TRIBUNJUALBELI.COM - Dewasa ini hampir setiap orang pasti memiliki minimal 1 akun sosial media.
Dan bisa dibilang hampir setiap menit membuka sosial media.
Hal inilah yang membuat seseorang menjadi kecanduan terhadap sosial media yang akan berpengaruh pada kualitas hidup.
Jika Anda merasa bahwa waktunya terlalu sering dihabiskan untum bermain sosial media, mungkin ini saatnya melakukan detoks terhadap sosial media.
Detok sosial media bisa dilakukan dengan mengurangi penggunaan atau bahkan menghentikan penggunaannya.
Sosial media memilki efek buruh khususnya buat kesehatan mental.
Saat Anda membuka sosial media akan timbul rasa membandingkan diri terhadap orang lain yang dilihat melalui sosial media.
BACA JUGA : Jika Kalian Mengalami Hal Ini, Tandanya Perlu Istirahat dari Media Sosial
BACA JUGA : Berdampak pada Kesehatan Mental, 5 Efek Negatif Sosial Media yang Perlu Diwaspadai
Sehingga berusaha agar menjadi sama dengan orang lain.
Kehidupan pribadipun kerap menjadi sorotan utama di sosial media, hal ini demi terciptanya suatu citra atau pandangan tertentu di mata orang lain.
Secara tidak langsung akan membuat kurang percaya diri dan muncul perasaan cemas, emosi, gelisah bahkan frustasi.
Penggunaan sosial media menyebabkan interaksi antar sesama menjadi berkurang, karena kita disibukkan oleh kehidupan di dunia maya.
Cyberbulling atau bullying di media sosial juga bisa terjadi.
Seperti contoh menulis kata-kata yang menyakitkan pada kolom komentar media sosial atau mengirim pesan ancaman yang menyakitkan melalui platform chatting.
Hal ini tentunya bisa membuat korbannya mengalami kecemasan, ketakutan bahkan bisa depresi.
BACA JUGA : Menebak Karakter Seseorang dari Foto yang Diunggah di Media Sosial
BACA JUGA : Ini Tanda Tubuh Kamu Ketika Cemas dan Stress Berlebihan Terhadap Media Sosial
Jika Anda sudah mengalami hal-hal tersebut mungkin kini saatnya melakukan detok terhadap sosial media.
Terlebih untuk orang-orang yang ingin menjaga kesehatan mental.
Detoks sosial media juga bisa membuat Anda kembali pecaya diri karena tidak khawatir untuk membandingkan dengan orang lain.
(Arin/Tribunjualbeli)