zoom-in lihat foto Kebiasaan Menekan Rem Belakang Motor Matic Terus-Menerus Saat Berjalan? Waspadai 4 Risikonya
Ilustrasi Menekan Rem Belakang Motor Matic (Gridoto.com)

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM – Banyak pengendara motor matic tanpa sadar memiliki kebiasaan menekan tuas rem belakang sedikit demi sedikit saat motor sedang melaju.

Hal ini sering terjadi karena posisi rem belakang pada motor matic berada di tangan kiri, sehingga refleks tangan kadang membuat pengendara menekan rem meski tidak sedang membutuhkan pengereman.

Kebiasaan ini terlihat sepele, tetapi bisa menimbulkan risiko serius bila dilakukan terus-menerus dalam waktu lama.

Menekan rem belakang secara konstan membuat sistem pengereman bekerja tanpa henti.

Kampas rem terus bergesekan dengan tromol atau cakram, sehingga suhu pada sistem rem meningkat dan komponen mengalami aus lebih cepat.

Selain memengaruhi performa pengereman, kebiasaan ini juga berpengaruh pada konsumsi bahan bakar dan stabilitas motor saat berkendara.

Berikut empat risiko yang harus diwaspadai jika sering menekan rem belakang motor matic saat sedang berjalan:

Baca Juga : 3 Ciri Kabel Rem Belakang Motor Matik Harus Segera Diganti

1. Kampas Rem Aus Lebih Cepat

Kampas Rem Aus Lebih Cepat

Menahan rem belakang membuat kampas rem terus mengalami gesekan, meski motor tidak sedang melakukan pengereman penuh.

2 dari 4 halaman

Gesekan halus namun terus-menerus ini mempercepat keausan kampas.

Banyak kasus di mana kampas rem belakang habis sebelum waktunya karena kebiasaan ini.

Selain menambah biaya perawatan, keausan yang tidak merata bisa menurunkan kualitas pengereman secara keseluruhan.

2. Sistem Rem Mengalami Panas Berlebih

Rem yang terus bekerja akan menghasilkan panas tinggi.

Deni
tjb blogtjb blogtjb blog
 
 
Motor Yamaha Gear 125 FI Tahun 2022 Bekas - Subang
Rp 5,700,000.00
jawa-barat

Jika dibiarkan, panas berlebih dapat membuat performa rem menurun drastis atau bahkan menyebabkan rem gagal berfungsi.

Komponen seperti minyak rem, piston kaliper, dan seal juga bisa mengalami kerusakan akibat temperatur ekstrem.

Situasi ini sangat berbahaya, terutama saat berkendara jauh atau di jalan menurun.

Baca Juga : 5 Tips Merawat Master Rem Motor agar Tetap Responsif dan Awet

3. Konsumsi Bahan Bakar Menjadi Lebih Boros

Konsumsi Bahan Bakar Menjadi Lebih Boros
3 dari 4 halaman

Saat rem belakang tidak pernah benar-benar dilepas, motor akan bergerak melawan hambatan dari rem.

Mesin bekerja lebih keras untuk mempertahankan kecepatan, sehingga konsumsi bahan bakar meningkat.

Walaupun kenaikannya terlihat kecil pada awalnya, kebiasaan ini bisa membuat penggunaan bensin lebih boros dalam jangka panjang, terutama pada motor yang digunakan setiap hari.

4. Stabilitas Motor Menurun dan Risiko Selip Meningkat

Menekan rem belakang secara terus-menerus memengaruhi kestabilan motor, terutama saat melaju pada kecepatan menengah hingga tinggi.

Deni
tjb blogtjb blogtjb blog
 
 
Motor Yamaha Mio M3 FI Tahun 2022 Bekas - Subang
Rp 5,700,000.00
jawa-barat

Motor bisa terasa berat, kurang responsif saat menikung, serta mudah goyah ketika melakukan manuver.

Selain itu, gesekan rem yang tidak sesuai membuat risiko selip di jalan licin semakin besar.

Kondisi ini tentu membahayakan keselamatan pengendara dan pengguna jalan lain.

Untuk menghindari risiko tersebut, biasakan memegang tuas rem dengan rileks dan hanya menekannya saat benar-benar diperlukan.

Perawatan rem secara berkala juga penting agar seluruh komponennya tetap bekerja optimal.

4 dari 4 halaman

(Eno/TribunJualBeli.com)

Selanjutnya