zoom-in lihat foto 4 Penyebab Handle Rem Motor Terasa Keras dan Sulit Ditekan
Ilustrasi Handle Rem Motor (Gridoto.com)

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Sistem pengereman merupakan salah satu komponen terpenting dalam sepeda motor.

Fungsinya bukan hanya untuk menghentikan laju kendaraan, tetapi juga menjaga keselamatan pengendara di berbagai kondisi jalan.

Karena itu, setiap perubahan pada performa rem perlu segera diperhatikan, termasuk ketika handle rem terasa keras dan sulit ditekan.

Banyak pengendara menganggap hal ini sepele, padahal kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah serius pada sistem pengereman.

Jika dibiarkan, performa rem bisa menurun, bahkan berisiko menyebabkan kecelakaan.

Berikut empat penyebab utama handle rem motor terasa keras dan sulit ditekan yang perlu diketahui:

Baca Juga : 5 Alasan Mengapa Tidak Disarankan Menaruh Jari di Tuas Rem Motor Saat Berkendara

1. Adanya Udara di Dalam Selang Rem

Salah satu penyebab paling umum handle rem terasa keras adalah masuknya udara ke dalam sistem hidrolik rem.

Sepeda Motor Bekas
tjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blog
Motor Bekas Honda Scoopy Tahun 2017 - Jakarta Timur
Rp 8,900,000.00
dki-jakarta

Udara yang terperangkap di dalam selang rem akan mengganggu tekanan minyak rem ketika handle ditekan.

2 dari 4 halaman

Akibatnya, tekanan tidak mengalir dengan sempurna ke kaliper, sehingga handle terasa berat dan tidak responsif.

Kondisi ini biasanya terjadi karena penggantian minyak rem yang tidak dilakukan dengan benar, atau adanya kebocoran kecil pada sambungan selang rem.

Untuk mengatasinya, sistem rem perlu dilakukan bleeding atau pembuangan udara menggunakan alat khusus agar sirkulasi minyak rem kembali normal.

2. Minyak Rem Kotor atau Sudah Terlalu Lama

Minyak Rem Kotor

Minyak rem memiliki masa pakai terbatas dan seiring waktu dapat menurun kualitasnya.

Minyak rem yang sudah lama atau terkontaminasi kotoran akan menjadi lebih kental, sehingga aliran tekanan hidrolik menjadi tidak lancar.

Akibatnya, handle rem terasa lebih berat saat ditekan dan tidak memberikan respons sehalus biasanya.

Kondisi ini juga dapat mempercepat keausan pada komponen sistem rem, seperti master rem dan kaliper.

Idealnya, minyak rem diganti setiap 8.000–10.000 km atau setiap 1–2 tahun sekali, tergantung pada intensitas pemakaian motor.

Dengan begitu, performa rem tetap maksimal dan handle terasa ringan saat digunakan.

3 dari 4 halaman

Baca Juga : Rem Motor Terasa Aneh? Bisa Jadi Kalipernya Bermasalah, Ini 4 Cirinya

3. Kaliper atau Piston Rem Mengalami Macet

Kaliper rem berfungsi menekan kampas rem ke piringan cakram agar proses pengereman terjadi.

Boniagung
tjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blogtjb blog
Motor Bekas Honda Scoopy 2017 - Kudus
Rp 9,999,950.00
jawa-tengah

Namun, seiring waktu, debu, karat, atau kerak dapat menumpuk di sekitar piston kaliper.

Penumpukan ini membuat pergerakan piston menjadi kaku atau macet.

Ketika piston tidak bergerak dengan lancar, tekanan dari handle rem akan terasa berat karena tenaga yang dikeluarkan tidak tersalurkan dengan sempurna.

Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan kampas rem menempel terus pada cakram, sehingga menimbulkan gesekan dan panas berlebih.

Solusinya adalah melakukan pembersihan dan servis kaliper secara rutin, terutama bagi motor yang sering digunakan di jalan berdebu atau lembap.

4. Selang Rem Mengalami Penyumbatan atau Kerusakan

Selang Rem Mengalami Penyumbatan atau Kerusakan

Meskipun jarang diperhatikan, selang rem juga bisa menjadi sumber masalah ketika handle terasa keras.

4 dari 4 halaman

Selang yang sudah menua, tertekuk, atau mengalami penyumbatan dari dalam dapat menghambat aliran minyak rem.

Dalam beberapa kasus, material selang yang tidak tahan panas atau tekanan tinggi bisa mengeras dan kehilangan elastisitas.

Hal ini membuat sistem hidrolik tidak bekerja optimal dan handle menjadi berat saat ditekan.

Untuk mengatasinya, disarankan menggunakan selang rem berkualitas tinggi atau tipe racing yang tahan tekanan dan suhu tinggi.

Selain lebih awet, jenis selang ini juga mampu memberikan respons pengereman yang lebih cepat dan stabil.

Melakukan perawatan rutin sistem pengereman menjadi langkah penting agar rem selalu dalam kondisi optimal.

Dengan perawatan yang tepat, kenyamanan dan keselamatan berkendara pun akan selalu terjaga.

(Eno/TribunJualBeli.com)

Selanjutnya