0

Ternyata Kebiasaan Buruk Ini Sering Jadi Penyebab Sakit Tipes

Penulis: dillamichiko
Ternyata Kebiasaan Buruk Ini Sering Jadi Penyebab Sakit Tipes

TRIBUNJUALBELI.COM - Di Indonesia, banyak yang terserang penyakit tipes.

Apakah kamu termasuk salah satunya?

Gejala tipes pertama kali muncul setelah satu hingga tiga minggu bakteri masuk ke dalam tubuh yaitu sakit kepala, demam tinggi, menggigil, dan badan lemas yang biasa.

Tipes juga dapat menyebabkan sakit perut karena sembelit atau diare, sakit tenggorokan, hingga muncul bintik-bintik merah di dada. 

Nah, ternyata ada beberapa kebiasaan buruk sehari-hari yang bisa menjadikan bakteri penyebab penyakit tipes masuk ke dalam tubuh.

Dilansir dari hellosehat, berikut penyebab penyakit tipes.

BACA JUGA: Bikin Tidak Nyaman, Simak Penyebab Tulang Terasa Ngilu saat Kedinginan

BACA JUGA: Ternyata Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebab Sakit Kepala Setelah Makan

1. Tidak menjaga kebersihan makanan

Mengonsumsi ikan atau makanan laut lainnya yang berasal dari air yang sudah terkontaminasi tinja/urine yang terinfeksi bakteri penyebab tipes, juga bisa membuat Anda mengidap tipes.

Parahnya lagi, meskipun hal ini kurang umum, bakteri Salmonella typhi bisa bertahan pada urin orang yang terinfeksi.

Sekali lagi, jika orang yang terinfeksi menyentuh makanan tanpa mencuci tangan dengan benar atau setelah buang air kecil, mereka dapat menyebarkan infeksi tersebut kepada orang lain.


Tidak memerhatikan kebersihan juga dapat menjadi penyebab tipes kambuh setelah dinyatakan sembuh.

2. Jajan sembarangan

Risiko terkena tipes dapat meningkat karena kelelahan dan jajan sembarangan.

Bakteri penyebab demam tifoid biasanya hidup di dalam air yang terkontaminasi dengan feses, dan bisa menempel pada makanan atau minuman yang Anda konsumsi akibat jajan sembarangan.

Biasanya, anak kecil lebih rentan terkena demam tifoid karena daya tahan tubuhnya belum sekuat orang dewasa atau bisa jadi karena anak kurang bisa menjaga kebersihannya saat makan.

Nah, itu dia 2 penyebab penyakit tipes dari kebiasaan buruk sehari-hari yang kamu lakukan.

(Fadlilah Widya/Tribunjualbeli.com)

Ternyata Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebab Sakit Kepala Setelah Makan

TRIBUNJUALBELI.COM - Pernahkah kamu mengalami sakit kepala setelah makan?

Jika pernah mengalaminya, pasti kamu bertanya-tanya apa yang jadi penyebabnya.

Ternyata, ada beberapa penyebab munculnya hal ini.


Mulai dari kondisi kesehatan kamu sendiri hingga makanan yang kamu konsumsi.

Jadi, perhatikan kalau kamu punya kondisi-kondisi sebagai berikut.

Dilansir dari Hellosehat.com, berikut penyebab sakit kepala setelah makan.

BACA JUGA: Waspada Jika Pundak Pegal Disertai Sakit Kepala, Kamu Bisa Berisiko Terkena Penyakit Berbahaya Ini

BACA JUGA: Konsumsi 4 Makanan Lezat Ini untuk Membantu Sembuhkan Sakit Kepala Lebih Cepat

1. Migrain

Perhatikan jenis sakit kepala yang muncul sesudah kamu makan.

Jika sakitnya muncul pada salah satu sisi kepala dan terasa berdenyut tajam, kamu mungkin mengalami migrain.

Migrain bisa dipicu oleh jenis-jenis makanan dan minuman tertentu.

Pemicu migrain yang paling umum adalah tiramin, yaitu zat yang terdapat pada yogurt, keju, dan krim asam.

Selain itu, makanan seperti ati ayam, kecap, daging yang sudah diawetkan, dan jeruk juga bisa jadi penyebab migrain kumat.

Selain sakit kepala, kamu mungkin akan mengalami gejala lain seperti mual, muntah, peka terhadap cahaya, dan perasaan seperti ingin pingsan.

Cara terbaik untuk mencegah migrain adalah menghindari makanan pemicunya.


2. Hipertensi

Sakit kepala setelah makan bisa jadi gejala tekanan darah tinggi (hipertensi).

Jika makanan yang kamu santap kadar sodiumnya sangat tinggi, tekanan darah kamu mungkin jadi meningkat.

Sodium yang biasanya banyak didapatkan dari garam diatur oleh ginjal.

Kalau dalam tubuh kamu sodiumnya terlalu tinggi, tubuh akan mengalirkan air lebih banyak ke dalam darah.

BACA JUGA: Waspadai 4 Efek Samping Minum Kopi di Pagi Hari, Salah Satunya Sakit Kepala

BACA JUGA: Atasi Sakit Kepala dengan Minum Kopi? Ketahui Fakta Baik dan Buruknya

Akibatnya, volume darah pun meningkat sehingga tekanan darah juga ikut melonjak naik.

Hal ini bisa menyebabkan rasa sakit kepala setelah makan.

Nah, jika kamu memang punya penyakit hipertensi, sebaiknya batasi jumlah sodium atau garam yang  konsumsi sehari-hari.

Selain itu, konsultasikan langsung dengan dokter untuk menangani kondisi ini.

3. Reaksi alergi

Sakit kepala setelah makan bisa jadi salah satu reaksi alergi terhadap makanan atau zat tertentu.


Reaksi alergi menyebabkan tubuh memproduksi histamin, yaitu senyawa yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh.

Histamin akan bereaksi secara berlebihan dan menyebabkan kulit gatal, mual, bersin-bersin, atau sakit kepala.

Kamu mungkin alergi makanan laut, telur, susu dan produk olahannya, serta zat-zat aditif seperti micin (MSG), sakarin, dan pengawet buatan.

Hindari penyebab alergi untuk mencegah sakit kepala sesudah makan. 

4. Gula darah rendah

Hati-hati jika kamu merasa sakit kepala setelah makan.

Kamu mungkin mengalami hipoglikemia reaktif.

Hipoglikemia adalah kondisi di mana kadar gula (glukosa) dalam darah menurun secara drastis atau tiba-tiba.

Glukosa dalam darah didapatkan dari makanan yang kaya akan karbohidrat.

Karbohidrat kemudian diserap oleh tubuh.

Dengan bantuan insulin, karbohidrat yang sudah menjadi glukosa akan diubah menjadi sumber energi.

Insulin dihasilkan oleh organ pankreas.

Jika pankreas menghasilkan insulin terlalu banyak dalam tubuh, kadar gula darah kamu pun akan tiba-tiba turun drastis.

Ini karena insulin langsung menghabiskan suplai glukosa dalam darah.

Akibatnya, kamu akan merasakan sakit kepala setelah makan.

Nah, untuk mencegah hipoglikemia sesudah makan, hindari makanan yang kadar gula atau karbohidratnya terlalu tinggi.

Zat tersebut bisa mendorong pankreas untuk memproduksi lebih banyak insulin lagi.

Kalau kamu memang ingin makan makanan yang kaya karbohidrat, batasi porsinya.

(Fadlilah Widya/Tribunjualbeli.com)