zoom-in lihat foto Teknologi Lawas vs Modern, Inilah 4 Kekurangan Motor Karburator di Era Sekarang
Ilustrasi Motor Menggunakan Karburator (pexels.com)

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Dunia otomotif terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi.

Salah satu perubahan paling signifikan yang terjadi pada sepeda motor adalah peralihan dari sistem karburator ke sistem injeksi bahan bakar.

Jika dulu motor dengan karburator menjadi andalan di jalanan, kini motor injeksi telah mendominasi pasar karena dianggap lebih efisien, ramah lingkungan, dan mudah dirawat.

Meski begitu, masih banyak pengendara yang menyukai motor karburator karena karakter mesinnya yang kuat dan mudah dimodifikasi.

Namun, di tengah kemajuan teknologi saat ini, motor karburator memiliki beberapa kelemahan yang membuatnya mulai tertinggal dibanding sistem injeksi modern.

Berikut empat di antaranya:

Baca Juga : 5 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Karburator Aftermarket untuk Motor

1. Boros Bahan Bakar

Boros Bahan Bakar

Salah satu kekurangan paling mencolok dari motor karburator adalah efisiensi bahan bakar yang lebih rendah.

Karburator bekerja dengan cara mencampur udara dan bahan bakar secara mekanis, bukan elektronik.

2 dari 4 halaman

Akibatnya, campuran bensin dan udara sering kali tidak presisi, terutama ketika kondisi suhu, tekanan udara, atau ketinggian berubah.

Berbeda dengan sistem injeksi yang dikontrol komputer (ECU), karburator tidak mampu menyesuaikan campuran bahan bakar secara otomatis.

Inilah sebabnya motor karburator umumnya lebih boros bensin dan menghasilkan emisi gas buang yang lebih tinggi.

2. Sulit Dinyalakan Saat Cuaca Dingin atau Lama Tidak Dipakai

Bagi pengguna motor karburator, menyalakan mesin di pagi hari atau setelah lama tidak digunakan bisa menjadi tantangan tersendiri.

Iyan
tjb blogtjb blogtjb blog
Motor Bekas Yamaha RX King 2004 Surat Lengkap - Jakarta Selatan
Rp 30,000,000.00
dki-jakarta

Sistem karburator mengandalkan choke untuk memperkaya campuran bensin saat mesin dingin, dan jika setelannya kurang tepat, motor bisa sulit hidup atau butuh waktu lama untuk stabil.

Sementara itu, motor injeksi memiliki sensor suhu dan sistem otomatis yang langsung menyesuaikan suplai bahan bakar, sehingga lebih mudah dinyalakan kapan pun dan di kondisi apa pun.

Baca Juga : Motor Brebet atau Susah Hidup? Waspadai 3 Penyakit Karburator Ini!

3. Perawatan Lebih Rumit dan Butuh Penyetelan Rutin

Perawatan Lebih Rumit dan Butuh Penyetelan Rutin

Sistem karburator membutuhkan perhatian lebih dari segi perawatan.

3 dari 4 halaman

Debu, kotoran, atau sisa bensin yang mengendap bisa menyumbat spuyer atau saluran udara, menyebabkan mesin brebet dan boros bahan bakar.

Karena itu, pembersihan karburator secara berkala menjadi hal wajib bagi pemilik motor jenis ini.

Selain itu, setelan angin-bensin pada karburator juga harus disesuaikan secara manual.

Jika salah sedikit saja, performa mesin bisa menurun atau bahkan mati mendadak.

Bandingkan dengan motor injeksi yang hampir tidak memerlukan penyetelan manual karena semua diatur secara otomatis oleh sistem elektronik.

4. Emisi Gas Buang Lebih Tinggi

Kelemahan lain dari motor karburator adalah emisi gas buang yang tidak sebersih motor injeksi.

Pssstore
tjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blog
Motor Royal Enfield Classic 500 Tahun 2017 Bekas - Tasikmalaya
Rp 95,000,000.00
jawa-barat

Karena pembakaran bahan bakarnya kurang sempurna, sisa bensin yang tidak terbakar bisa menimbulkan asap dan meningkatkan kadar karbon monoksida (CO) di udara.

Itulah alasan mengapa produsen motor modern kini fokus menggunakan sistem injeksi, selain lebih efisien, juga lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan standar emisi Euro 3 atau Euro 4 yang diterapkan di banyak negara.

Jika kamu masih menggunakan motor karburator, pastikan untuk melakukan perawatan rutin agar performanya tetap optimal.

4 dari 4 halaman

Tapi kalau kamu berencana membeli motor baru, teknologi injeksi bisa jadi pilihan yang lebih cerdas untuk jangka panjang, lebih hemat, bersih, dan siap menghadapi aturan emisi masa depan.

(Eno/TribunJualBeli.com)

Selanjutnya