zoom-in lihat foto 3 Situs Internet yang Paling Banyak Diblokir Oleh Kominfo
Situs Internet yang Paling Banyak Diblokir Oleh Kominfo

TRIBUNJUALBELI.COM - Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI Prof Henri Subiakto menyatakan Kominfo paling banyak memblokir situs-situs yang memuat konten negatif seperti pornografi dalam beberapa tahun terakhir.

“Pemblokiran terbanyak di Indonesia 70 persennya pornografi, hingga sekarang paling besar itu pornografi, karena memang kita punya mesin crawling,” kata Henri di Banda Aceh.

Sebelum 2018, Kemenkominfo harus menunggu laporan atau pengaduan konten dari masyarakat untuk melakukan pemblokiran terhadap situs porno.

Hal itu membuat pemblokiran menjadi lambat, bahkan hanya bisa memblokir sekitar 3 ribu situs porno dalam jangka waktu setahun.

Namun, berbeda ketika Kemenkominfo telah memiliki mesin pengais atau crawling tersebut.

BACA JUGA : Mau Buka Situs yang Diblokir Tanpa VPN? Gampang, Begini Caranya

BACA JUGA : Update Google Chrome Dapatkan Fitur Akses Situs Lebih Cepat dengan Hemat Baterai

“Kalau sekarang tiga ribu situs (porno) tersebut hanya dalam satu bulan, karena memang mesin ini yang mencari, karena tunggu laporan orang tidak ada yang melaporkan, dulu ya. Kalau sekarang kami cepat sekali,” katanya.

Ia mengatakan crawling merupakan mesin yang digunakan untuk menangkal konten-konten negatif di internet.

Mesin ini menghalau konten-konten seperti pornografi menyebar luas di dunia maya.

Situs Internet yang Paling Banyak Diblokir Oleh Kominfo
Situs Internet yang Paling Banyak Diblokir Oleh Kominfo
2 dari 2 halaman

Hingga 2020, lanjut dia, angka pemblokiran situs porno mencapai 70 persen, dibandingkan dengan pemblokiran konten-konten lainnya.

“Jumlahnya (situs diblokir) saya tidak hafal ya. Pornografi, perjudian paling banyak itu, sama hoaks juga tapi tidak terlalu banyak,” katanya.

"Jadi pemblokirannya ada yang aktif, Kominfo mencari pakai mesin crawling, ada juga yang pasif menunggu laporan masyarakat, pengaduan konten, termasuk penipuan online,” katanya.



Namun, menurut dia, yang membuat sulit pemblokiran tersebut ketika konten-konten negatif tersebut berada di balik aplikasi lainnya.

“Seperti bersembunyi di twitter, maka kita harus kerjasama dengan twitter. Jadi tidak semudah dibayangkan, karena sesuatu yang dianggap di Indonesia porno, belum tentu porno di negara lain,” katanya.

Berita ini telah tayang di Infokomputer.grid.id dengan judul Apa Situs yang Paling Banyak Diblokir Pemerintah RI?

Selanjutnya