BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Membersihkan kolong motor sering kali dianggap sepele, padahal bagian ini menyimpan banyak komponen penting yang menunjang kinerja dan keselamatan berkendara.
Kolong motor menjadi area yang paling mudah kotor karena terus bersentuhan langsung dengan debu, pasir, lumpur, hingga cipratan air hujan di jalan.
Jika dibiarkan terlalu kotor, kolong motor bisa menjadi sarang karat, mempercepat keausan komponen, hingga memicu gangguan pada sistem kelistrikan.
Namun di sisi lain, membersihkan kolong motor juga tidak boleh dilakukan sembarangan. Kesalahan kecil saat mencuci justru dapat menimbulkan kerusakan yang tidak disadari.
Berikut enam pantangan yang sebaiknya dihindari agar kolong motor tetap bersih tanpa membuat motor cepat rusak:
Baca Juga : 5 Dampak Buruk Jarang Membersihkan Kolong Motor dari Kotoran dan Oli
1. Menyemprot Kolong Motor dengan Air Bertekanan Tinggi
Banyak orang mengira menyemprot kolong motor dengan tekanan air tinggi akan membuat kotoran lebih cepat hilang.
Padahal, cara ini justru berisiko besar.
Tekanan air yang terlalu kuat dapat merusak karet pelindung (seal), bearing roda, hingga memaksa air masuk ke bagian mesin dan kelistrikan.
Air yang terjebak di dalam komponen dapat memicu karat serta menurunkan performa motor.
Sebaiknya gunakan semprotan air dengan tekanan sedang dan arahkan secara menyebar, bukan fokus pada satu titik.
2. Membersihkan Saat Mesin Masih Panas
Pantangan berikutnya adalah mencuci kolong motor ketika mesin masih dalam kondisi panas setelah digunakan.
Perbedaan suhu yang ekstrem antara mesin panas dan air dingin dapat menyebabkan logam mengalami perubahan struktur secara tiba-tiba.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berpotensi membuat komponen mesin lebih cepat aus, retak halus, atau menurunkan daya tahan material.
Idealnya, tunggu hingga mesin benar-benar dingin sebelum mulai membersihkan kolong motor.
3. Menggunakan Sabun atau Deterjen yang Tidak Sesuai
Penggunaan sabun cuci piring, deterjen pakaian, atau cairan pembersih rumah tangga lainnya sering dianggap praktis.
Padahal, bahan kimia dalam deterjen tersebut umumnya bersifat keras dan dapat mengikis lapisan pelindung logam.
Jika lapisan pelindung rusak, kolong motor akan lebih mudah mengalami korosi, terutama jika sering terkena air hujan.
Untuk hasil aman, gunakan sabun khusus motor atau cairan pembersih yang memang dirancang untuk komponen kendaraan.
4. Mengabaikan Komponen Kelistrikan di Area Kolong
Baca Juga : 4 Fungsi Utama Throttle Body Motor Injeksi, Komponen Penting Pengatur Suplai Udara dan Bahan Bakar
Meski tidak terlalu terlihat, kolong motor juga dilalui oleh kabel, soket, dan konektor kelistrikan.
Membersihkan kolong motor tanpa memperhatikan area ini dapat menyebabkan air masuk ke dalam soket dan memicu korsleting.
Masalah kelistrikan biasanya tidak langsung terasa, tetapi bisa muncul beberapa hari setelah pencucian, seperti motor sulit dihidupkan atau lampu tidak berfungsi normal.
Oleh karena itu, sebaiknya hindari menyemprot langsung ke jalur kabel dan pastikan bagian tersebut tetap kering.
5. Tidak Mengeringkan Kolong Motor Setelah Dicuci
Setelah kolong motor dicuci, banyak pemilik motor langsung menggunakannya tanpa memastikan bagian bawah benar-benar kering.
Padahal, air yang tersisa di sela-sela komponen dapat mempercepat timbulnya karat dan jamur.
Mengeringkan kolong motor bisa dilakukan dengan lap kering, udara bertekanan rendah, atau dengan mendiamkan motor beberapa saat di tempat yang teduh dan berventilasi baik.
Langkah sederhana ini sangat penting untuk menjaga keawetan motor.
6. Terlalu Sering Membersihkan Kolong Motor
Membersihkan kolong motor memang penting, tetapi melakukannya terlalu sering juga bukan pilihan tepat.
Terlalu sering mencuci, apalagi dengan cara yang kurang benar, dapat mempercepat keausan komponen tertentu dan mengurangi efektivitas pelumas.
Pembersihan kolong motor sebaiknya dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan, misalnya setelah melewati jalan berlumpur, banjir ringan, atau perjalanan jauh di kondisi ekstrem.
Dengan menghindari enam kesalahan di atas serta menerapkan cara pembersihan yang benar, kolong motor akan tetap bersih, komponen lebih tahan lama, dan performa motor tetap optimal untuk penggunaan sehari-hari.
(Eno/TribunJualBeli.com)











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!