BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Dalam proses pembangunan atau renovasi rumah, pemasangan lantai keramik merupakan salah satu tahapan krusial yang memengaruhi kenyamanan, estetika, dan nilai fungsional ruang.
Sebelum memulai proses pembelian maupun pemasangan, sangat penting untuk mengetahui secara tepat berapa jumlah keramik yang dibutuhkan.
Kesalahan dalam perhitungan dapat mengakibatkan pemborosan biaya atau keterlambatan pekerjaan karena kekurangan material.
Berikut ini adalah lima langkah efektif yang dapat diikuti untuk menghitung kebutuhan keramik secara akurat dan efisien:
Baca Juga : 8 Tips Memplester Lantai Rumah agar Awet dan Tidak Mudah Retak
1. Mengukur Luas Area Lantai
Langkah pertama dimulai dengan melakukan pengukuran luas lantai yang akan dipasangi keramik.
Gunakan alat ukur seperti meteran untuk mengetahui panjang dan lebar dari setiap ruangan yang direncanakan.
Jika area lantai memiliki bentuk tidak beraturan, seperti terdapat sudut menjorok, lengkungan, atau pemisahan antar ruang, maka sebaiknya dibagi menjadi beberapa bagian berbentuk persegi atau persegi panjang.
Total luas ruangan diperoleh dengan menjumlahkan seluruh bagian tersebut.
Hasil pengukuran ini menjadi dasar utama untuk menentukan jumlah keramik yang dibutuhkan secara keseluruhan.
2. Menentukan Ukuran Keramik
Setelah mendapatkan total luas area, langkah selanjutnya adalah memilih ukuran keramik yang akan digunakan.
Keramik tersedia dalam berbagai ukuran standar, seperti 30x30 cm, 40x40 cm, hingga 60x60 cm.
Semakin besar ukuran keramik, semakin sedikit jumlah keping yang dibutuhkan untuk menutupi luas lantai.
Pemilihan ukuran juga memengaruhi tampilan akhir dari ruangan, karena ukuran besar cenderung memberikan kesan lapang, sementara ukuran kecil menciptakan pola lebih padat.
Penyesuaian ukuran keramik dengan luas area serta desain interior sangat penting agar hasil akhir lebih estetis dan proporsional.
3. Menghitung Jumlah Dasar Keramik
Baca Juga : 6 Tips Merawat Lantai Marmer agar Awet dan Tidak Kusam
Langkah selanjutnya adalah memperkirakan jumlah keramik dasar yang dibutuhkan. Ini dilakukan dengan membagi luas total lantai dengan luas satu keping keramik.
Hasil perhitungan ini merupakan estimasi awal jumlah keramik yang perlu disiapkan sebelum mempertimbangkan tambahan lainnya.
Meskipun angka yang diperoleh bersifat perkiraan, langkah ini tetap menjadi fondasi penting dalam perencanaan anggaran material.
4. Menambahkan Cadangan untuk Antisipasi
Perlu diingat bahwa selama proses pemasangan, sering kali terjadi pemotongan keramik untuk menyesuaikan bentuk ruangan atau adanya kerusakan akibat kesalahan teknis.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menambahkan sekitar 5 hingga 10 persen dari jumlah keramik dasar sebagai cadangan.
Tambahan ini bertujuan menghindari kekurangan material yang dapat mengganggu kelancaran proyek, apalagi jika motif atau warna keramik yang digunakan termasuk edisi terbatas atau sulit dicari ulang.
5. Menggunakan Alat Bantu Digital
Untuk mempercepat dan mempermudah proses perhitungan, tersedia berbagai alat bantu digital seperti kalkulator keramik online maupun aplikasi desain rumah.
Aplikasi ini memungkinkan input luas area dan ukuran keramik untuk menghasilkan estimasi kebutuhan dengan lebih cepat dan akurat.
Selain itu, beberapa platform bahkan menyediakan simulasi visual yang membantu menentukan pola pemasangan yang paling sesuai dengan bentuk dan ukuran ruangan.
Pengukuran yang akurat, pemilihan ukuran keramik yang tepat, serta adanya tambahan cadangan akan menjamin pemasangan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Pemanfaatan teknologi juga dapat menjadi solusi cerdas dalam mempercepat perhitungan dan meminimalkan risiko kesalahan.
(Eno/TribunJualBeli.com)


















Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!