BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Karburator vakum dirancang untuk mengatur suplai bahan bakar secara lebih presisi berdasarkan tekanan udara yang masuk ke ruang bakar.
Sistem ini membuat tarikan mesin terasa halus dan nyaman digunakan, terutama untuk motor harian.
Namun seiring usia pemakaian dan minimnya perawatan, karburator vakum justru bisa menjadi sumber masalah yang membuat konsumsi bahan bakar meningkat tanpa disadari.
Berikut enam masalah yang paling sering terjadi dan menjadi penyebab motor terasa lebih boros:
Baca Juga : Ini 3 Tips Merawat Karburator Vakum agar Usia Pakai Lebih Panjang
1. Membran Vakum Mulai Getas atau Robek
Membran vakum memiliki peran penting dalam mengatur pergerakan skep berdasarkan kevakuman udara.
Seiring waktu, material karet pada membran bisa mengeras, getas, bahkan robek.
Ketika membran bermasalah, skep tidak bisa bergerak secara presisi, sehingga bensin yang masuk ke mesin menjadi berlebihan.
Dampaknya, mesin tetap hidup normal, tetapi konsumsi BBM meningkat drastis.
2. Setelan Sekrup Angin dan Bensin Tidak Ideal
Kesalahan setelan angin dan bensin sering terjadi, terutama setelah karburator dibongkar atau diservis tanpa pengaturan ulang yang tepat.
Setelan yang terlalu kaya membuat mesin terasa halus dan responsif di awal, namun sebenarnya pembakaran menjadi tidak efisien.
Dalam jangka panjang, kondisi ini tidak hanya boros BBM, tetapi juga dapat menimbulkan kerak karbon di ruang bakar.
3. Jarum Skep Mengalami Keausan
Jarum skep berfungsi mengatur aliran bensin saat motor berada di putaran menengah hingga atas.
Jika jarum skep sudah aus atau posisinya tidak sesuai standar, aliran bensin menjadi terlalu besar.
Masalah ini sering sulit dideteksi karena mesin masih terasa normal saat dikendarai, padahal konsumsi bahan bakar terus meningkat.
4. Pelampung Karburator Tidak Bekerja Normal
Baca Juga : Teknologi Lawas vs Modern, Inilah 4 Kekurangan Motor Karburator di Era Sekarang
Pelampung bertugas menjaga tinggi permukaan bensin di mangkuk karburator agar tetap stabil.
Jika pelampung bocor, macet, atau setelannya terlalu tinggi, bensin akan terus mengalir tanpa kontrol yang baik.
Akibatnya, campuran bensin menjadi berlebihan dan motor terasa boros, bahkan terkadang sulit dihidupkan saat mesin panas.
5. Karburator Kotor Akibat Jarang Dibersihkan
Endapan kotoran dan kerak dari bahan bakar dapat menyumbat spuyer dan saluran udara di dalam karburator.
Aliran udara yang terganggu membuat sistem vakum tidak bekerja optimal, sehingga karburator menyuplai bensin lebih banyak untuk menyesuaikan kebutuhan mesin.
Pembersihan karburator secara berkala sangat penting untuk menjaga efisiensi bahan bakar.
6. Filter Udara Sudah Kotor atau Tersumbat
Filter udara yang kotor menghambat pasokan udara ke karburator. Kondisi ini membuat campuran udara dan bensin menjadi terlalu kaya.
Meski terlihat sepele, filter udara yang jarang diganti atau dibersihkan dapat menjadi penyebab utama motor terasa lebih boros dan tarikan mesin menjadi berat.
Dengan melakukan perawatan rutin, pengecekan komponen penting, serta penyetelan yang tepat, karburator vakum dapat kembali bekerja optimal dan motor pun menjadi lebih irit serta nyaman digunakan.
(Eno/TribunJualBeli.com)











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!