0

Kecanduan Ponsel Lebih Bahaya dari Narkoba? Intip Hasil Risetnya

Penulis: dillamichiko
Kecanduan Ponsel Lebih Bahaya dari Narkoba? Intip Hasil Risetnya

TRIBUNJUALBELI.COM - Kecanduan HP menjadi salah satu masalah saat ini.

Bahkan bisa dibilang setiap hari hampir kita selalu menghabiskan waktu dengan menggunakan HP sehingga terkadang membuat kita tidak bisa lepas.

Salah satunya saja adalah penggunaan grup pesan yang ada disejumlah aplikasi layanan seperti WhatsApp.

Grup-grup tersebut dapat membantu untuk penyebaran informasi secara cepat untuk semua anggota yang ada di dalamnya.

Selain itu, media sosial yang bisa diakses melalui ponsel juga membuat orang-orang makin tidak bisa melepaskan barang tersebut dari hidupnya.

BACA JUGA: Begini Cara Detoks Sosmed Paling Ampuh Jika Sudah Kecanduan

Melansir dari "Digital Around The World 2019", pada tahun lalu di Indonesia terdapat sekitar 150 juta orang telah menggunakan media sosial.

Pengguna media sosial di negara +62 ini juga didominasi oleh pengguna dalam rentang umur 18-34 tahun.

Untuk total waktu penggunaannya, laporan tersebut mengatakan bahwa masyarakat Indonesia setidaknya menghabiskan waktu 3 jam dalam sehari untuk berselancar di media sosial.

Banyak orang menggunakannya sebagai media untuk pekerjaan dan mencari hiburan.

Apalagi saat ini sudah mulai banyak bermunculan influencer dari berbagai platform media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok.


Gaming juga menjadi alasan lain dari lamanya penggunaan smartphone dalam kegiatan sehari-hari. 

Kita tidak bisa bantah bahwa saat ini game mobile memang sedang menjadi idaman para penggila game.

Namun, dengan lamanya penggunaan smartphone tentunya menimbulkan sebuah masalah baru.

Menurut sebuah riset kesehatan, ada hasil yang mengejutkan dari sebuah percobaan terhadap 48 orang yang gemar menggunakan smartphone.

Melansir dari Kompas, riset berjudul "Addictive Behavior" mengatakan bahwa sebanyak 22 orang yang diteliti telah mengidap penyakit smartphone addiction.

Penyakit tersebut adalah sebuah gangguan yang terjadi pada kondisi otak manusia yang merasa kecanduan oleh smartphone.

BACA JUGA: Kecanduan Belanja Online? Simak 3 Cara Mengatasi Kecanduan Belanja Online

Riset tersebut dilakukan dengan menggunakan metode scanning otak melalui Magnetic Resonance Imaging (MRI).

Hasilnya, terdapat penurunan volume dijaringan otak pada orang-orang yang kecanduan smartphone.

Efek dari penurunan jaringan otak tersebut mengakibatkan terganggunya aktivitas emosional yang sulit untuk dikuasi pengidapnya.

 FiveprimeIlustrasi dokter menulis resep obat

Selain itu, riset juga mengatakan bahwa bagian otak ACC yang berfungsi sebagai proses kognitif mengalami penurunan pada pengidap smartphone addiction.

Kedua pola tersebut ternyata juga ditemukan oleh para pecandu narkoba atau obat-obatan terlarang.

Jika data dari penelitian ini adalah benar, maka ini akan menjadi hasil penilitian pertama yang menunjukan adanya pengaruh penggunaan smartphone dengan kondisi otak.

Upaya dari pengurangan efek ini juga nampaknya sudah dilihat oleh beberapa perusahaan teknologi penghasil smartphone.

Contohnya saja adalah penyematan fitur seperti Screen Time yang bisa digunakan untuk mengingatkan waktu penggunaan smartphone.

Jadi, gimana? apa kalian mau mengalami gangguan akibat sering menggunakan smartphone? (*)

Artikel ini telah tayang dilaman Nextren.grid.id dengan judul Awas! Hasil Riset Tunjukan Kecanduan Ponsel Lebih Bahaya dari Narkoba