zoom-in lihat foto 7 Masalah Umum yang Menyebabkan Ban Belakang Motor Goyang 
Ilustrasi Ban Belakang Motor (pexels.com)

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Ban belakang motor yang terasa goyang saat dikendarai merupakan tanda adanya masalah pada komponen roda maupun bagian penopangnya.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat membahayakan karena motor menjadi sulit dikendalikan, terutama saat menikung atau melaju dengan kecepatan tinggi.

Untuk mencegah risiko yang lebih besar, penting memahami berbagai penyebab yang membuat ban belakang menjadi tidak stabil.

Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai tujuh masalah umum yang sering memicu goyangan pada ban belakang motor:

Baca Juga : 6 Cara Mengatasi Ban Belakang Motor Goyang agar Kembali Stabil

1. Tekanan Angin Ban Tidak Sesuai

Tekanan angin sangat mempengaruhi kestabilan ban.

Dalle
tjb blogtjb blogtjb blog
Motor Honda Vario 2012 Bekas - Denpasar
Rp 3,400,000.00
bali

Jika tekanan terlalu rendah, permukaan ban akan melebar dan membuat ban terasa menggelombang ketika bergulir.

Sebaliknya, tekanan angin yang terlalu tinggi membuat ban terlalu keras sehingga kehilangan daya cengkeram dan menyebabkan motor sulit dikendalikan.

Kondisi ini semakin terasa ketika melewati jalan tidak rata, di mana ban tidak mampu menyerap guncangan dengan baik.

2 dari 4 halaman

Mengecek tekanan ban secara rutin sangat penting untuk menjaga kenyamanan sekaligus memperpanjang umur ban.

2. Bearing Roda Belakang Aus atau Rusak

Bearing Roda Belakang Aus atau Rusak

Bearing berfungsi menjaga putaran roda tetap halus dan presisi.

Jika bearing mulai aus, longgar, kering, atau bahkan pecah, putaran roda akan menjadi tidak stabil dan menimbulkan goyangan.

Gejalanya sering disertai suara desir atau gesekan dari bagian roda ketika motor dijalankan.

Jika dibiarkan, bearing yang rusak bisa merusak komponen lain seperti tromol dan as roda, sehingga biaya perbaikan akan semakin besar.

3. Velg Penyok, Retak, atau Tidak Lurus

Baca Juga : Ini 4 Komponen yang Bisa Menyebabkan Roda Belakang Motor Matik Goyang Jika Sudah Aus

Velg merupakan bagian yang sangat sensitif terhadap benturan.

Menghantam lubang jalan, trotoar, atau batu besar bisa membuat velg penyok atau tidak rata.

3 dari 4 halaman

Meski penyoknya terlihat kecil, putaran roda akan menjadi tidak seimbang dan menimbulkan getaran yang terasa seperti ban goyang.

Velg yang retak juga dapat menyebabkan perubahan struktur pada putaran roda, sehingga stabilitas motor terganggu.

Velg yang tidak dalam kondisi sempurna sebaiknya segera diluruskan atau diganti demi keselamatan.

4. Kondisi Ban Sudah Aus atau Terdapat Benjolan

Kondisi Ban Sudah Aus atau Terdapat Benjolan

Ban yang aus tidak lagi memiliki daya cengkeram dan kestabilan struktural yang baik.

Permukaan ban yang habis bisa membuat ban terasa bergelombang saat digunakan.

Selain itu, ban yang memiliki benjolan, biasanya karena kawat dalam putus atau struktur ban rusak akan menimbulkan getaran kuat setiap kali bagian benjolannya menyentuh aspal.

Ban dengan kondisi ini sangat berbahaya karena berpotensi pecah kapan saja.

5. Bushing Arm atau Swing Arm Mulai Longgar

Bushing arm atau karet peredam pada bagian swing arm berfungsi menjaga stabilitas bagian belakang motor.

Dalle
tjb blogtjb blogtjb blog
Motor Yamaha Aerox Tahun 2017 Bekas - Yogyakarta
Rp 5,300,000.00
di-yogyakarta
4 dari 4 halaman

Jika bushing sudah aus atau swing arm menjadi longgar, bagian belakang motor terasa melebar dan tidak stabil.

Kondisi ini biasanya terasa saat melewati jalan bergelombang atau ketika motor dipacu dengan kecepatan sedang hingga tinggi.

Goyangan dari bagian swing arm akan diteruskan ke roda belakang sehingga ban terasa oleng.

6. Shockbreaker Belakang Melemah atau Bocor

Shockbreaker Belakang Melemah atau Bocor

Shockbreaker bekerja meredam guncangan dari permukaan jalan.

Saat shockbreaker sudah melemah atau oli di dalamnya bocor, motor tidak mampu meredam benturan dengan baik.

Akibatnya, getaran dari jalan langsung terasa hingga ke ban belakang dan membuat motor bergoyang.

Kondisi shockbreaker yang tidak optimal juga berpengaruh pada traksi ban, terutama saat menikung atau mengerem.

7. Rantai dan Gear Set Tidak Seimbang atau Sudah Aus

Gear set dan rantai memiliki peran penting dalam kestabilan roda belakang.

Rantai yang terlalu kendur atau gear yang sudah aus membuat putaran roda tidak halus.

Ketika rantai bergerak tidak rata, roda belakang akan ikut bergetar dan menimbulkan sensasi goyangan, terutama saat berakselerasi atau ketika kecepatan mulai meningkat.

Penyetelan rantai dan pengecekan gear secara berkala membantu mencegah masalah ini.

Pemeriksaan rutin, perawatan berkala, serta penanganan cepat ketika gejala goyangan muncul menjadi langkah penting untuk menjaga motor tetap aman, stabil, dan nyaman digunakan dalam berbagai kondisi jalan.

(Eno/TribunJualBeli.com)

Selanjutnya