Kamu lovers perlu memperhatikan pula anjuran penggunaan bumbu ketika mengolah masakan.

Kira-kira apa yang perlu diperhatikan, ya?

Ada beberapa anjuran penggunaan bumbu jika ingin menjaga kualitas masakan.



Batasi penggunaan garam

Banyak makanan cepat saji atau frozen food yang kandungan garamnya tinggi.

Sementara itu, WHO menganjurkan untuk mengurangi penggunaan garam.

Ada baiknya mengonsumsi garam kurang dari 5 gram per hari.

Untuk mengurangi kadar garam pada makanan beku, bisa membilasnya terlebih dahulu untuk mengurangi kadar natrium di dalamnya.

Ketika mengolah masakan, usahakan untuk lebih mengandalkan rempah ketimbang menggunakan ekstra garam.

BACA JUGA : Ini Kebiasaan Memasak yang Bisa Menyebabkan Wajan Tergores

BACA JUGA : Rasa Tetap Lezat, Begini Cara Memasak Nasi Goreng Lebih Sehat

Batasi penggunaan gula

Rekomendasi dari WHO untuk asupan gula yaitu kurang dari 5 persen dari total asupan energi untuk orang dewasa.

Jika ingin mengonsumsi makanan manis, bisa mencoba kesegaran buah dengan kandungan gula alaminya.

Batasi asupan lemak



Lebih lanjut, WHO merekomendasikan untuk membatasi asupan lemak hingga 30 persen dari total asupan energi, di mana tidak lebih dari 10 persen harus berasal dari lemak jenuh.

Dianjurkan untuk menggunakan metode masak seperti mengukus, memanggang, dan menumis untuk mengurangi lemak pada sajian.

Apabila ingin memakai metode menggoreng, cukup gunakan sedikit minyak zaitun atau minyak bunga matahari.

Kamu dapat mengakali mengonsumsi makanan dengan lemak tak jenuh, baik ikan dan kacang-kacangan bisa dijajal.

Artikel ini telah tayang di laman iDea dengan judul Jangan Lagi Lakukan 3 Kebiasaan Ini Saat Menyajikan Makanan di Meja Makan, Penting!