BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Master rem merupakan komponen penting dalam sistem pengereman motor yang berfungsi menyalurkan tekanan dari tuas rem menuju kaliper.
Tanpa kondisi master rem yang baik, sistem pengereman bisa kehilangan tenaga tekan, sehingga rem terasa kurang pakem atau bahkan blong saat digunakan.
Mengingat fungsinya yang sangat vital, perawatan master rem tidak boleh diabaikan, terutama bagi pengendara yang memakai motor setiap hari.
Banyak pengendara hanya fokus mengganti kampas rem atau memeriksa cakram saja, padahal kinerja master rem juga memiliki pengaruh besar terhadap keseluruhan performa pengereman.
Dengan merawat master rem secara rutin, motor tidak hanya terasa lebih aman saat dikendarai, tetapi juga lebih nyaman karena respons rem tetap kuat dan stabil.
Berikut lima tips perawatan yang dapat membantu menjaga master rem tetap responsif dan awet dalam jangka panjang:
Baca Juga : Kenapa Master Rem Motor Bisa Cepat Rusak? Ini 4 Penyebab Utamanya
1. Rutin Periksa Kondisi dan Kualitas Minyak Rem
Minyak rem menjadi nyawa dari sistem pengereman hidrolik.
Seiring pemakaian, minyak rem dapat terkontaminasi oleh udara atau air sehingga kualitasnya menurun.
Minyak rem yang sudah keruh, berwarna gelap, atau memiliki endapan dapat membuat tekanan hidrolik tidak maksimal.
Periksa kondisi minyak rem minimal setiap dua minggu, terutama jika motor digunakan setiap hari.
Pastikan ketinggiannya sesuai indikator dan tidak melewati batas minimum.
Jika warnanya sudah tidak jernih, segera lakukan penggantian untuk menghindari rem terasa ngempos dan untuk menjaga komponen internal master rem tetap bersih.
2. Pastikan Master Rem Bebas dari Kebocoran
Kebocoran pada master rem adalah salah satu penyebab utama hilangnya tekanan rem.
Kebocoran biasanya terjadi pada bagian seal, tutup reservoir, atau sambungan selang.
Sesekali lakukan pengecekan menyeluruh pada area sekitar master rem, baik di bagian luar maupun sambungan selangnya.
Jika terdapat tetesan minyak rem, noda lembap, atau bau minyak menyengat, kemungkinan besar terjadi kebocoran.
Kebocoran sekecil apa pun harus segera ditangani.
Seal yang sudah keras, aus, atau retak sebaiknya diganti untuk mencegah kegagalan rem di tengah perjalanan.
3. Bersihkan Area Master Rem dari Debu, Lumpur, dan Kotoran Jalan
Baca Juga : 4 Penyebab Handle Rem Motor Terasa Keras dan Sulit Ditekan
Karena letaknya terbuka, master rem sangat rentan terkena debu, hujan, lumpur, atau cipratan air.
Kotoran yang menumpuk dapat membuat komponen luar menjadi kotor dan berpotensi mengganggu pergerakan tuas rem.
Bersihkan permukaan master rem menggunakan kain lembut secara rutin.
Pastikan tidak ada kotoran yang menempel di area tutup minyak rem, karena saat dibuka untuk isi ulang atau penggantian, kotoran bisa masuk dan mencemari minyak rem.
Perawatan sederhana ini dapat membantu menjaga kebersihan master rem sekaligus mencegah kerusakan jangka panjang akibat korosi.
4. Periksa Kondisi Tuas Rem dan Pastikan Pergerakannya Halus
Tuas rem yang macet, kendor, atau longgar dapat memengaruhi kinerja master rem secara signifikan.
Pergerakan tuas yang tidak stabil membuat tekanan yang masuk ke master rem tidak konsisten sehingga pengereman terasa tidak optimal.
Cek kondisi engsel tuas, baut pengikat, dan jarak main tuas secara berkala. Jika terasa seret, berikan sedikit pelumasan pada bagian engsel agar tuas bergerak halus.
Pastikan pula tidak ada kendur pada baut atau komponen pendukungnya. Tuas yang stabil membantu master rem bekerja lebih maksimal.
5. Lakukan Servis Berkala di Bengkel untuk Pemeriksaan Menyeluruh
Meskipun beberapa perawatan dapat dilakukan sendiri, pemeriksaan menyeluruh oleh mekanik profesional tetap sangat diperlukan.
Pada servis berkala, mekanik akan mengecek kondisi seal piston, pegas internal, hingga memastikan tidak ada udara masuk dalam sistem hidrolik.
Mekanik juga dapat melakukan bleeding rem untuk membuang udara yang terjebak, sehingga tekanan rem kembali maksimal.
Dengan servis teratur, masalah kecil pada master rem bisa terdeteksi lebih awal sebelum berkembang menjadi kerusakan besar yang membutuhkan biaya perbaikan lebih mahal.
Perawatan yang sederhana namun konsisten akan memberikan dampak besar bagi kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Jika motor digunakan sebagai kendaraan harian, merawat master rem sebaiknya menjadi kebiasaan yang tidak boleh diabaikan.
(Eno/TribunJualBeli.com)









Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!