zoom-in lihat foto 5 Kesalahan yang Menyebabkan Keramik Lantai Terangkat
Ilustrasi Keramik Terangkat (Kompas.com)

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM – Keramik lantai yang terangkat atau menggelembung menjadi salah satu masalah yang cukup sering terjadi pada rumah.

Kondisi ini bukan hanya mengganggu tampilan interior, tetapi juga dapat membuat lantai terasa tidak nyaman dan berisiko rusak lebih parah.

Dalam beberapa kasus, keramik bahkan bisa pecah atau terlepas dari permukaan lantai akibat pemasangan yang kurang tepat.

Masalah ini biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kualitas material hingga teknik pemasangan yang kurang sesuai.

Karena itu, penting memahami kesalahan yang dapat menyebabkan keramik lantai terangkat agar masalah serupa bisa dihindari sejak awal.

Berikut lima kesalahan yang sering menyebabkan keramik lantai terangkat:

Baca Juga : 5 Rekomendasi Lantai Rumah Selain Keramik yang Awet dan Indah Dipandang

1. Permukaan Dasar Lantai Tidak Rata

Pssstore
tjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blog
Dijual Rumah Villa Lingkungan Tenang Akses Jalan Leluasa di Jatihandap - Bandung
Rp 469,000,000
jawa-barat

Salah satu penyebab utama keramik mudah terangkat adalah kondisi permukaan lantai dasar yang tidak rata saat pemasangan dilakukan.

Permukaan yang bergelombang atau masih memiliki rongga membuat perekat keramik tidak menempel sempurna.

2 dari 4 halaman

Akibatnya, keramik menjadi lebih mudah bergeser, retak, atau menggelembung seiring waktu.

Karena itu, proses perataan lantai sebelum pemasangan sangat penting agar keramik dapat menempel lebih kuat dan stabil.

2. Penggunaan Perekat yang Tidak Sesuai

Penggunaan Perekat yang Tidak Sesuai

Pemilihan perekat atau campuran semen yang kurang tepat juga dapat memengaruhi daya rekat keramik.

Campuran yang terlalu encer atau kualitas perekat yang kurang baik membuat keramik tidak melekat sempurna pada lantai.

Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan keramik terangkat atau lepas dari permukaan.

Penggunaan bahan perekat berkualitas serta komposisi campuran yang tepat sangat penting untuk menjaga ketahanan lantai.

3. Tidak Memberikan Celah Nat yang Cukup

Baca Juga : 5 Langkah Efektif Menghitung Jumlah Keramik untuk Lantai Rumah

Banyak orang menginginkan pemasangan keramik yang terlihat rapat tanpa celah.

3 dari 4 halaman

Padahal, nat atau celah antar keramik memiliki fungsi penting untuk memberikan ruang pemuaian akibat perubahan suhu.

Jika keramik dipasang terlalu rapat, tekanan antar keramik dapat meningkat saat suhu berubah sehingga menyebabkan lantai menggelembung atau terangkat.

Karena itu, pemasangan nat dengan ukuran yang sesuai perlu diperhatikan agar keramik lebih tahan lama.

4. Proses Pengeringan Tidak Maksimal

Proses Pengeringan Tidak Maksimal

Setelah pemasangan keramik selesai, lantai membutuhkan waktu pengeringan agar perekat benar-benar mengeras dan kuat menahan beban.

Namun, banyak orang langsung menggunakan lantai sebelum proses pengeringan selesai sempurna.

Akibatnya, posisi keramik bisa berubah dan daya rekat menjadi kurang maksimal.

Hal ini membuat keramik lebih mudah rusak atau terangkat setelah digunakan dalam jangka waktu tertentu.

5. Perubahan Suhu dan Kelembapan Berlebihan

Pssstore
tjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blog
Dijual Rumah Estetik di Jalan Sindanglaya Arcamanik Tipe 150 2 Lantai - Bandung
Rp 1,200,000,000
jawa-barat

Perubahan suhu yang ekstrem juga dapat memengaruhi kondisi keramik lantai.

4 dari 4 halaman

Paparan panas dan kelembapan tinggi membuat material lantai mengalami pemuaian dan penyusutan secara terus-menerus.

Jika kualitas pemasangan kurang baik, tekanan akibat perubahan suhu tersebut dapat menyebabkan keramik mengangkat atau pecah.

Karena itu, penggunaan material yang sesuai serta pemasangan yang tepat sangat penting untuk mengurangi risiko kerusakan lantai.

(eno/TribunJualBeli.com)

Selanjutnya