TRIBUNJUALBELI.COM - Teknologi membuat orang dengan mudah mengakses berbagai konten dari mana saja, termasuk melalui ponsel.
Namun ada hal-hal yang sebaiknya tidak kita buka melalui ponsel.
Salah satunya adalah pornografi.
Mengapa?
Alasannya, mengakses konten dewasa lewat ponsel berisiko membuat perilaku dan kebiasaan kita lebih rentan terungkap ke dunia luar dibanding bila menggunakan PC.
Dilansir dari beberapa sumber, Menurut perusahaan keamanan cyber, Wandera, sistem operasi di ponsel masih terbuka, sehingga apa yang Anda lihat dan lakukan lewat ponsel dengan mudah terekam oleh berbagai aplikasi pintar.
BACA JUGA : 3 Situs Internet yang Paling Banyak Diblokir Oleh Kominfo
BACA JUGA : Berkat Fitur Baru Ini, Pengguna Internet Indonesia Tak Lagi Bisa Buka Gambar Porno
Anda tentu menyadari bahwa saat ini banyak sekali sistem yang memiliki kecerdasan untuk mengetahui kebiasaan seseorang.
Aplikasi ini sebagian besar memang bertujuan untuk memasarkan barang pada orang yang tepat.
Ia bekerja dengan cara mengumpulkan informasi tentang kebiasaan pengguna.
Misalnya, jika Anda suka melihat-lihat situs tentang sepatu, maka saat anda membuka website, iklan yang muncul untuk Anda adalah iklan sepatu, tepat seperti yang anda sukai.
Nah, jika iklan yang muncul adalah konten porno, orang jadi tahu kebiasaan Anda kan?
Di dunia ponsel, aplikasi-aplikasi cerdas itu lebih bebas berkeliaran. “Sistem operasi smartphone tidaklah seaman desktop.
Banyak sekali celah yang dengan mudah bisa dimasuki hacker,” menurut pernyataan Wandera.
Dalam penelitian terhadap industri porno, Wandera juga menemukan bahwa sekitar 40 dari 50 situs dewasa tidak aman dari malware atau aplikasi penyusup.
Artinya, malware tersebut bisa menginstal dirinya ke dalam ponsel lalu mengumpulkan informasi tentang kebiasaan dan identitas pemiliknya.
Peristiwa “memata-matai” lewat ponsel itu bukan barang baru.
Tahun lalu, situs dewasa Brazzers kebobolan informasi yang berisi data 800.000 penggunanya.
Nah, pertanyaannya, berapa banyak orang yang mengakses pornografi lewat ponsel? Apakah Anda termasuk diantaranya?
Jika Anda termasuk yang suka melihat pornografi lewat ponsel, sebaiknya kebiasaan itu dihentikan.
Karena bisa jadi segala informasi yang anda lakukan melalui ponsel itu bisa tersebar dan diketahui banyak orang.
Seluruh situs porno di Indonesia Diblokir Kominfo
Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI Prof Henri Subiakto menyatakan Kominfo paling banyak memblokir situs-situs yang memuat konten negatif seperti pornografi dalam beberapa tahun terakhir.
“Pemblokiran terbanyak di Indonesia 70 persennya pornografi, hingga sekarang paling besar itu pornografi, karena memang kita punya mesin crawling,” kata Henri di Banda Aceh.
Sebelum 2018, Kemenkominfo harus menunggu laporan atau pengaduan konten dari masyarakat untuk melakukan pemblokiran terhadap situs porno.
Hal itu membuat pemblokiran menjadi lambat, bahkan hanya bisa memblokir sekitar 3 ribu situs porno dalam jangka waktu setahun.
Namun, berbeda ketika Kemenkominfo telah memiliki mesin pengais atau crawling tersebut.
“Kalau sekarang tiga ribu situs (porno) tersebut hanya dalam satu bulan, karena memang mesin ini yang mencari, karena tunggu laporan orang tidak ada yang melaporkan, dulu ya. Kalau sekarang kami cepat sekali,” katanya.
Ia mengatakan crawling merupakan mesin yang digunakan untuk menangkal konten-konten negatif di internet.
Mesin ini menghalau konten-konten seperti pornografi menyebar luas di dunia maya.
Hingga 2020, lanjut dia, angka pemblokiran situs porno mencapai 70 persen, dibandingkan dengan pemblokiran konten-konten lainnya.
“Jumlahnya (situs diblokir) saya tidak hafal ya. Pornografi, perjudian paling banyak itu, sama hoaks juga tapi tidak terlalu banyak,” katanya.
"Jadi pemblokirannya ada yang aktif, Kominfo mencari pakai mesin crawling, ada juga yang pasif menunggu laporan masyarakat, pengaduan konten, termasuk penipuan online,” katanya.
(Tribunjualbeli.com/Andrakp)