TRIBUNJUALBELI.COM - Kondisi otot tubuh mengalami kelumpuhan sering dikaitkan dengan penyakit stroke.
Namun ternyata ada penyakit bernama bell's palsy dengan gejala mirip stroke.
Bell's palsy membuat wajah penderita jadi asimetris atau tertarik dan mengalami kelumpuhan sementara.
Kondisi ini bisa terjadi saat saraf yang mengontrol otot wajah meradang, bengkak, atau tertekan.
BACA JUGA: Tak Disangka, Daun Sirih Memiliki 4 Manfaat Luar Biasa Ini Bagi Tubuh
Akibatnya, salah satu bagian wajah jadi terkulai, kaku, susah tersenyum, sampai sulit menutup mata.
Berikut penjelasan lebih lanjut gejala dan penyebab bell's palsy.
BACA JUGA: Ketahui Gejala Awal Penyakit Hati yang Perlu Diwaspadai
Gejala bell's palsy
Melansir Mayo Clinic, bell's palsy juga dikenal sebagai penyakit kelumpuhan wajah perifer akut.
Penyakit ini bisa menyerang semua orang, utamanya orang yang berumur antara 16-60 tahun.
Beberapa gejala bell's palsy yang khas di antaranya:
-Salah satu sisi wajah mendadak lemah atau lumpuh total
-Wajah terkulai sampai susah membuat ekspresi wajah seperti tersenyum
-Susah menutup mata
-Ngiler
-Perot
-Nyeri di sekitar rahang atau di sisi dalam telinga yang terserang bell's palsy
-Salah satu telinga jadi lebih peka suara
-Sakit kepala
-Tidak peka rasa
-Susah makan dan minum
Di beberapa kasus yang jarang terjadi, bell's palsy dapat memengaruhi saraf di kedua sisi wajah.
BACA JUGA: Mudah Dibuat, 7 Minuman Ini Ternyata Bisa Tingkatkan Kesehatan Otak Anda
BACA JUGA: Minum Air Madu Hangat Tiap Pagi Sebelum Sarapan, Lihat yang Terjadi Pada Tubuh Anda
Penyebab bell's palsy
Dilansir dari Healthline, para ahli hingga kini belum mengetahui pasti penyebab bell's palsy.
Namun, bell's palsy terjadi saat saraf kranial ketujuh membengkak atau tertekan, sehingga sebagian wajah mengalami lemah atau lumpuh.
Penyebab pasti kerusakan saraf ini belum teridentifikasi.
Tapi, sejumlah peneliti menduga kemungkinan besar kondisi tersebut dipicu infeksi virus atau bakteri.
Virus atau bakteri yang disebut biang bell's palsy di antaranya:
-Herpes simpleks
-HIV yang bisa merusak sistem kekebalan
-Sarcoidosis biang radang organ
-Herpes zoster
-Virus Epstein-Barr
-Penyakit Lyme yang disebabkan infeksi bakteri dari kutu
Seseorang jadi lebih rentan terserang bell's palsy saat:
-Hamil
-Menderita diabetes
-Punya infeksi paru-paru
-Berasal dari keluarga penderita bell's palsy
Jika Anda mengalami gejala bell's palsy, segera periksakan diri ke dokter.
Hindari mendiagnosis bell's palsy sendiri. Karena gejala penyakitnya mirip stroke atau tumor otak.
Dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan fisik, merekomendasikan tes darah, MRI, sampai CT scan.
Gejala bell's palsy umumnya bersifat sementara dan bisa membaik dalam beberapa minggu.
Dibutuhkan waktu setidaknya enam bulan sampai penderita pulih total.
Namun, ada juga orang yang mengalami gejala bell's palsy menetap atau seumur hidup.
Perawatan yang tepat dapat membantu mempercepat waktu pemulihan dan mencegah komplikasi penyakit.
(Kompas.com/Mahardini Nur Afifah)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kenali Apa itu Bell's Palsy yang Sekilas Mirip Gejala Stroke