0

Wajib Diketahui, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Fobia

Penulis: dillamichiko
Wajib Diketahui, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Fobia

TRIBUNJUALBELI.COM - Menurut para ahli, fobia adalah ketakutan yang berlebihan dan tak masuk akal namun bersifat intens dan menyiksa diri.

Di dunia ini ada berbagai fobia yang terjadi pada seseorang.

Secara umum, fobia didefinisikan sebagai rasa takut terus-menerus, berlebihan, dan enggak realistis pada objek, oktivitas, atau situasi tertentu.

Orang dengan fobia sebisa mungkin mencoba menghindari segala pemicu rasa takutnya dan jika dipaksa berhadapan dengan hal itu, penderita fobia bisa merasakan kecemasan dan stres luar biasa.

Apa Itu Fobia?

Fobia adalah salah satu jenis gangguan kecemasan yang dapat menyerang siapa saja.

Masalah kesehatan mental ini muncul saat penderita berhadapan dengan sumber ketakutannya.

Sebagai contoh, orang dengan fobia ketinggian bisa takut berlebihan saat harus berada di tempat yang tinggi.

BACA JUGA: Menjadi Mudah Marah hingga Kecemasan, Berikut 4 Tanda Stres yang Kerap Tidak Disadari

BACA JUGA: Jangan Panik, Ini 4 Aktivitas yang Bisa Bantu Mengatasi Cemas yang Berlebihan

Bahkan, ada orang yang enggan melihat pemandangan dari balik jendela di dalam gedung tinggi.

Ada juga orang yang fobia jarum suntik sampai mengalami gemetaran, pusing bahkan pingsan saat disuntik.


Sejumlah penderita fobia ternyata bisa merasakan kecemasan yang ekstrem hanya dengan memikirkan atau membicarakan situasi atau objek pemicu rasa takutnya. 

Perbedaan Takut dan Fobia

wellennium.nl | ilustrasi takut  

Perasaan takut yang biasa itu lumrah kok, girls.

Tapi rasa takut bisa dikategorikan sebagai fobia apabila kita mengalami ketakutan enggak masuk akal.

Rasa takut berlangsung lebih dari enam bulan, hingga berdampak signifikan dengan cara menjalani keseharian.

Dalam kasus yang ekstrem, fobia bisa sampai memengaruhi pekerjaan, tempat tinggi, sampai kegiatan sosial.

BACA JUGA: Tak Perlu Panik, Ini 3 Tips Simpel Mengatasi Rasa Takut Naik Pesawat

BACA JUGA: Tanda Anda Mengidap Nomophobia, Sebuah Ketakutan Jika Tak Pegang HP

Jenis Fobia

Terdapat tiga jenis fobia yang utama dan harus dipahami.

Pertama, fobia spesifik pada sesuatu; misalkan takut anjing, ular, kucing, kalajengking, tanaman, dan lain-lain.

Ada juga orang yang takut orang atau karakterseperti badut, dokter, dan dokter gigi. Bisa juga takut terhadap situasi seperti tempat gelap, ketinggian, dan lembap.


Kemudian ada fobia sosial, contohnya seperti takut dipermalukan, takut dihakimi, dan tidak nyaman saat bertemu banyak orang.

Yang terakhir adalah agorafobia atau merasa takut saat berada di tempat umum hingga menghindari pergi ke mal, bioskop, nonton konser, sampai naik transportasi umum.

Durasi Fobia

Pada usia kanak-kanak, fobia paling sering muncul saat berusia lima sampai sembilan tahun dan umumnya berlangsung sebentar.

Fobia dapat bertahan selama bertahun-tahun saat dialami orang berusia sekitar 20 tahun dan enggak bisa sembuh sendiri tanpa diobati.

Fobia pada orang dewasa dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan mental lain seperti gangguan kecemasan, depresi, dan lain-lain.

Gejala Fobia

Gejala fobia bisa berbeda-beda, tergantung tingkat keparahan penyakit dan kondisi tubuh penderita.

Saat berhadapan dengan sumber rasa takut, gejala fobia secara fisik umumnya badan seperti limbung, pusing, pengin pingsan, merasa seperti tersedak, jantung berdebar atau detak jantung cepat, sakit dada atau dada terasa sesak, dan berkeringat.


Badan juga terasa panas atau dingin, sesak napas dan susah bernapas, mual, muntah, diare, mati rasa atau kesemutan, dan badan gemetar.

Ketika berhadapan dengan sumber rasa takut, gejala fobia secara psikologis antara lain kehilangan kesadaran dengan kenyataan, takut pingsan, takut kehilangan kendali, dan stres yang sulit dikendalikan.

Penderita juga mungkin merasa sangat kewalahan, malu, cemas, dan was-was.

Jika gejala fobia sangat parah, penderita juga bisa mengalami serangan panik.

Mengingat banyaknya gejala yang muncul, banyak orang dengan fobia yang memilih menghindari sumber rasa takutnya.

Meski begitu, akhirnya mereka jadi semakin sulit keluar dari fobia dan berimbas pada cara menjalani keseharian. 

Penyebab Fobia

Penyebab fobia umumnya enggak tunggal, melainkan terkait beberapa faktor seperti trauma atau pernah ada insiden dengan biang fobia, hasil paparan informasi atau pelajaran sewaktu kecil, hingga faktor genetika.

Kebanyakan orang dengan fobia menyadari sepenuhnya masalah kesehatan mentalnya.

Jadi mintalah bantuan ahli apabila fobia mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Cara Mengatasi Fobia

Ada beberapa cara menghilangkan fobia.

Dengan perawatan yang tepat, masalah kesehatan ini dapat disembuhkan.

Kita bisa melalui terapi perilaku kognitif, yang dilakukan dengan mengeksplorasi ketakutan penderita lalu dicari teknik paling pas untuk mengatasinya.

Lewat beberapa sesi terapi, terapis akan membantu penderita mengendalikan rasa takut untuk menguasai pikiran dan perasaan.

Ada pula terapi pemaparan yang mirip dengan terapi perilaku kognitif dengan fokus mengubah respons fisik dan mental dalam menghadapi fobia.

Terapis akan melakukannya secara bertahap; dimulai dengan menunjukkan foto sumber fobia, mengarahkan penderita berdiri di dekat sumber fobia, hingga memegang atau mengakses sumber fobia.

Terapi yang terakhir, yaitu terapi obat, diberikan kepada penderita yang fobianya sampai berdampak pada stres hebat dan enggak bisa mengerjakan psikoterapi.

Dokter biasanya memberikan obat antikecemasan dan obat penenang untuk mengurangi gejala fobia.

Jenis fobia spesifik umumnya dapat diobati dengan terapi paparan dengan sumber fobia secara bertahap.

Sedangkan fobia kompleks perlu kombinasi terapi penyuluhan, psikoterapi, dan terapi perilaku kognitif.

Artikel ini telah tayang dilaman Cewekbanget.grid.id dengan judul Apa Itu Fobia? Ketahui Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya!