TRIBUNJUALBELI.COM - Bermain sosial media memang menyenangkan untuk menghibur diri.
Tapi di sisi lain, sosial media bisa jadi 'penyakit' buat diri sendiri.
Misalnya perasaan iri pada kehidupan teman di sosial media yang terlihat menyenangkan atau jadi kehabisan waktu buat kehidupan 'real life' kita.
Sosial media juga bisa membuat kita kecanduan.
Kayak kita yang enggak bisa lepas dari hape sepanjang waktu.
Dilansir dari hellosehat.com, berbagai penelitian telah melaporkan bahwa penggunaan sosmed dalam jangka panjang dapat mengubah pola pikir dan merugikan mental.
Di balik semua keindahan foto dan keseruan cerita orang di dunia maya, penggunaan media sosial dalam jangka panjang dapat berdampak negatif bagi kesehatan mental.
Di antaranya adalah peningkatan risiko depresi, insomnia, citra diri (body image) yang buruk, penurunan kepercayaan diri, gangguan kecemasan dan gangguan makan, hingga perilaku menyakiti diri sendiri (self-harm).
Semua risiko ini diduga kuat muncul sebagai wujud nyata dari kecenderungan alam bawah sadar kita yang jadi suka membandingkan diri dengan kehidupan orang lain sehingga tidak menikmati hidup.
Teori ini pernah dijelaskan dalam studi berjudul Online Social Networking and Mental Health yang dimuat dalam jurnal Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking.
Berikut tips detoks sosmed yang bisa coba untuk mulai mengurangi “candu dunia maya”:
1. Jauhkan handphone dari jangkauan
Memulai detoks sosmed memang tidak semudah membalik telapak tangan.
Apalagi jika kamu memiliki banyak waktu luang.
Namun begitu ada kesempatan, segera jauhkan ponsel atau gawai elektronik lainnya dari jangkauan.
Terutama jika sedang tidak punya banyak aktivitas.
Segeralah “isi” tangan kosong Anda dengan kegiatan lain agar tidak melulu kepikiran meraih handphone.
2. Buat alarm untuk batasi waktu akses sosmed
Cara paling efisien untuk detoks sosmed adalah dengan membatasi waktu mengaksesnya.
Batasan wajar menggunakan media sosial menurut psikolog adalah 30 menit hingga satu jam per hari.
Kamu bisa membagi total 1 jam tersebut dalam beberapa “sesi” untuk seharian.
Agar tidak kebablasan,ingatkan diri sendiri untuk logout dari akun-akun sosmed dengan pasang alarm.
Ada banyak juga aplikasi yang bisa membantu mengingatkan ketika sudah mencapai batas waktu yang ditetapkan.
Sebaiknya hindari mengakses media sosial saat menjelang tidur, karena bisa mengganggu kuantitas dan kualitas tidur.
3. Matikan notifikasi media sosial
Matikan notifikasi semua media sosial agar tidak sebentar-sebentar tergoda cek hape untuk melihat update terbaru.
Kecuali memang akun tersebut digunakan untuk kebutuhan bekerja.
Bila perlu, atur aplikasi apa saja yang dipasang di tampilan depan handphone. Usahakan pasang yang hanya diperlukan saja.
4. Buat area “Bebas Handphone”
Kamu bisa tentukan sendiri area mana saja di rumah yang tidak diperbolehkan membawa apalagi bermain gawai.
Misalnya, di ruang TV atau ruang makan agar fokus berkumpul bersama keluarga.
5. Buat jadwal “Hari Tanpa Media Sosial”
Tentukan satu hari dalam seminggu untuk momen “sehari tanpa media sosial”. Misalnya hari Minggu, sehingga bisa menghabiskan waktu untuk berkumpul bersama teman atau keluarga, juga melakukan hobi yang disukai.
6. Hapus aplikasi media sosial
Salah satu cara ekstrem yang bisa dilakukan untuk detoks sosmed adalah dengan menghapus aplikasinya.
Cara terakhir ini mau tidak mau menjadi solusi terakhir jika masih saja “bandel” membuka media sosial setelah melakukan berbagai tips di atas.
Tidak perlu semuanya dihapus. Pilih satu atau dua aplikasi sosmed yang paling bikin “nagih” dan membuat Anda menghabiskan banyak waktu di sana.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!